Jangan Lupakan Kesehatan Mental Orang Tua Anak Difabel, Ini Alasannya!

Oleh Ayu Maharani pada 03 Dec 2019, 15:40 WIB
Kesehatan mental orang tua anak difabel ternyata tak boleh disepelekan apalagi dilupakan. Berikut penjelasannya.
Jangan Lupakan Kesehatan Mental Orang Tua Anak Difabel, Ini Alasannya! (nd3000/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Bicara soal anak berkebutuhan khusus, mungkin kondisi orang tua yang merawatnya tidak pernah terpikirkan oleh Anda. Padahal sangat penting kita bisa memahami betapa pentingnya kesehatan mental orang tua anak difabel. Sebab, kebanyakan orang hanya fokus pada kondisi si anak, tanpa memperhatikan kesehatan mental sang orang tua. Padahal, jika kondisi mental orang tuanya tak dalam keadaan baik, anak juga bisa kena imbasnya!

Kualitas kesehatan mental dan fisik lebih buruk

Menjadi orang tua dari anak berkebutuhan memiliki tantangan tersendiri, bahkan dapat memicu stres. Berdasarkan laporan hasil penelitian, orang tua—terutama ibu—memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk ketimbang ibu dari anak-anak yang lahir dalam keadaan normal.

Ada sejumlah alasan mengapa orang tua anak berkebutuhan khusus mengalami kesehatan mental yang lebih buruk. Pertama, mereka biasanya memiliki intensitas yang lebih tinggi dalam merawat anggota keluarganya.

Menurut dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, sebenarnya butuh waktu bagi orang tua untuk bisa sampai pada tahapan penerimaan seutuhnya. Ketika sudah sampai pada tahapan penerimaan pun, bisa jadi terjadi kemunduran ke tahap yang lebih rendah, meningkat lagi, turun lagi, dan seterusnya.

1 of 3

Selanjutnya

Selain itu, pikiran mereka juga “dipecah” dengan sulitnya mencari pusat layanan yang tepat untuk buah hati.

Belum lagi dengan isolasi sosial yang kerap diterimanya. Terkadang, orang tua dari anak-anak normal enggan untuk bersosialisasi dengan orang tua anak berkebutuhan khusus karena dianggap berbeda dan takut direpotkan. 

Masalah keuangan juga tak jarang melilit mereka. Pasalnya, merawat anak berkebutuhan khusus tidaklah murah. Sementara, baik ibu maupun ayah, terancam kehilangan pekerjaan karena keseringan bolos akibat merawat anaknya sendiri. Banyak tantangan, bukan? Untuk itulah, penting sekali menjaga kesehatan mental orang tua anak berkebutuhan khusus. 

Apabila orang tua tidak memiliki kesempatan untuk “bernapas” sejenak dari segala tanggung jawab yang selama ini dipikulnya, bukan tak mungkin mereka justru mendapatkan gangguan mental. Bahkan, si anak pun bisa tak mendapatkan pola asuh yang baik.

Cara menjaga kesehatan mental orang tua anak berkebutuhan khusus

Dilansir dari laman aifs.gov.au, sebenarnya masih ada peluang untuk meningkatkan kesehatan mental orang tua anak berkebutuhan khusus. Terlebih lagi, mereka sering berkontak dengan banyak layanan kesehatan. Kendati demikian, para terapis atau para tenaga ahli yang bekerja dengan anak-anak sering tidak merasa percaya diri dalam membantu orang tua. 

Kalau sudah begitu, tentu tak ada cara selain mengandalkan diri sendiri untuk memelihara kesehatan mental. Dilansir dari berbagai sumber, beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua anak berkebutuhan khusus agar kesehatan mentalnya tetap dalam keadaan stabil, adalah:

  • Sesibuk apa pun, tetap luangkan waktu untuk istirahat yang cukup. Istirahat yang dimaksud tidak sekadar tidur, tapi bisa juga menjauh dari “riweuh”-nya rutinitas sehari-hari. Cobalah untuk menerapkan jadwal harian (bergantian) dengan pasangan atau anggota keluarga dalam merawat anak berkebutuhan khusus.
  • Tetap bersyukur dengan apa yang terjadi saat ini dan selalu nikmati setiap peristiwa dalam hidup. Bersyukur dan ikhlas adalah obat yang mampu menawar rasa lelah, sehingga Anda tak akan terlalu fokus pada bagian yang susah-susah saja.
2 of 3

Selanjutnya

  • Bila keadaannya memungkinkan, jangan lupa untuk tetap membantu orang lain. Sebab, membantu orang lain dapat membuat diri sendiri merasa bermakna dan bahagia. 
  • Usahakan tetap berolahraga (yoga dapat menghilangkan stres sekaligus meningkatkan kesehatan fisik), makan makanan bergizi, dan minum cukup air. 
  • Bila kondisinya memungkinkan, Anda bisa melakukan olahraga bersama dengan anak. Hal ini bisa mengembangkan kemampuan anak sekaligus menguatkan ikatan antara anak dan orang tua.
  • Meski pernah mendapat pengalaman dikucilkan, jangan pernah menutup diri. Tetaplah menjadi pribadi yang menyenangkan dan sabar. Bila perlu, berteman dekatlah dengan sesama orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
  • Jika memang perlu bantuan orang lain, jangan segan untuk berkonsultasi kepada psikolog.

Anda kini sudah tahu mengapa kesehatan mental orang tua anak difabel sangat penting untuk dijaga. Apabila kesehatan mental orang tua terganggu, anak akan langsung terkena imbasnya! Jadi, lakukan cara-cara di atas agar kesehatan mental tetap baik. Apabila dibutuhkan, jangan ragu untuk konsultasikan kesehatan mental Anda pada psikolog.

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓