Efektifkah Konsumsi Teh Daun Jati Cina sebagai Pelangsing?

Oleh Tamara Anastasia pada 04 Dec 2019, 13:00 WIB
Teh herbal cukup banyak digemari untuk mendapatkan berat badan ideal. Efektifkah konsumsi teh daun jati cina sebagai pelangsing?
Efektifkah Konsumsi Teh Daun Jati Cina sebagai Pelangsing? (Jacek Nowak/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin berat badannya ideal, baik pria ataupun wanita. Ada banyak cara menuju ke sana, salah satunya adalah konsumsi teh herbal laksatif untuk melangsingkan tubuh. Sebagai pelangsing, bagaimana efektivitas teh daun jati cina?

Jati cina atau jati tiongkok, juga disebut sebagai Senna Alexandrina (daun Senna), banyak dimanfaatkan sebagai teh untuk pengobatan tradisional pengurus badan. Produk teh ini banyak ditemukan di pasar-pasar maupun toko kecantikan.

Efektivitas konsumsi teh daun jati cina

Dari KlikDokter, dr. Sara Elise Wijono, MRes, menjelaskan bahwa teh daun jati cina sejauh ini termasuk obat tepercaya dan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Tak masalah jika Anda menggunakan teh daun jati cina sebagai bagian dari upaya melangsingkan badan. Namun, penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan.

“Belum ada panduan mengenai bagaimana penggunaan teh jati cina atau berapa dosis yang tepat. Oleh karena itu, banyak pengguna yang mengonsumsinya secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama. Nah, efek sampingnya bisa berupa nyeri ulu hati, diare hebat, hingga akhirnya kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terutama kalium yang menyebabkan kerja jantung terganggu,” kata dr. Sara menjelaskan.

Tidak semua orang-orang yang mengonsumsi teh daun jati cina akan mendapatkan hasil signifikan. Konsumsi teh tersebut bukan jaminan berat badan akan menyusut, tetapi penurunan berat badan akan maksimal bila Anda juga menerapkan diet dengan cara yang benar.

1 of 2

Tetap harus menerapkan diet sehat

Diet sehat seperti apa yang dimaksud?

  • Harus sarapan

Sarapan tidak boleh dilewatkan setiap harinya bila ingin menurunkan berat badan. Anda dianjurkan untuk sarapan dalam kurun waktu 30-45 menit setelah bangun.

“Ini penting karena bangun tidur, tingkat metabolisme tubuh akan terus rendah sampai Anda mengisinya dengan makanan,” kata dr. Sara.

Pilih menu sarapan yang mengandung nutrisi seimbang dan hindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak seperti nasi putih, gorengan, dan hidangan manis (donat, cake, muffin, dan sebagainya). Jenis makanan tersebut akan membuat gula darah melonjak dan turun dengan cepat yang bisa bikin badan lemas, serta sulit dicerna usus.

  • Atur pola makan dengan benar

Dokter Sara juga mengingatkan bahwa diet bukan berarti tidak makan sama sekali atau seminimal mungkin. Diet yang benar adalah dengan mengurangi porsi makan atau makan lebih sering dengan porsi lebih sedikit. Ia menyarankan Anda untuk mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, atau buah kering untuk camilan sehari-hari selama diet.

“Tiga kali makan berat dan dua kali camilan itu sudah cukup porsinya untuk diet pemula. Makanan berat harus diperhatikan porsinya, jangan berlebihan. Asupan makanan juga harus dijaga agar tetap sehat dan gizinya seimbang,” kata dr. Sara lagi.

  • Rutin olahraga

Satu lagi yang tak boleh dilewatkan dalam upaya penurunan berat badan adalah dengan olahraga secara rutin. Untuk mengikis lemak tubuh, jenis olahraga yang disarankan adalah latihan kardio seperti lari, aerobik, bersepeda, zumba, dan lainnya. Kombinasikan dengan latihan beban untuk hasil yang lebih memuaskan.

  • Cukupi kebutuhan cairan

Tak hanya menciptakan rasa kenyang, tetapi minum air putih juga bisa membantu memulihkan sistem metabolisme tubuh.

Usahakan untuk minum air putih 8-10 gelas setiap harinya, agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Anda juga bisa mendapatkan cairan dari makanan seperti sup atau soto, atau buah-buahan yang kandungan airnya tinggi seperti semangka atau melon.

Teh daun jati cina memang banyak dimanfaatkan sebagai pelangsing, tetapi jangan dijadikan sebagai cara utama. Untuk keamanan dan hasil optimal, Anda sangat dianjurkan untuk tetap menerapkan diet sehat. Untuk lebih amannya lagi, konsultasikan dengan ahli gizi sebelum mengonsumsi teh tersebut sekaligus merencanakan pola diet yang sesuai dengan kondisi tubuh.

(RN/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓