Jangan Ditinggalkan, Ini Peran Suami Ketika Lahir Anak Difabel!

Oleh Tamara Anastasia pada 04 Dec 2019, 13:30 WIB
Pria berinisial MA (23) tega meninggalkan istri lantaran melahirkan anak difabel. Tindakan ini sangat keji dan tidak bertanggung jawab.
Jangan Ditinggalkan, Ini Peran Suami Ketika Lahir Anak Difabel! (Siriwat Nakha/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun, anggapan tersebut rasanya tidak berlaku untuk Muhammad Abdul Aziz (23). Setelah tahu bahwa sang istri melahirkan anak difabel, pria tersebut malah memutuskan untuk berpaling dan meninggalkannya.

Dilansir dari berbagai sumber, kisah pilu tersebut dialami oleh Dina Oktavia (21). Ia baru saja melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Pandhu, yang ternyata mengalami masalah disabilitas bawaan lahir. Mengetahui hal itu, sang suami, Muhammad Abdul Azis, langsung memutuskan untuk meninggalkan Dina bersama bayi laki-lakinya.

Kasus yang dialami Dina memang bukan hal yang baru. Pasalnya, tidak sedikit pasangan suami istri yang memang kesulitan untuk menerima kehadiran anak difabel. 

Kendati demikian, tindakan yang dilakukan oleh sang suami pada Dina tidak dapat dibenarkan. Karena, bagaimana pun juga, seorang suami seharusnya menjadi sosok yang terus mendukung keadaan istri dan keluarga bagaimana pun kondisinya. 

“Peranan suami dalam membantu memulihkan keadaan istri sangat penting untuk dilakukan. Hal ini guna mencegah depresi atau hal yang tidak diinginkan,” kata dr. Arina Heidyana dari KlikDokter

Lebih lanjut, dr. Arina mengatakan bahwa seorang suami yang mendapati bahwa sang istri melahirkan anak difabel seharusnya bisa bersikap sebagai berikut ini.

  1. Berlapang dada 

Tidak hanya suami yang merasa terpukul saat melihat anak yang dilahirkan berkebutuhan khusus. Istri pun juga merasa demikian. Itu sebabnya, sebagai kepala keluarga, suami perlu berlapang dada dan berani menerima keadaan yang ada. Hal ini dilakukan agar istri bisa meniru sosok suaminya.

 “Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Tidak hanya para suami yang terpukul, tapi istri juga. Apalagi istri harus menanggung semua rasa sakit selama mengandung. Istri jugalah yang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan anak ke dunia,” ujar dr. Arina.

“Jadi, bersikap berlapang dada dan mau menerima kekurangan anak merupakan dukungan utama yang bisa para suami. Tunjukkan pada istri kalau Anda bisa menerima kondisi anak agar, masa mereka tidak?” sambungnya. 

  1. Tidak menyalahkan istri 

Ini adalah kebiasaan yang harus para suami lakukan pada istri ketika melahirkan anak difabel. Dalam kasus melahirkan anak difabel, tidak ada orang tua yang bisa disalahkan, baik dari pihak pria atau wanita.

“Kelahiran bayi difabel disebabkan oleh kelainan genetik. Kelainan itu bisa di dapat dari kedua belah pihak. Jadi, jangan langsung menyudutkan atau menyalahkan istri ketika dirinya melahirkan anak berkebutuhan khusus,” jelas dr. Arina. 

  1. Mendampingi

Suami yang baik seharusnya mau dan mampu mendampingi istri yang baru saja melahirkan, apalagi dalam kasus kelahiran anak difabel.

“Baru saja mengalami syok berat karena melahirkan anak difabel, masa harus merasa kehilangan orang yang tersayang juga? Jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin sang istri akan mengalami depresi berat dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya,” tutur dr. Arina. 

“Itu sebabnya, mendampingi istri selama masa pemulihan dan membantu istri membesarkan anak dengan kasih sayang yang tulus bisa menjadi pertolongan utama agar istri cepat pulih dari keterpurukan,” pungkasnya. 

Menjadi orang tua dari anak difabel bukanlah perkara yang mudah. Oleh sebab itu, kedua belah pihak wajib bekerja sama agar sepenuhnya mampu menghadapi segala rintangan yang menghadang dalam merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Jaga, rawat dan sayangi sepenuh hati sebagai bentuk rasa syukur Anda!

(NB/AYU)