Dukung Penyandang Disabilitas & Hidup Sehat melalui “Gerak Tak Terbatas”

Oleh Ayu Maharani pada 04 Dec 2019, 16:05 WIB
Kampanye dan aplikasi ini diharapkan mampu membuat masyarakat lebih aktif bergerak dan hidup sehat, tak terkecuali bagi penyandang disabilitas.
Dukung Penyandang Disabilitas & Hidup Sehat melalui “Gerak Tak Terbatas” (Ayu Maharani/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali orang muda tanpa keterbatasan fisik kurang peduli dengan hidup sehat, seperti kurang aktif bergerak. Bahkan terkadang, fasilitas khusus penyadang disabilitas seperti bangku khusus atau lift digunakan oleh mereka, hingga penyandang disabilitas atau lansia tak punya kesempatan menggunakannya.

Nah, kampanye “Gerak Tak Terbatas” dan aplikasi “Gerak by Rexona” diharapkan mampu membuat masyarakat lebih aktif bergerak dan hidup sehat, tak terkecuali bagi penyandang disabilitas. 

Entah apa yang membuat orang tanpa keterbatasan melakukan hal tersebut. Namun, yang jelas, seharusnya mereka tak sampai se-mager itu untuk menaiki tangga atau minimal menggunakan eskalator. Karena, selain “mencuri” hak penyandang disabilitas, tidak aktif bergerak juga mendekatkan mereka dengan penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Ajakan untuk aktif bergerak bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali

Berangkat dari masalah mager yang melanda sebagian besar masyarakat, Rexona, salah satu brand dari Unilever Indonesia, meluncurkan kampanye “Gerak Tak Terbatas” sekaligus memperkenalkan aplikasi “Gerak by Rexona”. Tujuannya adalah untuk mengajak dan memfasilitasi semua orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk sama-sama bisa bergerak. 

Peluncuran kampanye tersebut diselenggarakan di M Bloc Live House, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Senin (4/12). Sebagai pembicara, turut hadir Ira Noviati selalu Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk, drg. Kartini Rustandi, M.Kes., selaku narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), dan Ahmad Pratomo selaku narasumber dari MRT Jakarta.

Talkshow tersebut juga dihadiri oleh dua pembicara inspiratif. Dia adalah selebritas yang aktif berolahraga meski sepadat apa pun pekerjaannya, Daniel Mananta. Hadir pula sosok penyandang disabilitas yang aktif sebagai fotografer yang karyanya sudah diakui dunia dan hobi bermain skateboard, yakni Achmad Zulkarnain. 

Ira Noviarti menyampaikan, sebagai brand deodoran yang telah menemani aktivitas masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, Rexona memiliki tujuan mulia untuk mengajak masyarakat Indonesia lebih aktif bergerak tanpa takut berkeringat. 

“Untuk itulah, Rexona menghadirkan kampanye ‘Gerak Tak Terbatas’ yang mengajak masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, untuk sama-sama aktif bergerak. Kami percaya akan pentingnya ‘Move More to Live More’. Semakin banyak bergerak, hari-hari pun akan terasa lebih hidup!” jelasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kemenkes sangat menyambut baik kampanye tersebut. 

“Kampanye ini selaras dengan komitmen kami untuk terus membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak,” pungkas drg. Kartini.

1 of 2

Aktif bergerak dengan memanfaatkan aplikasi ini

Aktif bergerak dengan memanfaatkan aplikasi ini (Ayu Maharani/Klikdokter)
Aktif bergerak dengan memanfaatkan aplikasi ini (Ayu Maharani/Klikdokter)

Sementara itu, diluncurkannya aplikasi “Gerak by Rexona” juga dapat menghubungkan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas. Dalam aplikasi tersebut, terdapat menu yang bisa digunakan untuk menunjang mobilitas penyandang disabilitas, yaitu “Gerak Explore”. Itu adalah alat bantuan navigasi yang memudahkan koneksi penggunanya dengan lokasi yang dituju.

Lalu, ada pula menu “Gerak Count”. Menu tersebut menghitung dan menghitung setiap langkah pengguna aplikasi ini. Rexona memiliki target untuk mengumpulkan 2 miliar langkah yang nantinya akan dikonversikan menjadi donasi berupa kursi roda untuk penyandang disabilitas kurang mampu. 

Itu berarti, sembari aktif bergerak, masyarakat juga bisa aktif berdonasi. Hal itu disambut baik oleh Achmad Zulkarnain. Selama ini, ia merasakan bahwa hal yang paling menantang dalam hidupnya bukan keterbatasan fisik, melainkan diskriminasi dari beragam lingkungan, termasuk keluarganya sendiri. 

Dengan adanya kampanye dari Rexona ini, setidaknya para penyandang disabilitas tak akan lagi merasakan diskriminasi berlebih seperti yang dialaminya. Itu bisa semakin memacu penyandang disabilitas untuk terus aktif bergerak dan tetap berkarya meski kerap dipandang sebelah mata.

Di sisi lain, Daniel Mananta menambahkan, aktif bergerak sebenarnya tak melulu urusan fisik. 

“Sebab, selama ini saya juga berusaha untuk menggerakkan mood orang-orang di sekitar saya. Kalau Anda menyeimbangkan antara gerak fisik dan kebahagiaan psikis, itu akan memberikan efek positif buat Anda, misalnya bikin awet muda dan panjang umur,” tuturnya. 

Agar penyandang disabilitas dan non disabilitas bisa aktif bergerak maksimal, tentu Rexona dan Kemenkes butuh bantuan dari segi fasilitas. Dalam hal ini, MRT Jakarta turun tangan.

“Sambil terus menyebarkan pesan positif, kami memastikan bahwa para penyandang disabilitas dan non disabilitas memperoleh manfaat yang optimal dari perjalanan mereka ketika menggunakan MRT Jakarta,” kata Ahmad Pratomo.

Semoga saja, kampanye yang dilakukan oleh Rexona beserta peluncuran aplikasi geraknya dapat membawa perubahan positif kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, baik penyandang disabilitas maupun non disabilitas bisa hidup sehat dan merasakan manfaat dari aktif bergerak.

(RN/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓