Benarkah Air Perasan Jeruk Nipis Sebabkan Obesitas?

Baru-baru ini beredar informasi yang menyebut bahwa perasan jeruk nipis bisa sebabkan obesitas. Apakah fakta atau hanya mitos belaka?
Benarkah Air Perasan Jeruk Nipis Sebabkan Obesitas? (damrong rattanapong/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Belum lama ini beredar sebuah kabar yang mencengangkan. Pasalnya, kabar tersebut mengatakan bahwa perasan jeruk nipis yang dijadikan campuran soto, gulai, tongseng dan makanan lain sejenisnya bisa meningkatkan kadar lemak sehingga memicu obesitas.

Adanya kabar seperti itu menimbulkan pertanyaan besar, karena perasan jeruk nipis selama ini diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Lantas, bagaimana fakta medis yang sebenarnya?

Baca Juga

Mengungkap kandungan jeruk nipis 

Jeruk nipis masuk ke dalam golongan buah sitrus. Itu sebabnya, buah kecil dan berwarna hijau ini adalah sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Tiap satu buah jeruk nipis berukuran sedang (67 gram) juga mengandung beberapa nutrisi berikut ini.

  • Kalori: 20 kal.
  • Karbohidrat: 7 gram.
  • Protein: 0,5 gram.
  • Lemak: 0,1 gram.
  • Serat: 1,9 gram.
  • Vitamin C: 22 persen dari AKG (Angka Kecukupan Gizi).
  • Zat Besi: 2 persen dari AKG. 
  • Kalsium: 2 persen dari AKG.
  • Vitamin B6: 2 persen dari AKG.
  • Thiamin: 2 persen dari AKG.
  • Kalium: 1 persen dari AKG.
1 dari 3

Selanjutnya

loading

Berkat kandungan beragam zat gizi tersebut, jeruk nipis terbukti bisa memberikan beragam manfaat. Anda penasaran apa saja manfaat jeruk nipiis? Cek di sini.

  • Menurunkan risiko penyakit

Jeruk nipis kaya akan antioksidan. Ini adalah senyawa yang membantu tubuh melawan radikal bebas.

Radikal bebas itu sendiri adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Kadar radikal bebas yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C pada jeruk nipis dapat membantu tubuh memproduksi sel darah putih dan kolagen. Adanya manfaat tersebut membuat tubuh mampu melawan infeksi dan peradangan, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

  • Baik untuk kesehatan kulit

Seperti telah disinggung, vitamin C pada jeruk nipis dapat membantu meningkatkan produksi kolagen di dalam tubuh. Kolagen adalah zat yang berperan menjaga kulit tetap kencang dan kenyal.

Di samping itu, vitamin C pada jeruk nipis juga dapat berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah penuaan dini.

  • Mencegah pembentukan batu ginjal 

Batu ginjal dapat terbentuk saat kondisi urine mengandung kadar mineral yang tinggi. Nah, vitamin C dalam jeruk nipis berfungsi meningkatkan kandungan sitrat dalam tubuh dan mengikat mineral pembentuk batu ginjal. 

Atas dasar itu, konsumsi jeruk nipis secara rutin dan teratur mampu menurunkan risiko terjadinya batu ginjal.

  • Meningkatkan penyerapan zat besi

Kurangnya asupan zat besi dapat menyebabkan anemia atau kurang darah. Penyakit ini dapat memicu gejala pusing, badan lemas, wajah pucat dan tubuh letih berlebih. 

Anda bisa menurunkan risiko penyakit tersebut dengan mengonsumsi jeruk nipis. Ini karena kandungan vitamin C dalam jeruk nipis dapat membantu meningkatkan proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

  • Menghambat pertumbuhan kanker 

Kandungan flavonoid dalam jeruk nipis diduga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Menurut penelitian, jeruk nipis dan buah-buahan citrus sejenisnya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker kolon, pankreas, payudara, limfoma dan lainnya. 

2 dari 3

Benarkah perasan jeruk nipis membuat obesitas? 

loading

Di balik segudang manfaat tersebut, jeruk nipis ternyata bisa mengancam kesehatan Anda juga. Hal ini khususnya terjadi jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif.Penelitian mengatakan bahwa konsumsi jeruk nipis pada orang dengan kondisi tersebut dapat memicu naiknya asam lambung (mag), mual, muntah atau sulit menelan. 

Lantas, bagaimana dengan kabar yang bilang bahwa perasan jeruk nipis bisa meningkatkan kadar lemak dan memicu obesitas? Jelas, kabar tersebut hanyalah mitos belaka. 

Jeruk nipis bukanlah biang keladi di balik meningkatnya kadar lemak dalam soto, rawon, gulai, tongseng atau makanan sejensinya. Tingginya kadar lemak pada makanan-makanan tersebut berasal dari santan, minyak dan daging. 

Pada dasarnya, jeruk nipis adalah buah yang sehat dan terbukti menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, jeruk nipis tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat agar manfaatnya tidak datang bersama efek samping merugikan.

Anda disarankan untuk mengonsumsi jeruk nipis saat kondisi perut tidak kosong. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk segera minum air putih setelah mengonsumsi jeruk nipis. Jika Anda adalah pengidap mag akut, jeruk nipis sebaiknya dihindari sama sekali agar tidak terjadi hal-hal di luar keinginan.

(NB/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Menurunkan Berat Badan, Lemak atau Karbohidrat yang Harus Dihindari?

Info Sehat
12 Okt

Kenali Lebih Dekat Dampak Obesitas terhadap Kesehatan

Info Sehat
11 Okt

Cara Menurunkan Berat Badan Anak yang Obesitas

Info Sehat
11 Okt

Hati-hati Serangan Depresi di Balik Obesitas

Info Sehat
10 Okt

Deretan Penyakit Akibat dengan Obesitas

Info Sehat
10 Okt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk