Kenali Jenis-Jenis Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 06 Dec 2019, 11:30 WIB
Gangguan pada jantung juga sering terjadi pada bayi. Umumnya, bayi mengalami kelainan jantung bawaan ketika lahir. Kira-kira apa saja jenisnya?
Kenali Jenis-Jenis Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi (comzeal/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa bilang masalah jantung hanya terjadi pada orang dewasa saja. Ternyata, bayi juga bisa mengalaminya. Terutama kelainan jantung bawaan yang dimiliki sejak masih janin. Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan seperti apa kelainan jantung bawaan tersebut?

Dilansir dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Kelainan jantung bawaan, atau penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan struktural (anatomis) pada jantung. Hal ini diakibatkan proses pembentukan jantung dan pembuluh darah besar yang tidak normal semasa bayi berada dalam kandungan.

Dari data yang dimiliki PERKI, setiap tahunnya bayi yang lahir dengan PJB sekitar 9 per 1000 kelahiran hidup. Adanya kelainan jantung bawaan menyebabkan masalah pada aliran darah. Secara umum, aliran darah dari tubuh akan berjalan dari jantung, dipompakan menuju paru-paru agar terjadi pertukaran oksigen. 

Lalu, aliran darah kembali ke jantung dan dipompakan menuju seluruh tubuh. Aliran darah ini kemudian kembali lagi menuju jantung. Hal ini terus berlangsung selama Anda hidup. Jika dilihat secara mendetail maka perjalanannya adalah sebagai berikut.

Dari seluruh tubuh, masuk ke vena kava superior 🡪 atrium kanan 🡪 ventrikel kanan 🡪 arteri pulmonal 🡪 paru-paru 🡪 vena pulmonal 🡪 atrium kiri 🡪 ventrikel kiri 🡪 melalui pembuluh aorta kembali dialirkan ke seluruh tubuh. 

1 of 3

Ada berapa jenis kelainan jantung bawaan? 

Saat ini, dikenal kurang lebih 18 jenis kelainan jantung bawaan. Beberapa jenis memerlukan penanganan segera karena berakibat fatal. Untuk jenis lainnya, seringkali baru diketahui di kemudian hari.

Secara umum, semakin dini diketahui adanya kelainan jantung bawaan, maka dapat dipersiapkan penanganan yang sesuai. Ini supaya tidak merugikan kesehatan bayi. Misalnya, menyebabkan tumbuh kembang terhambat ataupun mengalami kegagalan jantung. 

Secara garis besar, kelainan jantung bawaan dapat dibedakan menjadi sianotik dan asianotik. Untuk jenis sianotik, tubuh menerima darah yang miskin oksigen dari jantung. Ini menyebabkan timbul gejala kebiruan (terutama pada jari dan bibir). 

Sementara, untuk jenis asianotik, tubuh masih menerima cukup oksigen walaupun ada kelainan pada jantung. Berikut akan dibahas beberapa jenis kelainan jantung bawaan yang lebih umum ditemui.

  1. Defek septum

Septum adalah dinding pembatas antar ruangan di dalam jantung. Terdapat septum atrium. Ini merupakan jenis pembatas yang memisahkan atrium kanan dan kiri. Ada juga septum ventrikel. Ini pembatas yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri.

Defek septum umumnya berupa lubang pada dinding tersebut. Lubang ini menyebabkan aliran darah dari bagian kiri jantung mengalir ke bagian kanan akibat perbedaan tekanan. Istilah jantung bocor dapat merujuk pada kelainan defek septum, baik di bagian atrium maupun ventrikel.

Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih berbahaya.  Ini karena aliran darah pada jantung bagian kanan umumnya minim oksigen sehingga akan menuju paru-paru. Sementara darah pada bagian kiri jantung sudah kaya oksigen dan seharusnya dialirkan ke seluruh tubuh.

2 of 3

Selanjutnya

  1. Patent ductus arteriosus

Saat bayi masih berada dalam kandungan, terdapat ductus arteriosus yang menghubungkan arteri pulmoner dan aorta. Fungsinya, agar aliran darah janin tidak melewati paru-paru yang belum berfungsi. Ini karena janin mendapatkan asupan oksigen dari ibunya.

Setelah kelahiran, seharusnya ductus arteriosus menutup karena aliran darah bayi perlu melewati paru-paru demi mendapatkan oksigen. Pada patent ductus arteriosus, saluran ini tetap ada dan tidak menutup.

Hal ini membuat aliran darah yang seharusnya mengalir ke paru-paru malah terbuang ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh. Padahal aliran darah tersebut masih miskin oksigen.

  1. Tetralogy of fallot

Mengapa kelainan jantung ini disebut tetralogi? Hal ini disebabkan masalah jantung tersebut merupakan gabungan dari empat jenis kelainan berikut ini: 

  • Defek septum ventrikel: Adanya lubang antara ventrikel kiri dan kanan.
  • Stenosis katup pulmoner: Penyempitan di katup pembuluh darah pulmoner. Hal ini membuat penghambatan aliran darah dari jantung menuju paru-paru.
  • Hipertrofi ventrikel kanan: Penebalan pada otot jantung di ventrikel kanan, Hal ini membuat jantung kerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Overriding aorta: Posisi abnormal dari aorta, yaitu terletak pada lubang di ventrikel alih-alih pada ventrikel kanan.

Semua kelainan ini mengakibatkan jantung memompakan darah yang miskin oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa jenis kelainan jantung bawaan pada bayi ini sebenarnya bisa langsung terdeteksi ketika hamil. Ini bila Anda rajin rutin kontrol kandungan.

(AYU/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓