Kopi Hitam Biasa vs Cold Brew, Mana Lebih Sehat?

Oleh dr. Rio Aditya pada 08 Dec 2019, 13:00 WIB
Mau coba cold brew yang sedang tren sekarang ini? Kira-kira lebih sehat kopi hitam bias atau cold brew, ya? Cari tahu seputar dua jenis kopi ini di sini.
Kopi Hitam Biasa vs Cold Brew, Mana Lebih Sehat? (Vasiliy-Budarin/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda penggemar kopi, tentunya sangat familiar dengan jenis kopi yang dalam beberapa tahun belakangan ini jadi lebih populer, yaitu cold brew coffee. Mungkin Anda sempat bertanya, “Apa sih bedanya kopi cold brew dengan kopi hitam biasa?”

Bukankah sama-sama menggunakan kopi hitam dan disajikan dengan es? Tentunya tidak, kopi hitam biasa dan cold brew memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaannya dapat dilihat dari cara pembuatannya, rasa, dan juga konsentrasi kopinya. Jadi, jika terdapat perbedaan, kopi hitam biasa vs cold brew lebih sehat yang mana?

Mengenai kopi cold brew

Sebelumnya, mari kita bahas mengenai apa itu sebenarnya cold brew coffee. Kopi cold brew merupakan suatu jenis kopi yang hanya disajikan dalam temperatur rendah. Cara pembuatannya pun cukup unik.

Jika membuat kopi hitam biasa, kopi akan diseduh dengan air panas, dicampurkan dengan air dan ditambahkan es batu. Sedangkan cold brew coffee sangat berbeda. Untuk mengeluarkan esensi kopi, rasa, dan konsentratnya, kopi akan diseduh menggunakan air dingin atau air suhu ruangan selama 12 hingga 24 jam.

Melalui proses ini, cita rasa yang dihasilkan akan berbeda dengan kopi hitam biasa, yaitu menjadi lebih tidak asam dan memiliki rasa yang lebih kental. Rasa yang lebih kental ini didapat dari hasil penyeduhan selama berjam-jam.

Akibatnya konsentrasi kopi dapat menyatu lebih banyak dengan air. Untuk jenis kopi hitam biasa, rasio antara kopi dan air berkisar antara 1:15 atau 1:25, kopi jenis cold brew memiliki rasio kopi dan air sekitar 1:4 dan 1:8, cukup jauh bukan?

Kopi cold brew bagi kesehatan

Dampak dari cara penyeduhan kopi yang unik ini membuat kopi jenis cold brew lebih pekat dibandingkan dengan kopi hitam biasa. Dengan kopi yang lebih pekat, kadar kafein dalam sajian kopi tersebut bisa menjadi lebih tinggi. Jumlah kafein yang lebih tinggi bukan berarti menjadikan suatu kopi lebih sehat atau lebih berbahaya.

Selama Anda mengetahui ambang toleransi diri sendiri terhadap kafein, dan tidak mengonsumsi secara berlebihan, maka Anda tidak perlu khawatir.  Dalam sekitar 300 mL kopi cold brew, terkandung sekitar 300 – 350 mg kafein.

Sedangkan kopi hitam biasa, mengandung sekitar 200 – 300 mg kafein dalam sekitar 300 mL kopi. Untuk mengurangi konsentrasi kafein pada kopi cold brew, biasanya dapat ditambahkan beberapa es batu atau ditambahkan kembali air dingin.

Perlu diingat bahwa dosis kafein yang disarankan setiap harinya untuk dikonsumsi berbeda antara pria dan wanita. Untuk wanita disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 – 300 mg. Sedangkan untuk pria, sekitar 300 – 400 mg kafein setiap harinya.

Hindari pula mengonsumsi kopi lebih dari enam cangkir dalam sehari. Pasalnya, menurut penelitian, konsumsi kopi berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 22 persen. Terutama apabila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi, jumlah kafein yang Anda konsumsi setiap harinya harus sangat dibatasi dan diperhatikan.

Pada prinsipnya, selama kita mengetahui batasan-batasan tersebut, mengonsumsi kopi menjadi tidak berbahaya. Antara kopi hitam biasa dan cold brew tidak ada yang lebih sehat daripada yang lain. Tidak perlu khawatir, Anda dapat tetap mengonsumsinya sesuai dengan selera masing-masing.

[RPA/AYU]