Kondom Bisa Kedaluwarsa Lebih Cepat, Ini Tanda-Tandanya

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondom kedaluwarsa lebih cepat. Kenali tanda-tandanya agar fungsinya tetap efektif.
Kondom Bisa Kedaluwarsa Lebih Cepat (Foto: Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondom atau jaswadi adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual (PMS). Alat ini juga mudah digunakan dan didapat. Kondom umumnya berbahan elastis seperti karet. Namun, tahukah Anda bila kondom – dalam hal ini kondom untuk pria - bisa kedaluwarsa lebih cepat?

Alat kontrasepsi juga memiliki masa kedaluwarsa. Ketika kondom sudah kedaluwarsa, efektivitasnya menjadi berkurang. Biasanya, masa kedaluwarsa kondom mencapai 3-5 tahun sejak mulai produksi. Tapi hati-hati, kondom bisa kedaluwarsa lebih cepat karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.

Baca Juga

Dilansir dari Healthline, beberapa faktor tersebut yaitu bahan kondom alami (usus domba atau sintetik seperti lateks), cara dan tempat penyimpanannya, juga kandungan tambahan seperti spermatisida.

Meskipun tanggal kedaluwarsa sudah tercetak di bungkus, namun faktor-faktor di atas dapat mempercepat masa kedaluwarsa. Hal ini kadang tidak disadari sehingga menurunkan kualitas kondom.

Artikel lainnya: Bahaya di Balik Penggunaan Kondom Kedaluwarsa

Oleh karena itu, sebelum Anda berhubungan intim dan akan menggunakan alat kontrasepsi, kenali tanda-tanda kondom kedaluwarsa di bawah ini.

  1. Perubahan Bungkus Kondom

Kondom beserta pelumasnya biasanya terbungkus dengan timah pembungkus. Pembungkus ini adalah bahan yang tahan lama. Bila terjadi perubahan pada pembungkus tersebut, hal ini bisa menjadi petunjuk terkait kualitas atau masa kedaluwarsa jaswadi tersebut.

Ciri-ciri ‘sarung’ proteksi telah kedaluwarsa adalah perubahan warna pada timah pembungkus. Jika warna dari pembungkus sudah mulai pudar, maka sebaiknya jangan digunakan. Selain itu, bila pada timah pembungkus terdapat sobekan, bolong, atau terasa licin karena kebocoran pelumas dari dalam, sebaiknya kondom tersebut tidak digunakan.

  1. Terdapat Lubang atau Sobekan pada Kondom

Untuk memeriksa apakah kondom sudah kedaluwarsa atau belum, sobek dan keluarkan kondom dari dalam pembungkus. Gunakan dengan cara menekan ujung sarung pelindung kelamin pria ini, lalu letakkan pada ujung penis dan tarik gulungan kondom hingga meliputi seluruh penis.

Lalu, perhatikan baik di ujung maupun di sisi-sisi lainnya. Cek apakah ada lubang kecil, lubang yang tertarik, atau sobekan. Jika ada, tentu fungsi kondom menjadi tidak efektif.

Artikel lainnya: Fakta di Balik Pelumas Seks yang Perlu Anda Tahu

  1. Kering

Ketika Anda membuka timah pembungkus dan kondom dalam keadaan kering, dapat dikatakan kondom tersebut sudah kedaluwarsa. Meski Anda menggunakan gel pelumas, air, petroleum jelly, atau krim pelembap pada kondom kedaluwarsa, tetap saja tidak efektif karena kualitas kondom sudah buruk. Bahan-bahan tersebut justru dapat meningkatkan risiko kondom sobek.

  1. Lengket

Ketika Anda membuka timah pembungkus dan alat kontrasespsinya masih memiliki pelumas namun terasa lengket, sebaiknya jangan digunakan. Selain tidak efektif, risiko alergi pada Anda atau pasangan bisa terjadi.

Baca Juga

 

  1. Bau Tidak Sedap

Tanda ini merupakan salah satu yang paling jelas. Karena bau yang tidak sedap ini dapat langsung tercium. Lebih baik gunakan kondom yang baru dan tidak kedaluwarsa.

Itulah tanda-tanda kondom kedaluwarsa yang harus Anda ketahui. Teliti sebelum membeli dan perhatikan cara penyimpanannya, karena kondom bisa kedaluwarsa lebih cepat. Gunakan kondom dengan cermat agar terhindar dari efek buruk dan penyakit menular seksual.

(FR/RPA)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Plus Minus Alat Kontrasepsi Pria

Info Sehat
30 Jul

5 Mitos tentang Kondom yang Tak Perlu Anda Percaya

Info Sehat
11 Jul

Bolehkah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Seks?

Info Sehat
13 Jun

Bisakah Kondom Mencegah Kanker Serviks?

Info Sehat
24 Mei

Benarkah KB Bisa Turunkan Risiko Kanker Serviks?

Info Sehat
18 Apr

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk