7 Tipe Skoliosis dan Penyebabnya

Berdasarkan beberapa faktor, terdapat ragam tipe skoliosis dan penyebabnya. Simak ulasan lengkapnya lewat artikel ini.
Ilustrasi Skoliosis (Foto: Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Skoliosis adalah suatu kelainan pada tulang belakang, membuatnya melengkung ke samping. Tulang belakang penderita melengkung seperti membentuk huruf “C” atau “S”. Berdasarkan beberapa faktor, Anda mesti mengetahui beberapa tipe skoliosis dan penyebabnya.

Kelengkungan pada tulang belakang ini dapat memperlihatkan beberapa tanda. Misalnya, satu bahu tampak lebih tinggi dari bahu sebelahnya, posisi berdiri yang cenderung bersandar ke satu sisi tubuh, atau tulang panggul lebih menonjol pada satu sisi.

Baca Juga

Gejala lainnya adalah nyeri punggung dan gangguan dalam bernapas karena berkurangnya area di dada untuk paru-paru dapat mengembang.

Klasifikasi Tipe Skoliosis

Beberapa faktor dapat dijadikan patokan untuk membedakan tipe skoliosis. Namun, skoliosis umumnya dibedakan berdasarkan penyebab dan waktu munculnya.

1. Skoliosis Kongenital

Pada tipe ini, bayi sudah memiliki skoliosis saat dilahirkan. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh kelainan pertumbuhan tulang belakang semasa bayi dalam kandungan. Misalnya, ada beberapa bagian tulang belakang yang tidak terbentuk atau hanya terbentuk sebagian. Jenis skoliosis ini tergolong jarang ditemui.

2. Early Onset Scoliosis

Tipe skoliosis ini biasanya ditemukan pada anak-anak yang belum memasuki usia remaja, tepatnya di bawah usia 10 tahun.

Anak-anak dengan skoliosis early onset ini berisiko mengalami gangguan fungsi paru. Pada anak-anak, pertumbuhan tulang masih berlangsung, sehingga skoliosis berpotensi memburuk dan dapat menyebabkan cacat pada tulang rusuk. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi paru.

Penanganan skoliosis ini bisa menantang karena populasi tidak homogen, sering kali kompleks secara medis, dan terkadang membutuhkan beberapa tindakan operasi.

3. Adolescent Idiopathic Scoliosis

Ini merupakan jenis skoliosis yang paling banyak ditemukan, yaitu skoliosis pada usia 10-18 tahun. Kata “idiopathic” merujuk pada penyebab skoliosis yang belum diketahui. Meskipun dapat ditemukan pada laki-laki maupun perempuan, tetapi jenis skoliosis ini lebih banyak menyerang perempuan.

4. Skoliosis Degeneratif

Pada tipe ini, skoliosis terdiagnosis setelah dewasa (sering kali di atas usia 50 tahun). Penyebab terseringnya adalah proses penuaan, sehingga dapat menyebabkan skoliosis pada mereka yang sebelumnya memiliki tulang belakang normal, atau perburukan pada mereka yang sebelumnya sudah terdiagnosis memiliki skoliosis.

Proses penuaan dapat menyebabkan kerusakan pada sendi dan bantalan antar tulang pada tulang belakang. Kerusakan yang tidak serupa pada semua ruas tulang belakang dapat menyebabkannya menjadi melengkung ke samping.

1 dari 2

Selanjutnya

loading

5. Skoliosis Neuromuskuler

Ilustrasi Skoliosis
loading

Skoliosis jenis ini disebabkan oleh berbagai masalah pada sistem saraf (termasuk otak dan sumsum tulang belakang) atau otot. Contohnya antara lain adalah lumpuh otak (cerebral palsy) dan distrofi otot Duchenne (Duchenne muscular dystrophy).

Sistem saraf dan otot diperlukan untuk menyokong tulang belakang. Jadi, bila terjadi gangguan pada sistem tersebut, skoliosis dapat terjadi.

Kondisi skoliosis umumnya dapat berkembang memburuk, terutama pada orang-orang yang tidak mampu berjalan.

6. Syndromic Scoliosis

Kondisi ini merupakan skoliosis yang muncul sebagai akibat dari sindrom tertentu (kumpulan gejala yang muncul secara bersamaan). Umumnya, mereka yang terkena sindrom ini (yang kerap berhubungan dengan masalah pada jaringan ikat tubuh) sudah diketahui berisiko mengalami skoliosis, sehingga sering kali dilakukan deteksi dini.

Sindrom yang dimaksud di antaranya adalah: sindrom Marfan, sindrom Ehlers-Danlos, sindrom Down, sindrom Prader-Willi, sindrom Rett, dan sindrom Beale.

Baca Juga

7. Kifosis Scheuermann

Kifosis adalah kelainan tulang belakang ketika terjadi lengkungan abnormal ke arah depan (membungkuk). Kondisi ini disebabkan oleh perbedaan laju pertumbuhan antara bagian depan dan belakang dari tulang belakang semasa anak-anak, yang mana bagian depan tumbuh lebih lambat. Akibatnya, terjadi kelainan bentuk tulang belakang yang menyebabkannya tidak dapat tertumpuk dengan rapi, sehingga melengkung ke depan.

Sejauh ini, berdasarkan tipe skoliosis dan penyebabnya yang sudah dijelaskan, bisa ditarik kesimpulan bahwa beberapa kelainan dapat menyebabkan kelainan tulang belakang ini. Periksa ke dokter bila ada tanda-tanda skoliosis pada anak. Kelengkungan tulang belakang seringan apa pun dapat berkembang tanpa disadari orang-orang di sekitarnya, karena umumnya muncul secara bertahap dan tidak menimbulkan rasa sakit.

(RN/RPA)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Yoga untuk Mengatasi Kelainan Tulang Belakang

Info Sehat
06 Sep

Sering Nyeri Punggung? Waspada Risiko Skoliosis

Info Sehat
20 Agt

Anak Masuk Sekolah, Waspadai Tas Ransel yang Terlalu Berat

Info Sehat
18 Jul

Benarkah Tinggi Badan di Pagi dan Malam Hari Berbeda?

Info Sehat
18 Sep

Brace, Cara Menangani Skoliosis Tanpa Operasi

Info Sehat
18 Jul

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk