3 Hal yang Bikin Kondom Kedaluwarsa Lebih Cepat

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 16 Dec 2019, 11:30 WIB
Seperti halnya makanan, kondom juga bisa kedaluwarsa. Kenali penyebab dan ciri kondom expired agar Anda tidak terkena dampak buruknya.
3 Hal yang Bikin Kondom Kedaluwarsa (Foto: Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Segala sesuatu yang sudah ‘basi’ sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk makanan, tapi juga kondom. Ya, alat kontrasepsi ini bisa kedaluwarsa. Waspada, penggunaan kondom kedaluwarsa bisa mengancam kesehatan Anda!

Faktanya, kondom adalah alat kontrasepsi yang fungsinya tidak hanya membantu mencegah kehamilan. Benda yang umumnya berbahan dasar lateks ini juga bisa menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS), seperti seperti gonore atau kencing nanah, sifilis atau raja singa, bahkan HIV/AIDS.

Nah, ketika kondom sudah expired, efektivitas benda ini untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut akan musnah. Dengan kata lain, penggunaan kondom kedaluwarsa membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit menular seksual.

Karenanya, Anda mesti memerhatikan expiration date atau tanggal kedaluwarsa yang biasanya tertera di kemasan kondom sebelum menggunakannya. Selain itu, Anda juga mesti ‘memperlakukan’ kondom dengan baik agar alat kontrasepsi ini tidak kedaluwarsa sebelum waktunya.

Artikel Lainnya: Bagaimana Kondom Mencegah Kehamilan?

1 of 2

Penyebab Kondom Kedaluwarsa Sebelum Waktunya

Penyebab Kondom Kedaluwarsa (Foto: Shutterstock)
Penyebab Kondom Kedaluwarsa (Foto: Shutterstock)

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan kondom lebih cepat kedaluwarsa.

  1. Bahan dasar

Materi atau bahan dasar kondom merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi masa kadaluwarsa benda ini.

Zaman dahulu, kondom terbuat dari bahan alami, seperti usus domba atau kulit kambing. Namun saat ini, kondom lebih banyak terbuat dari bahan sintetik seperti lateks, polyurethane, dan polyisoprene.

Kondom berbahan alami lebih cepat mengalami kedaluwarsa (hanya 1 tahun). Kondom jenis ini juga tidak melindungi penggunanya dari penyakit menular seksual.

Sementara itu, kondom berbahan lateks dan polyurethane merupakan yang paling tahan lama bahkan usianya bisa mencapai 5 tahun. Sedangkan, kondom polyisoprene bisa mencapai 3 tahun apabila disimpan dengan cara yang benar.

  1. Cara Penyimpanan

Selain bahan, cara penyimpanan kondom memengaruhi daya tahan alat kontrasepsi ini. Dengan penyimpanan yang kurang tepat, kondom bisa kedaluwarsa lebih cepat.

Menyimpan kondom pada kondisi yang hangat, panas, atau lembap dapat menurunkan kualitasnya. Dari mulai keringnya pelumas pada kondom, hingga ketahanan bahan kondom itu sendiri.

Artikel Lainnya: Cara Pakai Kondom yang Benar

Selain itu, menyimpan kondom dalam suatu wadah atau tempat yang tergabung dengan benda tajam juga tidak disarankan. Karenanya, Anda sebaiknya tidak menyimpan kondom di dalam dompet, tempat pensil, atau tempat make up. Tindakan tersebut bisa membuat kondom tertusuk benda tajam sehingga efektivitasnya menghilang.

  1. Kandungan dalam Kondom

Produsen kondom biasanya memberikan zat atau kandungan tambahan untuk mendukung fungsi alat kontrasepsi ini. Mulai dari pelumas, spermisida (zat untuk mematikan sel sperma ketika ejakulasi), obat anestesi (agar tahan lama), hingga perasa.

Di antara zat-zat tersebut, spermisida adalah zat yang dapat mempercepat masa kedaluwarsa kondom hingga 2 tahun.

Kondom yang sudah kedaluwarsa biasanya akan mengalami banyak perubahan, di antaranya:

  • Perubahan warna timah pembungkus kondom menjadi luntur.
  • Terdapat sobekan atau lubang pada pembungkus ataupun kondomnya.
  • Kondom tampak kering dan kesat.
  • Cairan pelumas terasa lengket.
  • Keluar aroma tidak sedap.

Jika tetap memaksakan diri untuk menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa, risiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, tertular penyakit menular seksual, iritasi hingga alergi bisa saja Anda alami sebagai akibatnya.

Maka dari itu, perhatikan kondom yang hendak Anda gunakan dengan teliti. Apabila sudah terdapat tanda atau ciri kondom kedaluwarsa, sebaiknya hindari untuk menggunakannya. Ingat, keamanan adalah yang utama. Jangan sampai ‘masa depan’ Anda dan pasangan terancam gara-gara penggunaan kondom kedaluwarsa.

(NB/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓