Stop Kebiasaan Ini Jika Tak Mau Kesehatan Saraf Tepi Terganggu

Oleh dr. Rio Aditya pada 26 Dec 2019, 08:00 WIB
Ada beberapa kebiasaan yang membuat kesehatan saraf tepi terancam. Ketahui apa saja dan segera hentikan kebiasaan tersebut.
Stop Kebiasaan Ini Jika Tak Mau Kesehatan Saraf Tepi Terganggu

Klikdokter.com, Jakarta Neuropati perifer adalah gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf perifer atau sistem saraf tepi. Penyebab terseringnya adalah penyakit serta gaya hidup meliputi kebiasaan tertentu. Ternyata, ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat mengancam kesehatan saraf tepi. Apa saja?

Mengenal neuropati perifer

Sistem saraf tepi merupakan jaringan saraf dari ujung jari kaki hingga kembali ke otak. Sistem saraf ini berfungsi untuk meneruskan sinyal ke otak melalui stimulus yang didapat, kemudian dikirim kembali ke otak.

Pada kondisi tertentu, seperti saraf terjepit, kekurangan vitamin B, dan penyakit kronis seperti diabetes, sistem saraf tepi bisa terganggu. Kondisi ini disebut sebagai neuropati perifer.

Tanda gejala neuropati perifer yang biasanya muncul antara lain:

  • Sensasi baal dan kesemutan pada tangan dan kaki, yang bisa menjalar ke lengan dan tungkai
  • Nyeri yang tajam, rasanya seperti ditusuk-tusuk, serta sensasi terbakar.
  • Lebih sensitif terhadap sentuhan
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan
  • Kelemahan otot (jika terkena saraf motorik)
1 of 2

Kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan saraf tepi

Selain penyakit atau gangguan yang disebutkan di atas, ternyata adanya masalah pada saraf tepi juga bisa disebabkan oleh kebiasaan yang mungkin terdengar simpel, tetapi bila dilakukan terus-menerus dapat merusak fungsi sistem saraf tepi.

Kebiasaan yang dimaksud antara lain:

  1. Konsumsi gula berlebihan

Saraf di seluruh tubuh dapat mengalami kerusakan apabila gula darah dalam tubuh kadarnya tinggi dalam waktu yang lama. Gula yang dimaksud adalah dari aneka minuman dengan pemanis buatan dan makanan yang tinggi karbohidrat simpleks seperti nasi putih.

  1. Kebiasaan duduk

Untuk orang-orang yang sering duduk dalam waktu yang lama di depan komputer, menjaga postur tubuh sangat penting.

Struktur tulang belakang manusia diciptakan sedemikian rupa untuk melindungi saraf-saraf yang ada di sekitarnya. Apabila posisi duduk tidak berada pada posisi netral tulang punggung, maka kebiasaan ini lama-kelamaan dapat meningkatkan risiko terganggunya serabut saraf yang berada di sekitar tulang belakang.

Selain itu, bantalan tulang belakang bisa menurun kualitasnya akibat distribusi beban yang tidak seimbang, sehingga suatu saat dapat menekan saraf tepi.

  1. Terlalu lama bermain gawai

Tak sedikit orang yang banyak menghabiskan waktu dengan gawainya, entah itu bermain gim, berselancar di media sosial, menonton, dan sebagainya.

Tingginya intensitas penggunaan gawai, seperti smartphone atau tablet, akan memaksa tubuh sedikit membungkuk atau menunduk pada posisi yang sama dalam waktu lama, atau tangan terjepit bantal atau kursi. Kebiasaan ini dapat merusak sistem saraf tepi.

Bila kebiasaan tersebut tidak segera dihentikan, lama-lama saraf yang ada ada di sekitarnya dapat mengalami tekanan dan kurang mendapatkan suplai nutrisi. Akibatnya, saraf menjadi bengkak dan mengalami kerusakan.

Pernahkah Anda mengalami kesemutan dan nyeri tajam seperti tersetrum saat sedang main gawai atau mengetik dengan laptop? Jika ya, sebaiknya rehat sejenak dan regangkan sendi-sendi Anda.

  1. Kecanduan alkohol dan defisiensi vitamin

Defisiensi vitamin dan alkoholisme dapat menyebabkan kerusakan luas pada jaringan saraf. Vitamin E, B1, B6, B12, dan niasin sangat penting untuk fungsi saraf yang sehat.

Secara khusus, defisiensi vitamin B1 umum ditemui pada pecandu alkohol, karena seringnya mereka memiliki pola makan yang buruk. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan nyeri neuropati pada ekstremitas atau anggota gerak.

Sejumlah peneliti percaya bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi langsung pada kerusakan saraf, yang mana kondisi ini disebut sebagai neuropati alkoholik.

Secara umum, gangguan sistem saraf tepi atau neuropati perifer dapat menimbulkan gejala seperti kelemahan pada otot yang terkena (contohnya jari-jari tangan), kesemutan, berkurangnya sensasi (baal), kulit menjadi kering, hingga nyeri terus-menerus tanpa sebab.

Tak hanya menghindari faktor risiko dan pencetusnya, Anda juga perlu memperhatikan asupan nutrisi untuk saraf.

Selain membutuhkan oksigen yang didapat dari darah, saraf juga membutuhkan vitamin yang baik untuk saraf seperti vitamin B1, B6, dan B12. Bila asupannya terpenuhi, maka risiko terjadi gangguan saraf tepi pun bisa dicegah.

Sistem saraf tepi dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bila tak mau kesehatan saraf tepi terganggu, yuk, segera hentikan kebiasaan tersebut dan konsisten hidup sehat!

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓