2 Warna Lampu untuk Tidur dan Efeknya bagi Kesehatan
searchtext customer service

Warna Cahaya Lampu yang Baik untuk Tidur

Ada alasan untuk tidak sembarang pilih warna bola lampu untuk penerangan pada malam hari. Inilah warna cahaya lampu terbaik agar tidurmu nyenyak.
Warna Cahaya Lampu yang Baik untuk Tidur

Klikdokter.com, Jakarta Karena tak bisa tidur dalam keadaan gelap gulita atau takut gelap, banyak orang yang mengandalkan penggunaan lampu tidur dengan cahaya redup. 

Namun, penting untuk memperhatikan warna cahaya lampu yang tepat. Pasalnya jika salah pilih, maka kualitas tidur kamu bisa terganggu!

Apa warna lampu untuk tidur yang baik? Yuk, ketahui selengkapnya di bawah ini agar tidurmu selalu nyenyak. 

Hubungan Antara Warna Lampu dan Kualitas Tidur

Hubungan Antara Warna Lampu dan Kualitas Tidur

Ada sebuah penelitian yang berusaha menelaah hubungan antara warna cahaya/lampu dan kualitas tidur. 

Penelitian ini melihat dampak paparan cahaya biru (blue light) pada gadget, yang dikatakan dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang. 

Artikel Lainnya: Tips Memilih Lampu yang Aman untuk Kesehatan Mata

Peneliti dari Universitas Manchester, Inggris, mengatakan bahwa cahaya biru dari gadget bukan masalah utamanya, melainkan seberapa hangat dan terang cahaya yang dihasilkan.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki siklus tidur alaminya masing-masing. Jam biologis tersebut selaras dengan lingkungan seseorang tinggal—bangun saat terang dan tidur saat gelap.

Namun, banyak ahli yang sudah lama mencurigai paparan cahaya artifisial dapat mengganggu siklus tersebut. 

Lalu, banyak pula ahli yang mengatakan bahwa cahaya artifisial berwarna biru yang terpancar dari perangkat elektronik, memiliki efek paling kuat.

Pilihan Warna Lampu untuk Tidur

Pilihan Warna Lampu untuk Tidur

Jika ingin tidurmu lebih nyenyak, penting untuk memperhatikan warna lampu yang tepat. Berikut ini dua warna lampu yang bagus untuk tidur: 

1. Merah

Sebuah studi dalam The Journal of Neuroscience pada tahun 2013 menyebutkan, paparan cahaya putih dan biru meningkatkan gejala mirip depresi (percobaan pada hamster, bukan manusia). 

Namun, efek tersebut tidak ditemukan pada paparan cahaya merah.

Selain itu, ada pula studi tahun 2017 yang dilakukan oleh Universitas Haifa, Israel. Para peneliti menginvestigasi cahaya lampu dan pengaruhnya terhadap jadwal tidur. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Atur Lampu Kamar Anak untuk Perkembangannya

Temuannya, cahaya biru rata-rata pangkas 16 menit waktu tidur dan memperlambat produksi melatonin (hormon pemicu kantuk).

Sebaliknya, cahaya merah dapat membantu memproduksi kadar melatonin yang hampir sama banyaknya ketika gelap, serta tidak terlalu mengganggu ritme sirkadian dibandingkan dengan cahaya lainnya.

2. Amber

Warna amber adalah warna yang hangat, berada di tengah antara kuning dan oranye. 

Jenis warna ini dapat membantu meningkatkan sekresi melatonin, sehingga bisa meningkatkan mood dan kesehatan mental. 

Warna amber juga bisa membuatmu lebih mudah untuk terlelap. Jadi, selain merah redup, kamu dapat memilih warna cahaya lampu amber yang baik untuk tidur.

Namun, Tetap Lebih Baik Tidur Tanpa Cahaya

Namun, Tetap Lebih Baik Tidur Tanpa Cahaya

Sebenarnya yang paling baik adalah tidur tanpa cahaya. Karena pada dasarnya, paparan cahaya akan menstimulasi tubuh dan pikiran serta membuatmu lebih waspada. 

Karena itu, bila pada waktunya tidur kamu masih terpapar cahaya terang, dampaknya besar pada kecukupan dan kualitas tidur. Kamu jadi lebih sulit tertidur dan akan sering terbangun.

Artikel Lainnya: Kabar Baik, Tidur dengan Selimut tebal Efektif Redakan Cemas

Pengaruh tersebut berkaitan dengan hormon melatonin. Melatonin adalah hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar pineal, berfungsi untuk mengatur siklus tidur. 

Hormon ini menjadwalkan tubuh untuk bangun dan tertidur, termasuk mengatur ritme saraf dan hormon saat tidur dan bangun. 

Melatonin bekerja secara sinkron dengan cahaya. Kadar melatonin di dalam darah secara alami mulai naik pada sore hari, ketika cahaya mulai gelap. 

Kadarnya akan semakin meningkat pada malam hari. Bila pagi tiba, kadarnya akan menurun drastis dan tetap rendah sepanjang siang.

Saat malam tiba, hormon ini memberikan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk beristirahat. Berikutnya, sinyal ini membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur. 

Tandanya adalah otot-otot terasa rileks, rasa kantuk meningkat, dan penurunan suhu tubuh.

Bila kemudian ada paparan cahaya buatan di kamar tidur, seperti lampu terang, televisi, atau gadget, maka produksi melatonin bisa terhambat. 

Akibatnya, seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur. Durasi waktu tidur pun menjadi lebih singkat.

Baca Juga

Namun, kembali lagi, jika kamu tak bisa atau takut tidur dalam keadaan gelap, warna lampu yang baik untuk tidur berdasarkan studi adalah kemerahan yang redup dan amber. 

Untuk #JagaSehatmu, baca artikel kesehatan lainnya hanya di aplikasi KlikDokter. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam. Gratis!

[RS]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Zakya Radhita Nasution

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Penyebab Terganggunya Jam Biologis Tubuh

Info Sehat
12 Jun

Berapa Jam Begadang yang Diperbolehkan?

Info Sehat
07 Jun

Penyebab Sesak Napas saat Tidur yang Mesti Anda Waspadai

Info Sehat
02 Jun

Manfaat Tidur Siang untuk Ibu Hamil

Info Sehat
25 Mei

Waspada, Kurang Tidur Bisa Menyebabkan GERD

Info Sehat
20 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat