Sulit Meluapkan Emosi, Mungkin Anda Seorang Alexithymia!

Bukannya tidak pernah merasakan senang atau sedih. Tapi, kondisi sulit meluapkan emosi memang dialami oleh seorang alexithymia. Berikut penjelasannya.
Ilustrasi Seseorang Sulit Meluapkan Emosi, Mungkin Anda Seorang Alexithymia!

Klikdokter.com, Jakarta Mengekspresikan rasa sedih dengan tangis, rasa bahagia dengan tersenyum dan tertawa, serta rasa marah dengan muka yang “seram” memang lumrah dilakukan. Namun, segelintir orang ada yang sulit meluapkan emosinya, meskipun di dalam hati, dia benar-benar merasakannya. Kondisi tersebut dinamakan alexithymia

Perlu diingat bahwa alexithymia bukanlah gangguan mental yang perlu mendapatkan penanganan khusus dari psikolog atau psikiater. Namun, keberadaannya tetap diakui sebagai fenomena psikologis. Seorang alexithymia akan lebih sering membuat bingung atau frustrasi lawan bicaranya karena dia tak pandai dalam menunjukkan emosi yang tengah dirasakan. 

1 dari 3

Penyebab Munculnya Kondisi Alexithymia 

Ilustrasi Alexithymia pada Wanita
loading

Sulitnya seseorang meluapkan emosi sebenarnya masih belum bisa diketahui secara pasti. Kendati demikian, para ahli berpendapat, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik, trauma masa kecil, serta penyakit tertentu yang memang memengaruhi fungsi otak hingga menimbulkan efek seperti ini.

Ditambahkan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ketika anak dibesarkan dengan kepercayaan bahwa mereka tidak boleh menangis, cengeng, atau harus terlihat kuat, saat beranjak besar, dia akan sulit meluapkan emosinya dan kurang berempati.

Artikel lainnya: Kenali 5 Gangguan Mental yang Berbahaya

Adapun untuk masalah trauma, baik trauma fisik maupun psikis sama-sama bisa menyebabkan seseorang mengalami alexithymia. Trauma emosional bisa datang akibat perkataan yang menyakiti hati atau pelecehan seksual di masa lampau. 

“Kondisi tertentu seperti adanya cedera otak (akibat trauma atau benturan) juga bisa menyebabkan seseorang menjadi alexithymia. Ketika terjadi cedera kepala, dapat terjadi gangguan pada sistem saraf dan impuls di otak. Alhasil, emosi yang dialami dan respons yang diekspresikan menjadi tidak sesuai,” jelas dr. Nadia

Tak hanya orang yang mengalami cedera otak, orang dengan riwayat penyakit Parkinson juga bisa mengalami alexithymia.

2 dari 3

Bagaimana Orang Dapat Dikatakan Alami Alexithymia?

Ilustrasi Alexithymia pada Pria
loading

Agar Anda lebih memahami lagi seperti apa orang dengan alexithymia, berikut ciri-ciri yang dapat Anda jumpai: 

  • Sulit mensinkronisasikan antara emosi dan respons tubuh. “Saat orang tersebut kecewa, dia tidak terlihat kecewa, marah, atau cemas. Jika wajah mereka tampak marah dan orang lain menanyakan hal tersebut, mereka akan mengelak,” dr. Nadia berpendapat.
  • Sulit mengidentifikasi dan merespons emosi orang lain.

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Gangguan Mental yang Perlu Anda Tahu

  • Punya cara berpikir yang sangat logis. “Mereka akan membahas hal-hal faktual dengan kering, tanpa emosi. Biasanya orang dengan alexithymia tidak bisa menikmati novel, pertunjukan, atau film yang berfokus pada emosi,” pungkas dr. Nadia.
  • Karena saking logisnya, mereka cenderung jarang berimajinasi. “Bahkan, berhubungan seksual dengan orang alexithymia akan terasa sangat mekanis dan canggung. Orang dengan alexithymia dapat mempelajari teknik-teknik seksual, tapi cenderung tidak spontan dalam melakukannya,” dia menambahkan.
  • Terkesan cuek dengan orang lain, kaku, dan sering menjauhkan diri dari orang lain.

Mereka tetap memiliki emosi, tapi sulit ditampilkan. Alhasil, karena sering ada kesalahpahaman, orang dengan alexithymia kerap tidak puas dengan hidupnya. Alexithymia juga merupakan sebuah spektrum. Oleh karena itu, tingkat keparahan berbeda pada setiap orang. Jika benar-benar parah, ini bisa menjadi suatu hambatan interaksi yang berarti.

Baca Juga

Kabar buruknya lagi, the Scandinavian Journal of Psychology melaporkan, orang dengan alexithymia memiliki tendensi lebih tinggi untuk mengalami gejala mudah lelah, nyeri pada badan, serta pegal-pegal. Mereka pun sering menjadikan alkohol atau makanan sebagai pelampiasan emosi.

Kondisi alexithymia ini bukanlah hal yang berbahaya. Namun, kalau sampai bikin sulit berkomunikasi, tentu akan mengganggu dan mesti diatasi. Misalnya saja dengan terapi kognitif dan perilaku, terapi kelompok, dan skill-based therapy. Jika disebabkan oleh trauma, tentu rasa traumanya mesti diselesaikan terlebih dulu.

[HNS/RPA]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Ini Ciri Anda Mengidap Gangguan Narsistik

Info Sehat
24 Des

Awas Sering Menyalahkan Diri Sendiri Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Info Sehat
22 Des

Kenali Erotomania, Sindrom “Halu” yang Berpikir Dia Dicintai Idolanya!

Info Sehat
20 Des

Sering Menunda Pekerjaan, Apakah Ini Tanda Depresi?

Info Sehat
16 Des

Terus Semangat, Ini Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

Info Sehat
09 Des

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk