7 Akibat Jika Gigi Berlubang Dibiarkan Terlalu Lama
searchtext customer service

Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama? Ini Akibatnya!

Jangan anggap remeh gigi yang berlubang. Berikut ini efek buruk yang bisa Anda rasakan bila terus membiarkan lubang menetap di gigi!
Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama? Ini Akibatnya!

Memiliki gigi berlubang tanpa perawatan bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Bahkan, kondisi ini dapat berdampak fatal.

Tak sedikit orang yang memilih mengonsumsi obat pereda nyeri ketika muncul keluhan sakit gigi akibat gigi berlubang. Padahal, cara tersebut hanya meredakan gejalanya sesaat. Sementara, proses perjalanan penyakit gigi masih terus berlanjut.

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat muncul akibat gigi berlubang dibiarkan terlalu lama:

1. Rasa Ngilu

Dampak gigi berlubang, yang kerusakannya terjadi di lapisan email gigi, adalah rasa ngilu. Rasa ngilu ini akan terjadi beberapa saat, terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin atau panas, makanan yang manis, kental (seperti madu, cokelat, dan lainnya).

Sementara itu, jika kerusakan lubang gigi sudah mencapai lebih dalam lagi, hingga mencapai lapisan dentin, maka akan muncul rasa ngilu yang akan bertahan beberapa detik sampai menit. Kondisi ini akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada tahap ini, Anda mungkin memilih obat pereda nyeri untuk meredakan rasa ngilu tersebut. Namun, gejala pada gigi akan bertambah parah bila dibiarkan tanpa perawatan.

Artikel Lainnya: Mana Lebih Bahaya, Karies Gigi atau Gigi Berlubang?

1 dari 4

2. Rasa Sakit yang Muncul Spontan dan Berdenyut

Rasa Sakit yang Muncul Spontan dan Berdenyut
loading

Bahaya lainnya jika gigi berlubang dibiarkan tanpa perawatan adalah rasa sakit yang muncul spontan dan terasa berdenyut. Biasanya kondisi ini sampai mengganggu tidur malam.

Rasa sakit ini muncul akibat gigi berlubang sudah mencapai kamar pulpa, yang berisi saraf gigi.

Pada tahap ini, obat pereda nyeri mungkin mampu menghilangkan rasa sakit sesaat. Namun, setelah efek dari obatnya hilang, maka rasa nyeri berdenyut akan timbul kembali.

3. Abses Gigi

Walau sudah mengalami rasa nyeri yang hebat, masih ada juga orang yang tidak segera melakukan perawatan ke dokter gigi. Alternatifnya, mereka minum obat pereda nyeri dengan dosis yang lebih tinggi.

Bahkan, tak sedikit orang yang menggunakan minyak cap kakatua, minyak cengkeh, dan lain-lain.

Cara tersebut hanya mampu meredakan gejala, tanpa mengobati penyakitnya. Efek dari gigi berlubang yang tidak dirawat ini malah bisa berubah menjadi abses pada ujung akar gigi.

Abses timbul karena sudah terjadi infeksi pada saraf gigi. Pada tahap ini, nanah hadir di ujung akar gigi tersebut.

Artikel Lainnya: Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut?

2 dari 4

4. Gigi Mudah Retak atau Patah

Gigi Mudah Retak atau Patah
loading

Jika kerusakan pada gigi sudah mulai meluas dan dalam, maka struktur gigi pun akan melemah. Akibatnya, jika digunakan untuk mengunyah makanan yang agak keras, gigi bisa berakibat retak atau patah.

Tidak jarang, garis patahan gigi tersebut terletak di posisi akar gigi, di bawah permukaan gusi.

Dalam kondisi ini, solusi penambalan gigi sudah tidak memungkinan. Kalaupun dilakukan, akan berisiko pada kebocoran tambalan. Jadi, mau tidak mau gigi tersebut perlu dicabut.

5. Terjadinya Sisa Akar Gigi

Kondisi gigi rapuh yang tetap dibiarkan tanpa perawatan, lama-kelamaan akan mulai patah sedikit demi sedikit. Hasilnya, yang tertinggal hanya sisa akar atau sisa mahkota gigi dengan saraf gigi yang sudah mati atau non-vital.

Sisa akar gigi atau sisa mahkota ini merupakan tempat retensi plak dan sisa makanan. Bila banyak sisa makanan yang menumpuk, dapat terjadi peradangan di sekitar akar gigi tersebut. Peradangan sering disertai dengan abses gigi.

Artikel Lainnya: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Jantung?

3 dari 4

6. Ludwig’s Angina

Seorang Wanita Megnalami Ludwig’s Angina
loading

Salah satu bahaya dari membiarkan gigi berlubang tak diobati adalah Ludwig’s angina. Kondisi ini terjadi ketika abses telah menyebar pada rongga sekitar wajah dan timbul pembengkakan yang cepat.

Penderitanya akan merasakan gejala-gejala, seperti demam, lemas, rasa sakit, lidah bengkak, sakit dan kemerahan pada leher, serta kesulitan menelan dan bernapas.

7. Penyakit Jantung

Kesehatan gigi tidak bisa dipisahkan dari kesehatan organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu, jika ada infeksi di gigi berat, bisa menyebabkan penjalaran infeksi ke organ lain, contohnya ke organ jantung.

Salah satu penyakit jantung yang bisa dipicu dari infeksi gigi adalah infeksi di otot bagian dalam jantung (infective endocarditis). Penderita harus segera ditangani oleh dokter karena bisa berdampak fatal, bahkan menyebabkan kematian.

Baca Juga

Itulah akibat yang bisa terjadi jika membiarkan gigi berlubang terlalu lama. Percayalah, obat pereda nyeri bukan solusi untuk gigi berlubang. Begitu pula dengan informasi yang beredar di internet. Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan gigi berlubang ke dokter gigi.

Konsultasikan masalah seputar gigi dan mulut kepada dokter melalui layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

drg. Fransiska Uli Arta Panjaitan, Sp. Perio

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia
wallet
Rp. 30.000
avatar

drg. Max Johnson, Sp. BM

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Begini Cara Menjaga Kebersihan Sikat Gigi Elektrik

Info Sehat
10 Des

Mengenal Dental Splinting, Perawatan untuk Gigi yang Goyang

Info Sehat
10 Des

Makanan dan Minuman Ini Sebabkan Gigi Kuning

Info Sehat
09 Des

Mengenal Perawatan Gigi Minimally Invasive Dentistry

Info Sehat
07 Des

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pasien Cuci Darah

Info Sehat
06 Des

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat