Kesalahan Menyiapkan MPASI yang Umum Dilakukan Orang Tua

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 07 Jan 2020, 14:05 WIB
Makanan bayi mesti disiapkan dengan cara yang benar. Pasalnya, kesalahan menyiapkan MPASI dapat berpengaruh langsung pada nutrisi yang didapat si Kecil.
Kesalahan Menyiapkan MPASI yang Umum Dilakukan Orang Tua

Klikdokter.com, Jakarta Makanan Pendamping ASI alias MPASI adalah asupan wajib untuk bayi yang telah menginjak usia 6 bulan atau lebih. Dengan makanan padat bayi yang seimbang, kebutuhan nutrisi si Kecil untuk tumbuh kembang pun akan dapat terpenuhi.

Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang kesulitan dan justru melakukan kesalahan menyiapkan MPASI. Alhasil, kebutuhan nutrisi si Kecil tidak terpenuhi. Dengan menyiapkan makanan dengan cara yang salah, kesehatan si Kecil juga bisa terancam, lho!

1 of 3

Kesalahan Menyiapkan MPASI

Ilustrasi Ibu sedang Menyiapkan MPASI
Ilustrasi Ibu sedang Menyiapkan MPASI

Supaya tidak terulang lagi, berikut ini adalah beberapa kesalahan menyiapkan MPASI yang wajib Anda ketahui. Jangan diulangi, ya!

  1. Higienitas Tidak Terjaga

Sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang dengan sempurna. Karenanya, kuman yang masuk ke dalam tubuh sudah pasti akan menimbulkan masalah kesehatan.

Mulut merupakan salah satu ‘pintu’ masuknya kuman ke dalam tubuh. Itu sebabnya, menjaga higienitas bahan makanan atau alat-alat selama mempersiapkan MPASI sangatlah penting.

Supaya tidak salah menyiapkannya, Anda perlu terlebih dahulu mencuci alat-alat yang digunakan dalam prosesnya. Cucilah sendok, mangkuk, pisau, serta talenan menggunakan air mengalir dan sabun. Hindari penggunaan wadah untuk mengolah bahan mentah dan matang secara bersamaan.

Bahan makanan, seperti sayuran dan buah-buah perlu dicuci sebelum diolah. Sumber bahan mentah, seperti daging dan telur juga harus sepenuhnya matang. Jangan lupa mencuci tangan Anda sebelum memberikan MPASI kepada si Kecil.

Artikel Lainnya: Sebelum Memberi MPASI pada Bayi, Pahami 6 Hal Ini

  1. Cara Penyimpanan yang Salah

Anda tahu bahwa bahan makanan yang tidak disimpan dengan baik dapat terkontaminasi kuman, bukan? Maka itu, pastikan Anda menyimpan MPASI dengan cara yang tepat.

Makanan harus disimpan di lemari pendingin dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius. Pisahkan penyimpanan daging, ikan atau bahan mentah lain dengan makanan yang telah dimasak, supaya tidak terjadi kontaminasi.

Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin namun terlambat disimpan (lebih dari dua jam) sebaiknya tidak dikonsumsi lagi. Makanan beku yang sudah dimasak juga tidak disarankan untuk dibekukan kembali.

  1. Tekstur Makanan Tidak Sesuai

Tekstur MPASI penting untuk disesuaikan dengan usia si Kecil. Hal ini berhubungan dengan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan.

Jika Anda abai akan hal tersebut, si Kecil berisiko tersedak dan mengalami hambatan dalam perkembangan otot mulut.

Bayi usia 6–9 bulan sebaiknya diberikan MPASI dengan tekstur bubur halus (pure) atau makanan lumat. Sedangkan si kecil berusia 9–12 bulan boleh diberikan makanan yang dicincang atau yang bisa digenggam sendiri. Mencapai usia di atas 12 bulan, si Kecil bisa diberikan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

  1. Mencampur Makanan Sejak Awal

Pengenalan MPASI pertama kali saat usia enam bulan sebaiknya dilakukan dengan memberikan makanan satu per satu secara bervariasi. Hal ini bertujuan agar si Kecil lebih mengenal rasa, juga untuk mengetahui jika terdapat alergi pada makanan tertentu.

Jika sudah tiba saatnya mencampur makanan, hindari mengombinasikan sajian matang dan mentah sebagai MPASI untuk si Kecil.

Artikel Lainnya: Pola Makan MPASI Sesuai Tahapan Usia si Kecil

  1. Nutrisi Tidak Seimbang

Tidak boleh asal kenyang, pemberian MPASI untuk si Kecil wajib memperhatikan nutrisi di dalamnya. Perlu Anda ketahui, usia di bawah dua tahun merupakan masa untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. Jika terdapat nutrisi dari MPASI yang kurang, proses tersebut akan terhambat.

Itu sebabnya, pastikan menu MPASI si Kecil mengandung energi, protein, mikronutrien seperti zat besi, seng (zinc), dan berbagai jenis vitamin dalam jumlah seimbang.

  1. Protein Nabati daripada Hewani

Kesalahan menyiapkan MPASI yang sering dilakukan adalah kurangnya pemberian protein hewani, seperti daging merah, ayam, dan ikan.

Seringkali, Anda malah mengutamakan sayur dan buah dalam MPASI. Padahal, nutrisi yang terkandung dalam protein hewani sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

  1. Pemberian Minuman Selain ASI

Banyak yang menganggap bahwa bayi yang sudah MPASI dapat menerima minuman selain ASI.

Padahal, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa minuman selain ASI, seperti susu sapi dan jus buah tidak boleh diberikan sebelum si Kecil genap berusia 12 bulan.

2 of 3

Cara Mempersiapkan MPASI yang Tepat

Ibu sedang Mempersiapkan MPASI
Ibu sedang Mempersiapkan MPASI

Sebenarnya, menyiapkan MPASI tidak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya perlu memenuhi empat syarat pemberian MPASI berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu seperti ini.

  • Tepat Waktu. MPASI wajib segera diberikan sejak si Kecil menginjak usia 6 bulan.
  • Tepat Cara Pemberiannya. MPASI mesti memiliki tekstur dan porsi yang disesuaikan dengan usia bayi.
  • Higienis. Proses pengolahan, penyimpanan, dan pemberian MPASI mesti dilakukan dengan cara yang higienis.
  • Mengandung Nutrisi yang Lengkap. MPASI mesti tersusun atas menu yang sehat dan mengandung nutrisi lengkap untuk bayi.

Perhatikan dengan saksama syarat dan prinsip dalam menyiapkan MPASI. Hindari mengulangi kesalahan menyiapkan makanan bayi tersebut. Ini agar kebutuhan nutrisi si Kecil senantiasa terpenuhi. Dengan ini, si buah hati akan sehat dan memiliki tumbuh kembang yang terus optimal.

(NB/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓