Mungkinkah Komplikasi Anemia Sebabkan Kematian?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 08 Jan 2020, 17:05 WIB
Anemia atau kurang darah adalah kondisi rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Apakah kondisi ini bisa sampai sebabkan komplikasi hingga kematian?
Mungkinkah Komplikasi Anemia Sebabkan Kematian?

Klikdokter.com, Jakarta Anemia atau kekurangan darah bisa sangat berbahaya karena terjadi secara perlahan dan kerap tidak disadari oleh penderitanya. Bila tidak ditangani dengan benar, apakah salah satu komplikasi anemia bisa sampai sebabkan kematian?

Anemia adalah masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi anemia secara global cukup tinggi, berkisar 40-88 persen.

Anemia banyak terjadi pada anak-anak, wanita hamil, hingga kelompok usia lanjut. Namun, di Indonesia, kondisi anemia paling sering terjadi pada wanita usia subur (remaja putri maupun wanita hamil). Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tercatat 48,9 persen wanita hamil di Indonesia mengalami anemia.

Tingkat Keparahan Anemia

Normalnya, kadar hemoglobin dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin. WHO menentukan ambang batas normal kadar hemoglobin dari usia balita hingga dewasa, yaitu:

  • Balita: 11 gr/dL
  • Usia sekolah: 12 gr/dL
  • Pria dewasa: 13 gr/dL
  • Wanita dewasa: 12 gr/dL
  • Wanita hamil: 11 gr/dL

Apabila kadar hemoglobin kurang dari itu, seseorang bisa dikatakan mengalami anemia.

Berdasarkan WHO, ada tiga jenis anemia berdasarkan kadar hemoglobinnya, yaitu:

  • Anemia ringan: 10-12 gr/dL
  • Anemia sedang: 7-9 gr/dL
  • Anemia berat: < 7 gr/dL

Dengan mengetahui derajat anemia seseorang, maka dapat ditentukan tindakan atau pengobatan selanjutnya.

1 of 3

Apa Saja Penyebab Anemia?

Secara umum, ada tiga penyebab terjadinya anemia, yaitu perdarahan, percepatan penghancuran sel darah merah, dan menurunnya produksi sel darah merah. Lebih lengkapnya baca di bawah ini:

  • Perdarahan

Kehilangan darah dalam waktu cepat, misalnya darah haid berlebihan, kecelakaan, atau pembedahan dapat menyebabkan anemia. Perdarahan akibat tukak lambung dan ambeien juga sering mengakibatkan anemia.

  • Percepatan penghancuran sel darah merah

Umumnya, sel darah merah dihancurkan oleh organ limpa setelah berusia 120 hari. Namun, pada keadaan tertentu seperti pada anemia hemolitik, talasemia, dan anemia sel sabit, terjadi penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dan lebih banyak daripada kondisi normal.

  • Penurunan produksi sel darah merah

Penurunan produksi sel darah merah dapat terjadi akibat berkurangnya substansi tertentu maupun akibat adanya gangguan pada sumsum tulang belakang.

Beberapa substansi yang berperan dalam produksi sel darah merah antara lain zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Ketiga substansi ini bisa diperoleh dari makanan sehari-hari maupun suplemen multivitamin tambahan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut.

Pada seseorang yang menjalani diet ketat atau asupan sehari-harinya kurang, anemia juga sangat mungkin terjadi.

Pada gangguan sumsum tulang belakang, umumnya ini bersifat genetik, bisa muncul saat lahir maupun dewasa. Salah satu contohnya adalah anemia aplastik, yaitu kondisi ketika sumsum tulang belakang tak mampu memproduksi darah dengan cukup, baik sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit.

Selain tiga penyebab utama di atas, anemia juga dapat terjadi akibat adanya penyakit penyerta lainnya. Contohnya gagal ginjal kronis, malaria, penyakit hati kronis, maupun kanker.

Pada penyakit gagal ginjal kronis, hormon yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah atau hormon eritropoietin (EPO) mengalami penurunan.

Malaria juga bisa mengakibatkan anemia karena parasit menginfeksi sel darah merah, sehingga terjadi penghancuran sel darah merah yang lebih cepat.

2 of 3

Cermati Tanda dan Gejala Anemia Ini

Jika kadar hemoglobin dalam tubuh berkurang, maka jumlah oksigen dalam tubuh mengalami penurunan, mengingat fungsi hemoglobin adalah mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Akibat berkurangnya oksigen dalam tubuh, akan muncul berbagai gejala. Mulai dari kelelahan, badan lemas, sakit kepala, pandangan berkunang-kunang, sulit konsentrasi, tampak pucat, dan pada kondisi yang berat dapat mengakibatkan sesak napas dan berdebar-debar.

Mungkinkah Komplikasi Anemia Sebabkan Kematian?

Benar, anemia dapat menyebabkan kematian apabila seseorang memiliki kondisi anemia berat yang tidak tertangani. Pada anemia ringan dan sedang, sangat jarang terjadi komplikasi kematian.

Risiko kematian umumnya meningkat bila seseorang yang mengalami perdarahan banyak dalam waktu dekat memiliki leukemia atau gangguan pada sumsum tulang belakang, seperti anemia sel sabit maupun anemia aplastik.

Kondisi kurang darah yang berkepanjangan dan tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital seperti jantung dan otak.

Akibat berkurangnya oksigen dalam darah, kerja jantung akan memberat, sehingga dapat menyebabkan gangguan irama jantung alias aritmia dan gagal jantung. Kondisi tersebut bisa berakhir pada hilangnya nyawa.

Anemia harus mendapat penanganan yang tepat agar tak terjadi komplikasi yang bisa sebabkan kematian, khususnya pada anemia yang berat. Untuk mencegahnya, terapkan pola makan sehat bergizi seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, dan rutin cek kesehatan. Bila mengalami gejala anemia, jangan ragu untuk menemui dokter agar terhindar dari berbagai bahayanya.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓