Penglihatan Menurun di Malam Hari? Waspada Retinitis Pigmentosa

Oleh dr. Seruni Mentari Putri pada 09 Jan 2020, 19:34 WIB
Sering merasa pandangan saat menyetir di malam hari kurang jelas? Sebaiknya waspada! Bisa jadi itu salah satu gejala rabun malam atau retinitis pigmentosa.
Penglihatan Menurun di Malam Hari? Waspada Retinitis Pigmentosa

Klikdokter.com, Jakarta Penglihatan pada malam hari yang jadi kurang jelas (rabun), terlebih saat melihat dalam jarak pandang jauh, bisa menjadi gejala gangguan mata. Retinitis pigmentosa adalah kondisi gangguan kesehatan yang terjadi di retina atau lapisan dalam bola mata.

Bagian-Bagian Retina Mata

Lapisan retina mata ini sangat penting untuk dijaga kesehatannya. Ini karena berisi saraf-saraf untuk mata bisa melihat dengan jelas. Apabila ada gangguan, hal ini dapat membuat respon retina mata terhadap cahaya berubah. Anda pun berisiko sulit melihat dengan jelas saat mengalami kondisi retinitis pigmentosa.

Sebelumnya, perlu diketahui dulu apa saja fungsi dan bagian-bagian retina mata yang  sangat penting untuk penglihatan. Retina memiliki dua jenis sel untuk melihat cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut.

Bagian sel batang terletak di tepi luar retina dan berfungsi untuk melihat warna hitam putih serta melihat dalam kondisi gelap. Sebagian besar kondisi retinitis pigmentosa biasanya akan menyerang sel batang terlebih dahulu.

Artikel Lainnya: Penyakit Ini Dapat Sebabkan Buta Mendadak

Pada akhirnya, Anda akan mengalami kesulitan melihat di tempat gelap dan kemampuan melihat jarak yang luas dan lebar menjadi terhambat.

Lalu, ada sel kerucut yang berperan untuk melihat warna secara detail dalam kondisi terang. Apabila kondisi retinitis pigmentosa merusak sel kerucut, maka perlahan Anda akan kehilangan kemampuan melihat pandangan jarak fokus.

Kemampuan melihat bermacam warna kemungkinan bisa hilang apabila mengalami kerusakan di sel kerucut.

Kondisi ini bersifat genetik yang berarti diturunkan dari keluarga dan merupakan penyakit yang cukup langka. Setengah kasus orang yang memiliki retinitis pigmentosa rata-rata punya anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan serupa.

1 of 3

Apa Saja Gejala Retinitis Pigmentosa?

Penglihatan Menurun di Malam Hari? Waspada Retinitis Pigmentosa
Ilustrasi Penyakit Retinitis Pigmentosa

Gejala paling khas dari retinitis pigmentosa adalah rabun malam hari. Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Ada beberapa gejala yang bisa menandakan bahwa retina mata Anda terdapat gangguan. Berikut daftarnya.

  1. Rabun di Malam Hari (Night Blindness)

Sulit melihat saat berada di cahaya gelap, atau biasa disebut rabun, merupakan gejala yang sering ditemukan pada retinitis pigmentosa. Namun, pada siang hari atau kondisi terang, penglihatan orang dengan retinitis pigmentosa mungkin kembali normal.

Seiring waktu mengalami gejala rabun, mata Anda perlahan juga akan mengalami kesulitan melihat pada kondisi gelap. Anda mungkin saja jadi sering tersandung akibat tidak melihat benda di lantai, sulit melihat saat berada di dalam bioskop, atau kesulitan menyetir di malam hari.

  1. Kehilangan Penglihatan Perifer Secara Perlahan (tunnel vision)

Orang dengan retinitis pigmentosa biasanya akan mengalami tunnel vision. Ini adalah  kondisi penglihatan tidak akan bisa melirik atau melihat benda yang berada di sisi samping tanpa menolehkan kepala. Hal ini seringkali menyebabkan Anda mudah tersandung atau menabrak benda-benda di sekitar.

Artikel Lainnya: Sulit Melihat Saat Gelap Waspadai Rabun Senja

  1. Kehilangan Penglihatan Sentral

Dalam kondisi yang lebih berat, beberapa orang juga kehilangan pandangan sentral sehingga sulit melakukan aktivitas seperti membaca atau menjahit.

  1. Kesulitan Membedakan Warna

Beberapa orang mungkin juga mengalami kesulitan melihat warna yang berbeda. Hal ini bisa dialami oleh orang yang bagian sel kerucut retina matanya telah rusak.

2 of 3

Apa Saja Pemeriksaan Retinitis Pigmentosa?

Penglihatan Menurun di Malam Hari? Waspada Retinitis Pigmentosa
Dokter Sedang Memeriksa Pasien Wanita

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter untuk membantu mendiagnosa retinitis pigmentosa.  Berikut ini yang bisa Anda ketahui.

  1. Tes genetik

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah atau jaringan tubuh. Nantinya sampel akan digunakan untuk melihat apakah terdapat kelainan genetik yang Anda alami. Tes ini juga dapat membantu menentukan tingkat keparahan suatu penyakit dan terapi pengobatan apa yang akan dilakukan ke depannya.

  1. Elektroretinografi

Tes ini mengukur aktivitas listrik pada retina atau cara retina merespon rangsangan cahaya.

  1. Tes Lapang Pandang (Visual Field Testing)

Retinitis pigmentosa dapat mempersempit lapang pandang. Tes lapang pandang membantu mengukur penglihatan tepi mata.

  1. Optical Coherence Tomography (OCT)

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil gambaran detail dari bentuk retina Anda. Gambaran ini nantinya akan digunakan untuk membantu melihat apakah terdapat retinitis pigmentosa atau tidak, dan bagaimana pengaruhnya pada retina Anda.

Adakah Pengobatan Retinitis Pigmentosa?

Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk retinitis pigmentosa. Pasalnya, ada lebih dari 100 gen yang berpengaruh dan menyebabkan penglihatan mata Anda bermasalah.

Meski tidak ditemukan pengobatan pasti, beberapa penelitian mengatakan bahwa suplemen vitamin A palmitate dan kapsul DHA mungkin dapat membantu mengurangi kondisi keparahan retinitis pigmentosa.

Selain itu, stem cell juga dikatakan dapat menjadi pilihan terapi untuk mengatasi gangguan mata, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Bila Anda mengalami gejala seperti rabun malam dan lapang pandang menyempit, segera konsultasi dengan dokter mata Anda. Ini karena retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan dan tidak ada pencegahan yang dapat dilakukan.

Nantinya dokter dapat melakukan beberapa terapi untuk memperlambat perkembangan penyakit mata. Untuk mengetahui lebih banyak gejala retinitas pigmentosa, silakan konsultasi Live Chat dengan dokter untuk informasi lengkapnya.

(OVI/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓