Agar Tak Panik, Cari Tahu Arti Warna Kotoran Bayi Anda

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 10 Jan 2020, 13:17 WIB
Warna kotoran milik bayi jelas berbeda dengan orang dewasa. Lalu, warna seperti apa yang perlu diwaspadai? Yuk, cari tahu artinya!
Agar Tak Panik, Cari Tahu Arti Warna Kotoran Bayi Anda

Klikdokter.com, Jakarta Warna kotoran bayi setiap harinya tidaklah sama. Hal ini justru membuat orang tua bingung, tapi tenang, sebetulnya kondisi ini wajar terjadi, kok. Lalu apa yang menyebabkan warna feses si Kecil berubah-ubah, adakah yang perlu diwaspadai?

1 of 4

Fakta Seputar Kotoran Bayi

Ilustrasi Kotoran Bayi
Ilustrasi Kotoran Bayi

Faktanya, warna kotoran bayi bergantung pada usia dan apa yang dikonsumsinya. Dalam sehari, bayi dapat BAB lebih dari 5-6 kali, terutama pada anak yang diberikan ASI eksklusif.

Pada bayi baru lahir akan ditemukan feses yang kental seperti tar, setelah itu bentuknya akan berubah seperti biji. Tinja kental dari si Kecil yang baru lahir sebetulnya normal dan Anda tak perlu cemas.

Begitu juga ketika si Kecil mengeluarkan feses berbuih. Hal ini normal jika bayi Anda banyak mengonsumsi foremilk atau ASI pertama dibandingkan hindmilk atau ASI belakang.

Jadi tak mengherankan jika warna kotoran dan frekuensi kekentalan yang dihasilkan dapat berubah-ubah.

2 of 4

Warna pada Kotoran Bayi

Bayi sedang Buang Air Besar
Bayi sedang Buang Air Besar

Anda perlu tahu, ada beberapa warna yang mungkin terjadi pada BAB bayi. Di antaranya ada pula yang menjadi tanda bahaya. Ingin tahu seperti apa arti dari warna feses si kecil tersebut.

  1. Hitam

Warna kotoran bayi hitam terjadi pada 24-48 jam setelah lahir. Kotoran bayi yang pertama dan berwarna hitam inilah yang disebut dengan mekonium.

Bentuknya tampak seperti tar yang lengket, jumlahnya tidaklah banyak, serta tidak berbau. Mekonium merupakan sisa dari mukus, sel–sel kulit dan cairan amnion yang terakumulasi sehingga bersifat steril.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Bibir Bayi Berwarna Hitam

Bayi yang mendapatkan ASI akan lebih cepat mengeluarkan mekonium dari dalam tubuhnya dibandingkan dengan bayi yang menerima susu formula. Hal ini karena kandungan ASI terutama kolostrum berguna sebagai pencahar alami.

  1. Hijau

Setelah periode warna kotoran hitam selesai, Anda akan mendapati warna hijau pada kotoran bayi. Keadaan ini merupakan masa transisi dan umumnya akan berlangsung 1-5 hari ke depan.

Pada masa transisi ini, saluran pencernaan bayi sudah mulai dapat mencerna ASI dan sisa–sisa mekonium dan bilirubin ikut terbuang. Semakin bayi sering menyusu, maka semakin cepat pula bilirubin yang berlebih terbuang.

Ini dapat membuat bayi Anda tidak terlalu tampak kuning (jaundice). Warna hijau terang mungkin juga dapat dijumpai apabila bayi Anda sering menyusu sebentar–sebentar sehingga banyak mengonsumsi foremilk (ASI pertama) yang tinggi akan kandungan gula.

Jika si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat yang mengandung sayuran warna hijau seperti bayam, maka tinja yang dihasilkannya pun ikut berwarna hijau.

  1. Kuning

Warna kuning dengan konsistensi tinja yang sedikit encer kadang membuat orang tua panik dan menyangka ini adalah kondisi diare. Kondisi ini normal bagi bayi yang menerima ASI eksklusif, terkadang dialami pula oleh bayi yang diberi susu formula.

Namun jika feses kuning ini keluar terlalu sering dari frekuensi normal dan mengalir terlalu cepat, bisa jadi disebabkan karena diare. Bahayanya, diare bisa membuat bayi mengalami dehidrasi. Jadi, segeralah konsultasi dengan dokter anak Anda.

  1. Cokelat muda

Jika bayi mengonsumsi susu formula, maka warna kotoran yang akan ditemui adalah cokelat muda. Bentuknya seperti selai kacang dan umumnya memiliki bau yang khas.

Artikel Lainnya: Ini Ciri ASI yang Sehat dan Berkualitas

Berbeda dengan bayi yang menerima ASI, bayi dengan susu formula akan jarang BAB karena kandungan susu formula yang sulit dicerna oleh saluran pencernaan bayi. Tak heran jika konsistensi tinja akan lebih lengket dan berwarna lebih gelap.

  1. Putih

Apabila warna tinja bayi Anda berwarna putih, kondisi ini merupakan keadaan yang serius. Ini karena kondisi ini mengindikasikan bahwa organ hati bayi tidak mampu memproduksi cairan empedu yang cukup.

Padahal empedu berguna untuk membantu mencerna makanan yang dikonsumsi. Tinja yang berwarna putih ini tidak hanya dapat muncul saat usia 6 bulan ke atas, melainkan dapat terjadi di usia berapa saja.

  1. Merah

Kotoran bayi berwarna merah mengindikasikan adanya darah pada tinja. Adanya darah pada tinja dapat disebabkan oleh adanya luka laserasi atau luka terbuka bagian anus.

Munculnya luka tersebut disebabkan konstipasi, diare akibat infeksi bakteri, hingga tertelannya darah di sekitar puting ibu yang lecet. Tinja yang berwarna merah juga menandakan adanya reaksi alergi.

3 of 4

Kapan Harus Bawa Bayi Anda ke Dokter?

Bayi sedang Diperiksa Dokter
Bayi sedang Diperiksa Dokter

Anda perlu membawa bayi ke dokter apabila menemukan beberapa alarm penting di bawah ini, antara lain sebagai berikut ini.

  • Warna kotoran bayi berwarna hitam lebih dari empat hari.
  • BAB lebih dari lima kali dengan warna kotoran berwarna merah disertai dengan adanya demam, tidak mau menyusu, rewel, lemah, diare, dan ada tanda dehidrasi.
  • Warna kotoran bayi berwarna putih yang menjadi tanda masalah pada saluran empedu atau organ hati.
  • Frekuensi BAB berkurang dibandingkan biasanya dan atau disertai dengan adanya tanda–tanda konstipasi seperti konsistensi tinja keras, kering dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Adanya lendir pada tinja.

Warna kotoran bayi dapat berubah-ubah berdasarkan tahapan usia dan apa yang dikonsumsi. Selain itu, warna kotoran bayi dapat dijadikan sebagai salah satu identifikasi masalah kesehatan seperti adanya gangguan hati atau saluran empedu; infeksi, maupun reaksi alergi.

Jika Anda menemukan warna kotoran bayi yang mengindikasikan suatu penyakit, segera bawa si kecil ke dokter spesialis Anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera. Jangan lupa pula catat perkembangan anak sedari dini, agar lebih mudah, Anda bisa memanfaatkan alat Tumbuh Kembang Anak di website KlikDokter.

[RPA/AYU]

Lanjutkan Membaca ↓