4 Masalah Kulit yang Rentan Terjadi pada Bayi

Oleh KlikDokter pada 14 Jan 2020, 11:00 WIB
Kondisi kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif membuatnya lebih rentan bermasalah. Ini beberapa masalah kulit yang mengincar bayi.
Masalah Kulit yang Rentan Terjadi pada Bayi

Klikdokter.com, Jakarta Seluruh organ tubuh yang ada pada bayi masih belum berkembang dengan sempurna. Hal ini juga berlaku untuk kulit bayi, yang fungsinya sebagai pelindung tubuh dari paparan dunia luar masih sangat terbatas.

Faktanya, kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif. Pada fase awal kehidupan, kulit bayi juga masih beradaptasi dengan lingkungan di luar kandungan Bunda. Hal ini pada akhirnya membuat kulit bayi rentan bermasalah meski hanya terpapar iritan dalam jumlah sedikit.

Masalah Kulit pada Bayi

Beberapa masalah kulit yang rentan terjadi pada bayi, antara lain:

  • Ruam Panas

Dalam dunia medis, ruam panas dikenal dengan istilah miliaria. Apa itu? Miliaria adalah suatu masalah kulit yang terjadi akibat suhu udara panas.

Pada bayi, kelenjar keringat masih belum terbentuk dengan sempurna sehingga paparan suhu panas dalam waktu lama atau berulang dapat menyebabkan penyumbatan.

Ruam panas sering terjadi pada bayi yang berada di negara tropis, seperti Indonesia. Gejala yang timbul adalah bintik-bintik kecil yang tampak jernih atau kemerahan, dan muncul di bagian punggung atau bokong.

  • Ruam Popok

Ruam popok dialami oleh sepertiga dari seluruh bayi, dalam waktu satu tahun pertama kehidupan. Kondisi ini utamanya terjadi pada bayi usia sembilan bulan hingga satu tahun.

Ruam popok terjadi akibat kulit berkontak dengan popok yang penuh dengan urine atau feses dalam jangka waktu lama. Gejalanya adalah kemerahan dan terlihat bersisik, yang biasanya terjadi pada kulit yang menempel pada popok―area bokong, selangkangan, dan bagian bawah perut.

  • Cradle Cap

Dalam medis, cradle cap dikenal dengan istilah dermatitis seboroik. Kondisi ini terjadi pada beberapa minggu awal kehidupan si Kecil hingga usia empat atau enam bulan.

Dermatitis seboroik bisa terjadi akibat pengaruh hormon ibu yang masih ada di dalam tubuh bayi. Selain itu, kondisi ini juga bisa tercetus akibat adanya produksi minyak berlebih di kulit atau rambut, pertumbuhan jamur kulit, dan infeksi bakteri.

Gejala yang terjadi akibat dermatitis seboroik adalah kulit kemerahan dan tampak seperti sisik. Keluhan ini biasanya muncul di bagian leher, ketiak dan selangkangan, yang tampak seperti kulit berminyak ditutupi dengan sisik putih atau kekuningan.

  • Eksem Atopik

Eksem atopik atau dermatitis atopik adalah masalah kulit yang paling sering terjadi pada bayi, anak-anak, bahkan orang dewasa. Terjadinya kondisi ini dihubungkan dengan kondisi genetik dan reaksi berlebih dari sistem kekealan tubuh.

Gejala yang muncul akibat eksem atopik adalah bercak merah pada kulit yang terasa gatal, teraba kasar dan kering. Pada bayi, gejala ini biasanya muncul saat tahun pertama kehidupan.

Pada usia satu bulan, gejala eksem atopik pada bayi biasanya muncul di pipi. Pada bayi yang lebih besar, gejala biasanya muncul  di lipatan tangan dan kaki.

Gejala eksem atopik biasanya akan menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia. Namun, keluhan dapat kambuh lagi dalam waktu beberapa bulan hingga tahun.

Apakah Bunda yakin kulit bayi sudah sepenuhnya terlindung dari risiko terjadinya kondisi di atas? Nah, untuk lebih mengoptimalkan perlindungan, Bunda sebaiknya mengaplikasikan Zwitsal Baby Lotion Aloe Vera pada kulit bayi secara berkala.

Zwitsal Baby Lotion Aloe Vera hadir dengan wangi aloe vera yang menenangkan. Dilengkapi dengan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan, Zwitsal Baby Lotion Aloe Vera terbukti dapat melindungi kulit si Kecil dari pengaruh buruk lingkungan.

Bunda tidak perlu khawatir, karena Zwitsal Baby Lotion Aloe Vera bersifat hypoallergenic alias ramah terhadap kulit yang sensitif. Bahan alami yang ada di dalamnya juga memberikan sensasi kelembutan dan terasa nyaman di kulit bayi.

Jaga kesehatan kulit bayi dengan menggunakan Zwitsal Baby Lotion Aloe Vera secara rutin dan teratur setiap hari. Penuhi juga kebutuhan gizi si Kecil agar sistem kekebalan tubuhnya tetap optimal. Dengan ini, si Kecil akan terhindar dari masalah kulit maupun penyakit lain yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

(NB/ RH)