Ekstra Teliti, Begini Proses Autopsi Mayat untuk Tahu Sebab Kematian

Meski sering disebut dalam seri pembunuhan dan berita kriminal, tak banyak yang tahu soal proses autopsi mayat. Seperti apa, sih, sebenarnya proses tersebut?
Ekstra Teliti, Begini Proses Autopsi Mayat untuk Tahu Sebab Kematian

Klikdokter.com, Jakarta Kata autopsi kini sering terdengar sejak kasus meninggalnya Lina, mantan istri Sule. Karena saat dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia, pihak keluarga Sule belum tahu apa penyebab kematian wanita kelahiran 1977 itu. Atas dasar itu, jalan autopsi mayat pun dipilih.

Meski proses autopsi mayat sejatinya perlu dilakukan, tak sedikit juga yang merasa tak tega bila jasad anggota keluarganya “dibongkar” untuk diteliti lebih lanjut.

Padahal, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, setelah diautopsi, semua organ akan dikembalikan dan tubuh mayat akan dijahit kembali.

Kapan Autopsi Mayat Harus Dilakukan?

Dokter Melakukan Autopsi

Tak semua kematian berujung pada proses autopsi mayat. Proses tersebut umumnya dilakukan pada kasus kematian yang tidak “wajar”.

Misalnya, pembunuhan, kematian setelah mendapatkan suatu prosedur di rumah sakit, korban kekerasan, dan kematian mendadak, khususnya pada bayi. 

Artikel Lainnya: Mengapa Penyebab Kematian Perlu Diketahui?

Tak cuma itu, autopsi mayat juga kerap dilakukan demi kebutuhan penelitian medis. Misalnya, untuk mencari tahu apakah penyakit A atau penyakit B dapat menimbulkan kematian, serta peneliti dari lembaga kesehatan, termasuk fakultas kedokteran.

Orang yang melakukan autopsi harus seorang dokter ahli patologi atau dokter forensik. Yang perlu digarisbawahi di sini, akan lebih baik bila autopsi dilakukan secepat mungkin dari waktu kematian (biasanya 2-3 hari).

Jika mayat telanjur mengalami pembusukan, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan hasil penyebab kematian.

1 dari 2

Bagaimana Proses Autopsi Berlangsung?

Dokter Melakukan Autopsi
loading

Terdapat banyak langkah yang dilakukan dalam proses autopsi. Mulai dari pemeriksaan eksternal tubuh hingga pengembalian semua organ. Agar lebih jelas, berikut ini cara autopsi mayat.

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan eksternal tubuh, seperti tinggi, berat, bentuk gigi, warna mata, goresan atau bekas luka, tanda lahir, tato, dan lain-lain. Hasil dari pemeriksaan ini berupa catatan dan gambar kondisi tubuh.

Artikel Lainnya: Identifikasi Jenazah Melalui Gigi, Mungkinkah?

  • Dokter lalu akan melakukan pembedahan internal. Pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan besar berbentuk Y atau U yang dimulai dari kedua sisi bahu hingga pinggul.

Tujuannya, mengetahui kondisi organ dalam. Apakah ada kerusakan, apakah ada kandungan racun atau zat lain di dalam tubuh yang berpotensi menjadi penyebab kematian.

  • Kulit dan jaringan di bawahnya dipisahkan. Lalu, tulang rusuk dilepas sehingga organ leher dan dada terlihat. Dari situ, dapat diambil organ mana yang akan diteliti, misalnya trakea, kelenjar tiroid, esofagus, jantung, paru-paru, dan lain-lain. 
  • Autopsi juga bisa dilanjutkan ke bagian bawah, misalnya usus, hati, empedu, pankreas, limpa, ginjal, kandung kemih, dan organ reproduksi. 
  • Jika diperlukan, otak juga akan diperiksa. Caranya, kepala akan dipotong dari satu telinga ke telinga lain. Lalu, tengkorak akan digergaji agar otak bisa diangkat secara perlahan.
  • Pemeriksaan organ dapat dilakukan dengan mata telanjang atau secara mikroskopis (menggunakan mikroskop). Sebagai informasi tambahan, pemeriksaan dengan mikroskopis ini memakan waktu cukup lama. 
  • Setelah pemeriksaan dilakukan, organ dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Apabila pihak keluarga setuju organ dalam dapat dijadikan bahan penelitian selanjutnya, organ tersebut akan dimasukkan ke dalam toples berisi formalin. 
  • Dokter akan menjahit tubuh mayat yang selesai diautopsi. Mayat dapat dikubur kembali ataupun dikremasi tergantung dari kesepakatan keluarga. 

Baca Juga:

Tanpa adanya pemeriksaan menyeluruh dan mendetail, seorang dokter ahli forensik tidak dapat menentukan penyebab kematian. Oleh karena itu, diperlukan proses autopsi mayat yang agar penyebab kematian diketahui. Jangan ketinggalan info kesehatan lainnya hanya di aplikasi KlikDokter!

[HNS/AYU]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk