Mengenal Gangguan Somatik yang Dialami Joy Red Velvet

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 14 Jan 2020, 18:40 WIB
Joy Red Velvet mengaku mengalami gangguan mental bernama somatik. Mari ketahui gangguan apa itu dan apa yang terjadi pada penderitanya.
Mengenal Gangguan Somatik yang Dialami Joy Red Velvet

Klikdokter.com, Jakarta Kabar kurang mengenakkan datang dari salah satu personel Red Velvet, Park Soo-young. Ya, wanita yang akrab disapa Joy Red Velvet itu mengaku sedang mengalami gangguan somatik.

Salah satu gangguan mental ini ternyata dapat cukup mengganggu kehidupan penderitanya. Yuk, kenal lebih dekat dengan penyakit yang menjangkiti penyanyi berusia 23 tahun ini.

Apa Itu Gangguan Somatik?

Wanita Sakit Kepala
Wanita Sakit Kepala

Gangguan somatik atau somatic symptom disorder adalah suatu bentuk penyakit mental yang menyebabkan seseorang mengeluhkan satu atau lebih gejala penyakit. Misalnya, rasa nyeri, sakit perut, sakit kepala, gangguan pernapasan, termasuk juga masalah seksual.

Ditambahkan Ikhsan Bela Persada, M.Psi., psikolog dari KlikDokter, gangguan somatik ini biasanya terjadi karena stres.

Artikel lainnya: Kenali 5 Gangguan Mental yang Berbahaya

"Individu akan mengeluhkan gangguan fisik, seperti sakit kepala, nyeri, mual, dan gemetar yang berulang-ulang. Waktu diperiksa secara medis, biasanya hasilnya mengatakan negatif atau baik-baik saja. Tapi, dia akan sering ke rumah sakit untuk memastikan kesehatannya,” tutur Ikhsan.

Gangguan yang cenderung lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria ini dapat melibatkan satu atau lebih organ dan sistem tubuh yang berbeda, seperti:

  • Rasa sakit
  • Masalah neurologis
  • Keluhan gastrointestinal
  • Gejala seksual

Banyak orang yang punya gangguan somatik juga akan mengalami gangguan kecemasan. Satu hal yang perlu diketahui, orang dengan gangguan somatik tidak memalsukan gejala mereka.

Karena tidak ditemukan masalah kesehatan fisik, orang-orang di sekitar cenderung berpikir kalau gangguan yang dialami ini adalah mengada-ada. Padahal, rasa sakit dan masalah lain tersebut adalah nyata. Kecemasan dan rasa sakit ini secara signifikan akan memengaruhi fungsi sehari-hari.

Ketika seseorang didiagnosis gangguan somatik, itu dapat membuat pasien mengalami stres dan frustrasi. Mereka mungkin merasa tidak puas jika tidak ada penjelasan fisik. 

Stres sering membuat pasien menjadi lebih khawatir tentang kesehatan mereka, dan ini menciptakan lingkaran setan yang dapat bertahan selama bertahun-tahun.

1 of 2

Pengobatan Gangguan Somatik

Wanita Konsultasi dengan Psikolog
Wanita Konsultasi dengan Psikolog

Terkait pengobatan gangguan somatik, fokusnya adalah meningkatkan fungsi sehari-hari, bukan untuk mengelola gejala. Pengurangan stres sering kali merupakan bagian penting agar pasien merasa lebih baik. Konseling untuk keluarga dan teman-teman juga dapat bermanfaat.

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Gangguan Mental yang Perlu Anda Tahu

Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu meringankan gejala terkait dengan gangguan somatik. Terapi ini berfokus pada:

  • Pikiran yang terdistorsi
  • Keyakinan yang tidak realistis
  • Perilaku yang memicu kecemasan kesehatan

Sementara terapi bersama profesional dilakukan, Anda dapat melakukan kegiatan positif untuk mengurangi stres serta menurunkan keluhan fisik yang dialami. Salah satunya adalah dengan aktif secara fisik.

Anda dapat memilih aktivitas, seperti olahraga atau yoga yang memiliki efek menenangkan suasana hati Anda. Tak hanya baik untuk mood, aktivitas fisik juga meningkatkan kebugaran dan fungsi fisik Anda.

Anda juga bisa berpartisipasi dalam kegiatan. Misalnya, terlibat aktif dalam pekerjaan, komunitas yang Anda gemari, atau kegiatan sosial. Jangan tunggu sampai gejala sakit Anda teratasi untuk berpartisipasi.

Hal lain yang tidak kalah penting, hindari alkohol dan narkoba. Penggunaan zat-zat tersebut dapat membuat perawatan Anda lebih sulit. Bicaralah dengan dokter, psikolog, atau psikiater jika Anda perlu bantuan untuk berhenti.

Itu adalah sekilas mengenai gangguan somatik yang menimpa Joy Red Velvet. Penderita gangguan ini mungkin butuh waktu beberapa saat untuk menenangkan diri kesibukan dan pemicu stres di sekelilingnya. Cari tahu info terkait kesehatan mental lainnya hanya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓