Takut Ular Seperti J-Hope BTS, Kenali Ophidiophobia

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 17 Jan 2020, 17:30 WIB
Siapa sangka salah satu anggota boyband terkenal, BTS takut akan ular. Di beberapa kesempatan, J-Hope ngeri melihat hewan tersebut. Mungkin ia mengalami ophidiophobia?
Takut Ular Seperti J-Hope BTS, Kenali Ophidiophobia

Klikdokter.com, Jakarta Takut ular ternyata tak hanya dialami oleh orang biasa. Idol Korea Selatan, J-Hope juga mengalaminya. Bahkan, di beberapa kesempatan, personel boyband BTS ini terlihat menghindari reptil tersebut. Jangan-jangan ia mengalami ophidiophobia?

Pastinya, BTS sangat digemari banyak orang. Mulai dari makanan favorit, zodiak, hingga jenis fobia dari anggotanya ingin dicari tahu! Nah, J-Hope dikenal punya beberapa ketakutan atau phobia, seperti terhadap ketinggian dan roller coaster.

Namun, satu ketakutan yang paling sering diucapkan adalah phobia ular. Hal ini dikenal sebagai ophidiophobia. Mari ketahui mengenai jenis ketakutan ini lebih lanjut!

Ciri-Ciri Fobia Ular

Ilustrasi Fobia Ular
Ilustrasi Fobia Ular

Ular memang binatang yang dikenal menyeramkan dan mengancam nyawa. Siapa pun sebetulnya wajar apabila takut pada ular. Ketika melihat ada hewan melata itu, seseorang sewajarnya akan takut karena mendeteksi adanya bahaya di dekatnya.

Lalu, saat melihat ular dari video dan gambar, terkadang kita akan mengernyitkan dahi. Hal ini juga menjadi respons yang wajar.  Namun, pada penderita ophidiophobia, respons takut akan ular menjadi sangat berlebihan.

Artikel Lainnya: Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Sampai-sampai, dapat mengalami keluhan tertentu bila berada di dekat ular, melihatnya dari media, atau bahkan hanya membayangkannya. Dilansir dari Healthline, keluhan yang dapat dialami orang ophidiophobia adalah sebagai berikut ini.

  • Pusing atau
  • Mual.
  • Berkeringat dingin.
  • Peningkatan denyut jantung.
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Gemetar.
  • Pingsan.
  • Menangis histeris.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa keluhan di atas, bisa jadi mengidap ophidiophobia. Sayangnya, diagnosis ini tidak dapat disimpulkan sendiri berdasarkan asumsi, ya! Harus ada wawancara medis khusus oleh dokter ahli kejiwaan.

1 of 2

Cara Mengatasi Fobia Ular

Ilustrasi Wanita Fobia
Ilustrasi Wanita Fobia

Cara efektif yang dapat membantu pengidap ophidiophobia menghadapi ketakutannya adalah dengan mengikuti terapi khusus. Terapi biasanya dimulai dengan memberikan paparan secara perlahan dengan apa yang pasien takuti.

Hal ini tentu dilakukan dalam lingkungan yang dirasa aman dan nyaman. Terdapat beberapa tahap dalam terapi untuk menghadapi rasa takut pada ular, yaitu sebagai berikut ini.

1. Memberi Gambar atau Video Ular pada Pasien

Dalam kasus phobia ular, terapis memulai dengan memperlihatkan gambar atau video hewan reptil tersebut. Lalu, mendiskusikan mengenai perasaan pasien terhadap apa yang ia lihat.

2. Memperlihatkan Ular Asli

Tahap selanjutnya adalah terapis dapat meletakkan ular di dalam kandang kaca yang tertutup sehingga aman bagi penderita. Ular yang dipilih pun sebaiknya jangan yang terlalu besar dan menyeramkan.

Artikel Lainnya: Glossophobia, Ketika Takut Berbicara di Depan Umum

3. Terapi Bicara

Terapi dilanjutkan dengan sesi terapi bicara. Terapis akan menggunakan cognitive behavioral therapy (terapi perilaku kognitif).

Umumnya hal ini melibatkan pemecahan masalah langsung yang membantu seseorang mengubah caranya merasa terhadap masalah tersebut.

Terapis akan membantu pasien mengubah pandangannya terhadap ular. Tak ketinggalan juga bagaimana cara menghadapinya agar tidak berbahaya dan lain sebagainya.

4. Obat-Obatan

Tahapan yang terakhir adalah dengan penggunaan obat. Jenis yang dapat digunakan adalah sebagai berikut ini.

  • Penghambat Pelepasan Serotonin (SSRIs)

 Obat ini bekerja dengan menghambat salah satu transmitter di otak (serotonin) yang berperan dalam mengatur suasana hati.

  • Penghambat Beta (Beta Blockers)

Pada pengidap fobia, akan terjadi pelepasan adrenalin sehingga timbul rasa cemas, ketakutan, berdebar, dan lainnya. Obat ini akan membuat jantung berdetak lebih normal.

  • Benzodiazepine (Sedatif)

Obat ini berfungsi untuk menenangkan. Ketiga obat tersebut bertujuan untuk membuat pasien merasa lebih relaks. Namun, tetap harus dikombinasikan dengan sesi terapi bicara dan lainnya.

Itulah ciri-ciri phobia ular yang dialami J-Hope BTS dan bagaimana cara mengatasinya. Perlu diingat, fobia memiliki tingkatan, mulai dari yang ringan hingga berat. Bila terbilang ringan, mungkin dapat diatasi sendiri.

Namun, jika ophidiophobia dirasa sudah sangat mengganggu, maka saatnya untuk menemui dokter. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan phobia ular ini bisa membahayakan pengidap! Mau mudah konsultasi dengan dokter? Fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter bisa jadi cara tepat!

(FR/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓