6 Hal yang Perlu Diperhatikan Caregiver Penderita Kanker

Oleh dr. Nadia Octavia pada 18 Jan 2020, 17:00 WIB
Merawat penderita kanker bisa menguras waktu, tenaga, dan emosi. Bila Anda ikut, merawat anggota keluarga atau teman yang kena kanker, perhatikan hal-hal ini.
6 Hal yang Perlu Diperhatikan Caregiver Penderita Kanker

Klikdokter.com, Jakarta Caregiver adalah individu yang merawat dan memberi dukungan individu lain yang punya keterbatasan, salahnya satunya akibat penyakit seperti kanker. Bila Anda adalah seorang caregiver penderita kanker, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pada kebanyakan kasus, caregiver atau pengasuh adalah pasangan, partner, orang tua, atau anak yang sudah dewasa. Bila tak ada keluarga, sahabat, rekan, kerja, atau tetangga bisa mengisi peran tersebut.

Caregiver berperan penting dalam hal perawatan dan pengobatan pasien kanker. Dukungan caregiver yang baik dan bisa diandalkan sangat penting untuk kesejahteraan fisik dan emosional penderita kanker.

Terdengar simpel, ya? Namun, faktanya merawat pasien kanker tentunya bukan hal mudah. Peran caregiver banyak sekali, yang mana bisa berubah-ubah menyesuaikan kebutuhan pasien dengan kanker, selama dan sesudah pengobatan penyakitnya. Bahkan, pada masa itu, tak sedikit kebutuhan pribadi yang mesti dinomorduakan atau dikorbankan.

Umumnya, peran caregiver antara lain sebagai berikut ini.

  • Membantu penderita makan, berpakaian, atau mandi.
  • Mengatur jadwal terapi, berurusan dengan administrasi asuransi, dan memastikan transportasi.
  • Memastikan kondisi fisik dan mental pasien sebaik mungkin.
  • Menjembatani komunikasi antara pasien kanker dan tim medis.

Artikel lainnya: Kondisi Pasien Kanker Membaik Bisa Drop Lagi, Mengapa?

1 of 2

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan oleh Caregiver Penderita Kanker?

Setiap orang tentu memiliki keahlian masing-masing untuk memberikan perawatan atau pengasuhan bagi pasien kanker. Bila Anda adalah seorang caregiver, apalagi dengan nol pengalaman, beberapa hal ini perlu diperhatikan.

  1. Kerja Sama Tim

Ilustrasi Pasien Kanker
Ilustrasi Pasien Kanker

Merawat pasien kanker butuh kerja sama dari banyak pihak. Mulai dari keluarga, kerabat, tenaga medis, hingga pasien itu sendiri. Karenanya, dibutuhkan kerja sama yang baik.

Bila Anda merupakan caregiver utama, pastikan setiap “anggota tim” memberikan dukungan penuh dan tanpa henti demi kesehatan pasien. Ajak pasien kanker untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan dan libatkan dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut dirinya.

  1. Jadi Proaktif

Buat perencanaan yang matang dan terperinci. Jika perlu, buat daftar tugas yang harus Anda lakukan.

Anda juga bisa membuat jadwal kapan saja keluarga atau kerabat penderita kanker hadir untuk membantu atau menemani pasien.

Caregiver juga mesti tahu rencana terapi pasien dan usahakan untuk selalu menemaninya saat kontrol maupun melakukan perawatan. Dukungan emosional dan keberadaan caregiver di sisi pasien dapat menyemangati dan membuatnya lebih positif dalam menaklukkan kanker.

Selain itu, jadilah proaktif dengan rajin bertanya kepada tim medis tentang perkembangan atau hal-hal yang berkaitan dengan upaya pemulihan pasien.

  1. Bersikap Positif

Merawat pasien kanker, atau apa pun penyakit dan kondisinya, dapat menguras kondisi fisik dan emosional. Bila itu yang Anda rasakan, ingatlah bahwa yang dirasakan oleh pasien jauh lebih berlipat.

Meski lelah, usahakan untuk selalu bersikap positif saat berada di dekat pasien. Energi yang positif diharapkan akan “menular”, membuat pasien tetap termotivasi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Cureus tahun 2017, depresi dialami oleh 15-20 persen pasien kanker. American Cancer Society menyebutkan, skrining dan penatalaksanaan depresi pada pasien kanker dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Artikel lainnya: Ingin Menjenguk Pasien Kanker? Ketahui Dulu Etikanya

  1. Pengetahuan yang Baik akan Penyakit Pasien

Kanker bukanlah seperti batuk pilek yang bisa sembuh dalam hitungan hari. Kanker adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan intensif dalam jangka waktu panjang, sehingga butuh tingkat kesabaran tinggi.

Sebagai caregiver, Anda harus mempelajari hal-hal seputar penyakit kanker yang diderita pasien—mulai dari tipe kanker, keparahan, gejala, bentuk terapi, dan obat-obatan yang harus dikonsumsi.

Seorang caregiver juga harus mampu mengarsipkan  berbagai dokumen medis dengan baik, mulai dari jadwal dokter, hasil tes laboratorium, dosis obat, efek samping obat, administrasi asuransi, dan sebagainya.

  1. Miliki Me Time

Ilustrasi Pasien Kanker
Ilustrasi Pasien Kanker

Begitu banyaknya waktu dan tenaga yang dicurahkan sering kali membuat caregiver penderita kanker lupa dengan kesejahteraan dirinya sendiri. Namun, ingat bahwa siaga bukan berarti lupa akan kebutuhan pribadi.

Tanpa mengabaikan pasien, seorang caregiver tetap bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, kok. Misalnya baca buku, menonton serial favorit, pakai masker wajah favorit, mencoba video tutorial olahraga, memanggil terapis pijat atau perawatan lainnya, menulis jurnal, dan lain-lain.

  1. Jaga Daya Tahan Tubuh

Kesehatan caregiver pasien kanker tetap harus menjadi prioritas. Karena, Anda tak akan bisa merawat orang sakit jika jatuh sakit. Selain itu, bila caregiver terkena infeksi atau penyakit menular, pasien kanker yang kondisi fisiknya sedang lemah bisa tertular.

Jagalah daya tahan tubuh dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup, olahraga rutin, dan kelola stres dengan baik.

Bila memang merasa stres atau tertekan, yang mana itu adalah hal normal, bicaralah dengan orang yang Anda percaya, seperti anggota keluarga, pasangan, atau sahabat. Itu bisa meringankan beban. Selain itu, Anda juga bisa bergabung dengan support group dan berbagai pengalaman dengan sesama caregiver.

Kanker tak hanya dapat berdampak pada kehidupan penderita, tetapi juga orang-orang di sekitarnya termasuk caregiver. Bila Anda adalah seorang caregiver utama, enam hal di atas dapat menentukan kualitas asuhan, dukungan, serta perawatan yang akan berdampak pada perbaikan kondisi atau kesembuhan pasien.

(RN/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓