Jangan Disepelekan, Virus Corona Bisa Lakukan Ini Saat Masa Inkubasi

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 28 Jan 2020, 15:46 WIB
Selain penularannya antar-manusia, ternyata orang yang terjangkit virus corona bisa tanpa gejala! Simak penjelasan masa inkubasi coronavirus berikut ini.
Jangan Disepelekan, Virus Corona Bisa Lakukan Ini Saat Masa Inkubasi

Klikdokter.com, Jakarta Tampaknya kita telah mencapai tahap kritis dalam penanganan virus corona atau akrab dikenal dengan 2019-nCoV. Beberapa kota di Tiongkok sudah dikarantina, beberapa negara lain pun ikut melakukan penjagaan ketat pada bandar udara internasional yang dimiliki.

Namun terlepas dari upaya ini, sejak berita ini diterbitkan, sudah ada lebih dari 4,474 orang terdiagnosis terjangkit coronavirus, sedangkan nyawa yang hilang meningkat 107 jiwa. Kabar baiknya, sebanyak 63 orang sukses terlepas dari jeratan virus mematikan ini.

Jumlah pasien yang diduga terjangkit virus corona tak hanya ada di Tiongkok saja. Pasalnya, virus ini sudah terkonfirmasi di beberapa negara lain termasuk India, Malaysia, Jepang, Prancis, Australia dan Thailand.

Penyakit virus Wuhan ini tak boleh disepelekan, apalagi seseorang yang telah terinfeksi bisa tak menunjukkan gejala apa pun. Anda patut mengetahui seluk beluk virus baru ini.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 of 3

Mengenal Masa Inkubasi Virus Corona

Mengenal Masa Inkubasi Virus Corona
Ilustrasi Masa Inkubasi Virus Corona

Masa inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan mikroorganisme menginfeksi manusia sampai menimbulkan gejala. Ketika seorang pasien terpapar coronavirus, dirinya bisa tidak langsung mengeluh adanya gejala.

Pada manusia, periode inkubasi dari virus ini tampaknya 1-14 hari. Namun, sepertinya bahkan dalam periode inkubasi ini, virus corona ini sudah dapat ditularkan.

Jadi, orang yang sudah terinfeksi virus tapi tidak menunjukkan gejala apa pun, sudah dapat menularkan coronavirus ke orang lain.

Temuan ini tentu mengkhawatirkan karena makin mempermudah penularan virus 2019-nCoV. Temuan ini berbeda dengan wabah SARS pada tahun 2003, yang juga telah menewaskan ratusan orang. Virus SARS tidak menular pada masa inkubasinya.

Setelah masa inkubasi selesai, maka pasien akan mulai menunjukkan gejala. Gejala-gejalanya dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering dan sesak napas. Tingkat keparahan dari penyakit berkisar dari seperti flu ringan hingga pneumonia berat yang mengancam nyawa.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

2 of 3

Tips Terhindar dari Paparan Virus Corona Wuhan

Tips Terhindar dari Paparan Virus Corona Wuhan
Menggunakan Masker agar Terhindar dari Paparan Virus Corona Wuhan

Berdasarkan penjelasan di atas, kini Anda menyadari betapa sulitnya untuk mengetahui siapa yang sudah terkena virus ini, khususnya Lama masa inkubasi. Untuk menurunkan risiko tertular, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

Pencegahan adalah hal terpenting saat ini. Anda dapat mencegah terinfeksi virus ini dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, Anda dapat menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Ini karena virus ada kemungkinan menular dari sentuhan fisik.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci. Ingat, virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui mukosa pada hidung, mulut, bahkan mata.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Paling tidak beri jarak 1-2 meter bila Anda melihat orang tersebut sakit.
  • Terapkan etika batuk dan bersin yang tepat. Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan lupa untuk menggunakan masker untuk menutup bagian mulut dan hidung.
  • Bersihkan dan disinfektan (pembasmian hama penyakit-red) benda dan permukaan yang sering disentuh secara berkala.

Kini, Anda sudah tahu kan bahwa Coronavirus Wuhan sangat menular, bahkan selama masa inkubasi? Namun dengan pola hidup sehat dan bersih, Anda dapat menurunkan risiko tertular penyakit ini. Yuk buka Cek Corona Online Klikdokter sekarang agar mengetahui update kesehatan terkait virus corona.

(RPA/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓