Penyebab Nyeri Kronis dan Cara Mengatasinya

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 31 Jan 2020, 12:32 WIB
Nyeri dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Apa jadinya bila mengalami nyeri kronis? Yuk, simak penyebab dan cara mengatasinya!
Penyebab Nyeri Kronis dan Cara Mengatasinya

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri kerap dialami oleh banyak orang, khususnya bagi yang memiliki aktivitas sehari-hari yang cukup melelahkan. Keluhan ini memang bisa diatasi dengan mudah, namun bagaimana bila kondisinya adalah nyeri kronis?

Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan jaringan dan/atau cenderung merusak jaringan.

Ada banyak tipe nyeri, salah satunya adalah nyeri kronis. Jenis nyeri yang satu ini merupakan nyeri yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Seseorang dapat dikatakan mengalami nyeri kronis apabila rasa nyeri berlangsung lebih dari enam bulan.

Artikel Lainnya: Ini Perbedaan Antara Nyeri Akut dan Nyeri Kronis

1 of 4

Apa Saja Penyebab Nyeri Kronis?

Apa Saja Penyebab Nyeri Kronis?
Penderita Artritis

Penyebab nyeri kronis dapat berkaitan dengan cedera, penyakit tertentu, atau masalah kesehatan lainnya. Pada praktik klinisnya, seringkali pemicu nyeri kronis tidak diketahui secara pasti dan perlu dilakukan pemeriksaan penunjang.

Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang mungkin bisa menjadi penyebab nyeri kronis, antara lain:

  • Artritis
  • Sakit kepala
  • Nyeri pinggang
  • Fibromialgia
  • Kerusakan saraf
  • Kanker
  • Inflammatory Bowel Diseases (IBD)
  • Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  • Endometriosis
  • Pasca tindakan pembedahan
  • Cedera yang berulang pada salah satu bagian tubuh (repetitive stress injuries)
2 of 4

Gejala Nyeri Kronis yang Bisa Muncul

Nyeri Kronis pada Pinggang dan Sakit Kepala
Nyeri Kronis pada Pinggang dan Sakit Kepala

Karena bersifat subjektif, maka tingkat nyeri setiap orang berbeda dan tidak semua orang dengan kondisi di atas mengalami nyeri kronis. Gejala nyeri dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  • Terdapat sensasi yang tajam dan tumpul, seperti tertusuk yang konstan maupun hilang timbul.
  • Sulit menggerakkan bagian tubuh yang nyeri dan terasa kaku.
  • Kehilangan kekuatan pada bagian tubuh tertentu.

Seseorang yang mengalami nyeri kronis namun tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan stres dan depresi

Selain itu, keluhan ini dapat mengakibatkan kecemasan berlebih, gangguan tidur, kehilangan napsu makan, perubahan suasana hati, kehilangan gairah seksual, menurunnya produktivitas, penyalahgunaan obat, hingga muncul pikiran untuk bunuh diri.

Artikel Lainnya: Nyeri Otot, Gejala Penyakit Apa?

3 of 4

Bagaimana Cara Mengatasi Nyeri Kronis?

Seorang Wanita Berkonsultasi ke Dokter Terkait Nyeri Kronis
Seorang Wanita Berkonsultasi ke Dokter Terkait Nyeri Kronis

Ada beberapa cara untuk membantu meredakan nyeri kronis, baik dengan menggunakan obat maupun terapi.

  • Minum Obat

Beberapa obat anti-nyeri seperti golongan OAINS (ibuprofen, asam mefenamat, diklofenak) mungkin dapat meredakan nyeri untuk sementara waktu.

Pada beberapa orang, obat anti-nyeri juga dikombinasikan dengan obat relaksan otot, golongan opioid, maupun obat anti-depresan.

Tapi, perlu diingat bahwa obat-obatan ini harus dikonsumsi dengan bijak, yaitu sesuai dengan indikasi dan dibawah pengawasan dokter.

  • Tindakan Pembedahan

Pembedahan bisa dilakukan apabila benar-benar terdapat suatu kondisi yang menyebabkan nyeri kronis.

  • Fisioterapi

Fisioterapi dapat mengurangi rasa nyeri yang berlangsung lama. Beberapa jenis fisiorerapi yang bisa dilakukan adalah transcutaneous electrical nerves stimulation (TENS), pemijatan, latihan peregangan, serta kompres dingin dan hangat pada bagian yang nyeri.

  • Akupuntur

Metode ini menerapkan stimulasi terhadap titik-titik tertentu di tubuh dengan menggunakan jarum halus. Menurut jurnal oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, terdapat dua teknik akupuntur, yaitu akupuntur manual dan elektroakupuntur.

Bedanya, teknik elektroakupuntur dapat memberikan efek gabungan antara TENS dan akupuntur manual.

  • Olahraga

Jika memiliki nyeri akut (yang lebih singkat), maka disarankan untuk istirahat agar masa penyembuhan berjalan cepat. Namun, kalau nyeri yang dialami bersifat kronis, penderita justru tidak boleh hanya berdiam diri.

Dalam studi dr. Wendy F. Sternberg dari Haverford College di Pennsylvania mengatakan, dengan berolahraga secara rutin maka nyeri yang dialami akan berkurang.

Cobalah memulai olahraga seperti berenang, yoga, berjalan santai, dan bersepeda secara rutin. Selain dapat mengurangi nyeri, olahraga juga bisa meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi stres akibat nyeri yang dirasakan.

Selain dengan cara-cara di atas, tentunya Anda yang mengalami nyeri kronis juga harus mengontrol pikiran diri sendiri. Rasa nyeri itu sendiri dapat dikontrol melalui pikiran yang positif.

Nyeri kronis disebabkan oleh banyak kondisi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencari tahu sumber nyeri, sehingga dapat diatasi dengan baik. Biasakan untuk jangan menunggu sampai rasa nyeri menjadi terasa lebih parah.

Ingat, penggunaan obat-obatan tidak menjamin nyeri akan hilang dengan sekejap, lho. Kombinasi antara olahraga, kelola stres, dan berpikiran positif juga sangat diperlukan.

Bila ingin berkonsultasi dengan dokter seputar nyeri dan keluhan lainnya, Anda bisa memakai layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓