Jangan Abaikan, Jenis Penyakit Kaki Ini dan Penanganannya

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 02 Feb 2020, 10:20 WIB
Sakit kaki bisa disebabkan oleh sesuatu yang ringan hingga yang serius. Berikut ini lima jenis sakit kaki yang paling sering ditemui.
Jangan Abaikan, Jenis Penyakit Kaki Ini dan Penanganannya

Klikdokter.com, Jakarta Dalam beraktivitas sehari-hari, kaki menjadi salah satu bagian yang paling sering digunakan. Misalnya untuk berjalan, berlari, atau melakukan gerakan seperti melompat atau memanjat. Jadi, wajar saja kalau kaki rentan mengalami berbagai jenis masalah.

Biasanya, keluhan pertama yang muncul adalah rasa sakit pada kaki. Rasa sakit ini bisa ringan dan juga berat. Kondisinya dapat berupa nyeri tumpul hingga nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk, tergantung dari penyebabnya.

Apa pun itu, rasa sakit yang timbul tidak boleh disepelekan karena bisa mengindikasikan sesuatu yang serius!

Jenis-jenis Sakit Kaki

Anda perlu tahu, inilah lima jenis sakit kaki yang kerap dialami banyak orang:

1. Kram Otot

Penyebab sakit kaki paling sering adalah kram atau spasme otot. Rasa sakit digambarkan sebagai nyeri tajam yang bersifat tiba-tiba saat otot kaki berkontraksi.

Otot-otot yang mengencang ini kemudian membentuk benjolan keras di bawah kulit. Di sekitarnya, bisa muncul kemerahan dan bengkak.

Kram pada kaki juga bisa disebabkan oleh kelelahan otot dan dehidrasi, terutama di area betis. Begitupun dengan jenis obat-obatan seperti diuretik dan statin (obat penurun kolesterol).

2. Cedera atau Trauma

ilustrasi Cedera Kaki
ilustrasi Cedera Kaki

Ada banyak macam cedera pada kaki, namun yang paling sering menjadi penyebab adalah:

  • Muscle sprain (keseleo) dan strain (tegangan berlebihan), yakni cedera akibat robekan serat otot. Umumnya terjadi pada otot-otot besar seperti otot paha depan dan belakang (hamstring dan quadriceps), serta otot betis.
  • Tendinitis atau tendon yang meradang. Tendon adalah pengikat otot pada tulang. Saat tendon meradang, sendi-sendi di sekitarnya akan nyeri dan sulit digerakkan. Kondisi ini sering mengenai otot paha atau di sekitar tulang tumit.
  • Bursitis lutut, atau peradangan pada kantong air (bursa) yang mengitari sendi lutut.
  • Shin splint atau robekan otot di sekitar tulang kering.
  • Stress fractures atau patah tulang akibat tekanan, yang biasanya terjadi pada tulang kering dan tumit.

3. Gangguan Pembuluh Darah

Gangguan pembuluh darah pada kaki bisa terjadi pada pembuluh arteri maupun pembuluh  balik (vena).

Pada pembuluh arteri, yang sering terjadi yakni penyakit arteri perifer. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk aterosklerosis – kelainan yang juga menyebabkan stroke dan serangan jantung. Pada aterosklerosis, pembuluh darah menyempit dan menjadi kaku akibat timbunan lemak dan kolesterol.

Dalam kasus penyakit arteri perifer, pasokan darah ke otot-otot kaki di bagian hilir arteri terganggu, sehingga muncul keluhan seperti kram dan nyeri. Gangguan ini paling sering mengenai area betis, tetapi juga bisa di area bokong, paha, dan kaki.

Ciri khas gangguan ini yaitu rasa sakit saat berjalan (klaudikasio intermiten) dan akan terus memberat selama masih berjalan. Rasa sakit ini akan menghilang dengan istirahat.

Pada pembuluh vena, gangguan aliran darah bisa terjadi akibat adanya trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT) dan varises tungkai. Pada trombosis vena, akan terbentuk gumpalan-gumpalan darah, yang muncul setelah lama berbaring atau duduk.

Gumpalan darah ini dapat menyumbat aliran darah yang dari luar terlihat seperti kaki yang bengkak dan nyeri. Sedangkan pada varises, pembuluh vena yang tampak kebiruan di kulit akan terlihat seperti benang kusut dan melebar. Kaki juga tampak bengkak, meski tak selalu nyeri.

Keluhan sakit pada kedua gangguan ini dapat serupa, yakni kaki terasa sakit atau berat. Saat berjalan, sakit terasa di pangkal paha dan sekitarnya. Rasa sakit berkurang dengan istirahat namun butuh waktu lebih lama untuk mereda, ketimbang yang disebabkan oleh penyakit arteri perifer.

4. Gangguan Sendi

Ilustrasi Gangguan Sendi
Ilustrasi Gangguan Sendi

Peradangan sendi atau artritis dapat menimbulkan bengkak, nyeri, dan kemerahan. Gangguan ini paling sering menyerang sendi lutut dan panggul.

Sedangkan, bentuk radang sendi yang spesifik seperti artritis gout atau penyakit pirai biasanya menyerang sendi-sendi jari kaki dan tungkai bawah. Ini terjadi akibat penumpukan asam urat di dalam tubuh.

5. Gangguan Saraf

Gangguan saraf juga bisa menimbulkan rasa sakit pada kaki. Umumnya, ini merupakan komplikasi dari penyakit diabetes atau akibat penjepitan saraf di tulang belakang bagian bawah (hernia nukleus pulposus).

Selain rasa sakit, gangguan saraf akibat diabetes juga dapat berupa kesemutan, kebas, atau mati rasa pada kaki. Sedangkan, penjepitan saraf di tulang belakang lebih dirasakan sebagai rasa sakit yang umumnya menjalar dari belakang paha hingga tumit.

Di samping kelima gangguan di atas, sakit kaki juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi maupun tumor pada tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya.

Artikel lainnya: Kaki Gatal, Tanda 8 Masalah Kesehatan Ini

1 of 2

Cara Penanganan Sakit Kaki

Ilustrasi Kompres untuk Menangani Saki pada Kaki
Ilustrasi Kompres untuk Menangani Saki pada Kaki

Sakit kaki akibat kram atau cedera yang sifatnya ringan umumnya dapat diatasi di rumah dengan metode R-I-C-E, yakni:

  • Rest. Saat rasa sakit timbul, segera hentikan aktivitas dan istirahatkan kaki sebanyak mungkin selama 24-48 jam. Di samping itu, jangan menaruh beban pada area yang mengalami cedera.
  • Ice. Kompres dingin dengan es batu atau ice gel sudah terbukti mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Dalam 24-48 jam pertama setelah cedera, kompres selama 15-20 menit setiap 2-3 jam.
  • Compression. Untuk mencegah pembengkakan lebih lanjut, balut area yang cedera menggunakan perban elastis.
  • Posisikan bagian tubuh yang cedera agar lebih tinggi dari jantung. Ini akan mengurangi rasa sakit yang berdenyut dan pembengkakan. Misalnya, bila cedera di pergelangan kaki, topang kaki Anda dengan bantal kala berbaring.

Sebagai obat sakit kaki, bila perlu gunakan obat anti-nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan pembengkakan yang terjadi.

Setelah dua hari, Anda bisa mulai meregangkan kembali otot-otot yang cedera agar tidak kaku. Bila sakit terjadi di tungkai bawah, luruskan jari-jari kaki saat sedang duduk atau berdiri.

Sedangkan, bila sakit terjadi di tungkai atas, coba membungkuk untuk meraih jari-jari kaki. Pertahankan posisi tersebut selama 5-10 detik. Bila rasa sakit semakin berat, segera hentikan peregangan.

Untuk sakit kaki yang bukan disebabkan oleh cedera, misalnya akibat gangguan pembuluh darah, sendi, maupun gangguan saraf, memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Umumnya, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah untuk melihat penyakit yang mendasari. Kadang-kadang, diperlukan juga pemeriksaan USG Doppler atau bahkan kateterisasi untuk melihat aliran darah pada kaki.

Hasil-hasil pemeriksaan ini akan memberi petunjuk kemungkinan penyebab rasa sakit pada kaki. Selanjutnya, bisa ditentukan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab utamanya.

Kapan Harus ke Dokter?

Bila dengan cara-cara tadi keluhan tetap tidak membaik, kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi bila bengkak terjadi pada kedua kaki, timbul varises, terasa sakit waktu berjalan, rasa sakit semakin berat atau terjadi selama beberapa hari.

Bila salah satu hal di bawah ini terjadi, maka bisa menandakan kondisi yang lebih gawat. Anda perlu mendatangi rumah sakit terdekat sesegera mungkin:

  • Terdapat luka dalam pada kaki.
  • Kaki kemerahan dan terasa hangat ketika disentuh.
  • Kaki tampak pucat dan terasa dingin saat disentuh.
  • Sulit bernapas dan terjadi bengkak pada kedua kaki.
  • Tidak bisa berjalan atau pincang.
  • Mengalami cedera kaki yang berbunyi “pop” atau seperti gergaji.

Kesimpulannya, sejumlah kondisi – baik ringan maupun berat – dapat menimbulkan sakit pada kaki. Yang penting, jangan pernah abaikan rasa sakit tersebut.

Segera konsultasikan ke dokter, khususnya bila rasa sakit memberat atau menetap. Semakin penyakit kaki cepat diketahui dan diobati, maka rasa sakit yang parah bisa dicegah. Gunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk bertanya dengan dokter 24 jam!

(FR/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓