Benarkah Komedian Memiliki Tingkat Kecerdasan yang Tinggi?

Oleh dr. Rio Aditya pada 06 Feb 2020, 14:05 WIB
Komedian sering dianggap tidak punya kecerdasan tinggi. Ternyata hal ini justru tidak benar! Simak alasan mengapa komedian termasuk dalam kelompok orang cerdas.
Benarkah Komedian Memiliki Tingkat Kecerdasan yang Tinggi?

Klikdokter.com, Jakarta Lelucon yang dibuat oleh komedian seringkali membuat kita terhibur dan tertawa terpingkal-pingkal. Tidak jarang, selain lelucon yang diucapkan secara verbal, tingkah laku mereka juga sukses mengundang gelak tawa.

Hal ini mungkin sempat membuat banyak orang berpikir bahwa menjadi komedian atau pelawak sangat mudah. Hanya bermodalkan tingkah lucu saja dan tidak perlu memiliki tingkat kecerdasan atau pendidikan yang tinggi.

Padahal, sebenarnya untuk menghasilkan sebuah lelucon yang lucu dan berkualitas tidaklah mudah! Terutama bagi para stand-up comedian yang cenderung hanya mengandalkan lelucon dalam bentuk verbal atau kata-kata tanpa ada gerak-gerik tertentu.

Pasti hal ini akan menjadi lebih sulit. Nyatanya, para komedian stand-up atau komika justru memiliki tingkat kecerdasan yang di atas rata-rata. Mengapa bisa demikian?

Artikel lainnya: 9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

1 of 2

Ciri-ciri Orang yang Cerdas

Apa Anda menyadari, terdapat sejumlah karakteristik yang menandakan seorang komedian memiliki kecerdasan yang mengagumkan, yaitu:

  1. Menghasilkan Lelucon Berkualitas

Wanita Tertawa karena Lelucon
Wanita Tertawa karena Lelucon

Untuk mampu menghibur penonton, diperlukan lelucon yang berkualitas sehingga bisa diterima oleh banyak kalangan tanpa menyinggung siapapun. Bahkan dengan menggunakan lelucon sarkasme sekalipun.

  1. Memiliki IQ dan EQ yang Baik

Ilustrasi Wanita Memiliki IQ dan EQ yang Baik
Ilustrasi Wanita Memiliki IQ dan EQ yang Baik (Foto: Liputan6)

Diperlukan dua jenis kecerdasan untuk dapat menjadi komedian yang hebat, yaitu kecerdasan intelektual (intelligence quotient atau IQ) dan kecerdasan emosional (emotional quotient atau EQ).

Nilai IQ terbentuk dari penilaian terhadap berbagai poin seperti memori, penalaran, dan kemampuan berhitung, yang nantinya akan dihitung dalam bentuk angka.

Menurut Psychology Today, IQ rata-rata manusia adalah sekitar 100. Sedangkan, retardasi mental di bawah 70 dan nilai di atas 130 termasuk dalam kategori sangat pintar.

Suatu studi di Amerika yang dilakukan terhadap komedian menemukan, komedian yang diteliti memiliki rata-rata IQ sebesar 138 dengan rentang nilai dari 115-160. Studi lain yang dilakukan pada kelompok komedian berbeda juga menemukan hasil serupa, yakni memiliki tingkat IQ di atas rata-rata yaitu 126.

Selain itu, komedian juga memiliki EQ yang relatif tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan membaca situasi saat sedang menyampaikan leluconnya. Tidak mudah lho untuk peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan kita dan merespons dengan benar.

Memiliki kecerdasan kognitif dan kecerdasan emosional yang seimbang sangatlah penting. Jika salah satunya tidak seimbang, maka kemampuan berinteraksi dalam kehidupan sosial pun akan terganggu. Selain menjadi cerdas, kita juga harus memiliki kepribadian yang baik.

Artikel lainnya: 6 Latihan untuk Meningkatkan Kecerdasan Otak

  1. Pintar Menyikapi Situasi

Wanita dan Pria Tertawa
Wanita dan Pria Tertawa

Seorang komedian harus mampu menilai respons penonton dan cepat menanggapinya. Jika tidak cepat beradaptasi atau membaca situasi, maka lelucon yang disampaikan bisa berubah menjadi buruk.

Hal ini akan menjadi sangat penting ketika ia ingin menyampaikan lelucon yang bersifat agak sensitif atau sarkasme. Bila pemilihan kata, topik, serta cara dan waktu penyampaiannya tidak diperhitungkan dengan tepat, lawakan tersebut bisa berpotensi memicu kegaduhan atau menyinggung perasaan orang lain.

  1. Lebih Toleran dan Tidak Agresif

Raditya Dika (Foto: @raditya_dika/Instagram)
Raditya Dika (Foto: @raditya_dika/Instagram)

Suatu penelitian dalam jurnal internasional Cognitive Processing menyatakan, komedian yang sering menggunakan materi komedi bertema “gelap” (sarkasme, komentar pedas, atau kontroversial), akan memiliki kapasitas kognitif yang lebih besar, lebih toleran, dan tidak agresif.

Hasil dari studi ini menunjukan bahwa orang yang tidak mudah menerima lelucon bersifat “gelap” akan cenderung memiliki sifat yang lebih intoleran dan memiliki agresivitas.

Nah, sekarang jangan lagi memandang sebelah mata terhadap para komedian. Profesi ini memiliki kesulitan tersendiri dan tetap memerlukan kecerdasan yang tinggi. Oleh karena itu, komedian juga termasuk ke dalam kategori orang cerdas! Mau tahu info menarik seputar kesehatan dan kecerdasan otak lainnya? Yuk download aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓
tommy.arybowo.18.gmail_1580986347800tommy.arybowo.18.gmail_1580986347800

Artikel Psikologi yang sangat bermanfaat. Terima kasih, Dr. Rio Aditya! Salam sehat dari pembaca terbaru klikdokter.