Sakit Saat Menelan, Ini Makanan yang Harus Dihindari

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 08 Feb 2020, 14:23 WIB
Sakit saat menelan dapat membuat Anda sulit makan dan minum. Agar sakit dan keluhan tak semakin memberat, hindari makanan-makanan berikut.
Sakit Saat Menelan, Ini Makanan yang Harus Dihindari

Klikdokter.com, Jakarta Sakit saat menelan mungkin terdengar sepele. Tapi gangguan ini bisa membuat Anda kesulitan makan atau minum, hingga terjadi penurunan nafsu makan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan zat gizi agar proses penyembuhan berjalan baik.

Sakit menelan, atau dalam medis disebut odinofagia yang muncul akibat adanya peradangan pada tenggorokan (faringitis). Keadaan ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit.

Keluhan yang sering adalah infeksi virus saluran napas (rhinovirus, coronavirus, adenovirus, virus influenza) dan infeksi bakteri seperti strep throat. Kondisi ini bisa muncul akibat batuk yang tak kunjung sembuh, refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease), radang tiroid, kanker, alergi, dan merokok.

Makanan yang Harus Dihindari

Ilustrasi Makanan Pedas
Ilustrasi Makanan Pedas

Selain melalui pengobatan medis, Anda dapat juga meringankan kondisi odinofagia dengan menjaga asupan makanan. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari itu adalah:

  1. Makanan Berlemak

Makanan tinggi lemak seperti daging merah, produk susu full fat, kue manis, dan gorengan lebih sulit dicerna tubuh dan dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Konsekuensinya, keluhan sakit menelan bisa semakin memberat.

Gorengan biasanya juga bertekstur keras, kasar, dan kering, sehingga dapat semakin mengiritasi tenggorokan.

  1. Makanan yang Asam

Hindari buah-buahan golongan sitrus (jeruk mandarin, jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis) dan tomat. Kandungan asam di dalam buah-buahan ini dapat mengiritasi permukaan tenggorokan sehingga memperburuk rasa sakit.

Hindari juga makanan yang mengandung asam cuka atau garam, seperti acar.

Artikel lainnya: Bolehkah Makan Es krim Saat Radang Tenggorokan?

  1. Makanan Pedas

Jenis makanan yang termasuk di sini adalah saus sambal, bubuk cabe, kari, dan rempah-rempah seperti pala, lada, dan cengkih. Makanan ini dapat semakin mengiritasi tenggorokan.

  1. Susu dan Produk Susu

Pada sebagian orang, susu, yogurt, dan keju dapat mengentalkan dan memperbanyak produksi dahak. Ini akan memicu Anda untuk lebih sering membersihkan tenggorokan atau berdehem, yang bisa memperburuk keluhan sakit saat menelan.

  1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung karbonat dan gula yang secara langsung dapat mengiritasi tenggorokan. Kandungan ini juga dapat memicu asam lambung naik, yang semakin memperberat odinofagia.

  1. Alkohol

Minuman beralkohol dan cairan kumur yang mengandung alkohol dapat menyebabkan sensasi menyengat kala sakit menelan. Alkohol juga memicu dehidrasi, di mana kondisi ini justru membuat sakit menelan semakin memburuk.

Artikel lainnya Saat Radang Tenggorokan, Ini Makanan yang Aman Dikonsumsi

1 of 2

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi

Pisang
Pisang

Sebaliknya, mengonsumsi makanan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Berikut adalah daftarnya:

  1. Pisang

Pisang adalah buah yang menyehatkan karena tinggi kalori dan bergizi. Konsistensinya lembut sehingga mudah ditelan, termasuk bagi Anda yang sakit menelan.

  1. Sup Ayam

Studi yang sudah ada di masa lalu menyebutkan bahwa sayuran dan ayam di dalam masakan sup ayam bersifat antiperadangan dan dapat membantu membersihkan saluran napas. Selanjutnya, ini akan mengurangi keluhan sakit menelan.

  1. Kunyit

Kunyit bisa digunakan sebagai bumbu masakan maupun campuran teh atau susu. Kandungan kunyit bersifat antiseptik dan antiperadangan sehingga baik untuk radang tenggorokan.

  1. Jahe

Sama seperti kunyit, jahe juga mengandung zat antiperadangan yang dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

  1. Madu

Madu adalah pemanis alami yang mengandung antiseptik hidrogen peroksida. Kandungan ini dapat mematikan sebagian kuman penyebab sakit menelan. Madu juga membantu proses penyembuhan.

Namun demikian, anak-anak di bawah satu tahun tidak boleh mengonsumsinya karena risiko botulisme. Yaitu, kondisi keracunan akibat bakteri Clostridium botulinum di dalam madu, yang dapat menyebabkan gangguan saraf dan kelumpuhan otot.

  1. Teh

Teh hangat bersifat menyamankan tenggorokan. Apalagi bila mengonsumsi teh hijau, yang mengandung antiperadangan alami. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa berkumur dengan larutan teh hijau dapat mengurangi sakit menelan setelah operasi di area ini.

  1. Sayuran Masak

Sayuran yang dimasak hingga lunak dan matang, seperti wortel, kol, brokoli, dan kentang bersifat lembut di tenggorokan. Sayuran ini juga menyediakan gizi penting untuk penyembuhan.

  1. Telur

Telur dalam bentuk orak arik atau omlet mudah dimakan. Telur juga merupakan sumber protein yang baik, yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki jaringan selama proses penyembuhan.

  1. Es batu, Es Loli, Sorbet

Sorbet buah, es loli, dan es batu biasa dapat membantu meredakan tenggorokan yang sedang meradang. Sebaiknya pilih jenis yang rendah gula.

  1. Puding Jeli

Puding jeli mudah ditelan. Bila dikonsumsi dingin, dapat meredakan sakit menelan. Camilan ini juga bisa menjadi sumber energi instan kala sedang sulit makan.

Meski demikian, kandungan gula terhitung tinggi. Untuk menyiasatinya, sebaiknya Anda buat sendiri puding jeli agar takaran gulanya bisa disesuaikan.

Meski biasanya tidak serius, sakit saat menelan menimbulkan rasa tidak nyaman. Agar tak makin memberat, ingat-ingat makanan apa yang perlu dihindari dan apa yang sebaiknya dikonsumsi. Bila tak juga membaik, segera kunjungi dokter. Jangan ketinggalan info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

Lanjutkan Membaca ↓