9 Orang di Hongkong Terinfeksi Virus Corona setelah Berbagi Makanan!

Oleh Ayu Maharani pada 11 Feb 2020, 11:43 WIB
Siapa sangka makan BBQ dan Hot pot bersama keluarga bisa jadi bencana seperti yang dialami 9 orang di Hongkong ini. Satu keluarga ini positif coronavirus!
9 Orang di Hongkong Terinfeksi Virus Corona setelah Berbagi Makanan!

Klikdokter.com, Jakarta Coba bayangkan, Anda berkumpul bersama keluarga untuk merayakan sesuatu disertai obrolan hangat dan konsumsi makanan nikmat. Namun, sekitar dua minggu kemudian, Anda sekeluarga malah dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Menyedihkan, bukan?

Dilansir dari South China Morning Post, itulah yang dirasakan sebuah keluarga asal Hongkong, di mana pada 26 Januari lalu mereka melakukan family gathering di Lento Party Room, Kwun Tong. Lalu, apa benar penyebaran virus corona sekarang bisa lewat makanan?

Penularan Virus Corona di Hongkong

Sekeluarga asal Hongkong dengan usia rata-rata 22 sampai 68 tahun itu mengalami gejala flu yang tak kunjung sembuh. Ini setelah mereka makan bersama di sebuah event keluarga.

Lalu pada akhirnya (09/02), kesembilan anggota keluarga tersebut dinyatakan positif terinfeksi coronavirus. Dua orang lagi yang ikut family gathering merupakan warga negara Tiongkok  dan tidak diketahui berasal dari Provinsi Hubei atau bukan.

Namun, satu orang tersebut terbukti negatif infeksi virus, sedangkan status kesehatan yang lainnya belum diketahui.

Mengingat makanan yang disajikan berupa hot pot dan BBQ (barbecue), beberapa orang ada yang jadi menghindari hidangan tersebut sebagai pemicu infeksi virus corona.

Sebelum menuduh dua hidangan lezat itu, simak dulu penjelasan dokter berikut ini, ya!

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

1 of 4

Bukan karena Hot Pot atau BBQ yang Disajikan

Bukan karena Hot Pot atau BBQ yang Disajikan
Hot Pot

Sebagai informasi, virus corona tidak dapat bertahan hidup pada suhu di atas 56 derajat Celcius. Dengan demikian, tak mungkin rasanya virus mematikan tersebut berasal dari makanan yang dimasak panas dalam hot pot.

Bahan makanan serta kuah yang dimasak dalam hotpot mesti mendidih dan suhu didih air itu sendiri sudah bisa mencapai 100 derajat Celcius.

Jadi, sangat kecil kemungkinannya bahwa masakan hotpot itu mengandung virus dan menjangkit orang yang menyantap makanan tersebut.

Untuk masakan barbecue, mungkin Anda merasa bahwa bisa saja orang-orang Hongkong tersebut tidak memanggangnya hingga benar-benar matang.

Namun, menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, BBQ juga kecil kemungkinannya untuk menularkan infeksi coronavirus.

Pasalnya, untuk membakar daging saja dibutuhkan suhu panas 60 derajat Celcius ke atas. Sedangkan pada sayur, seperti jagung, paprika, jamur, dibutuhkan suhu tinggi juga untuk memanggangnya.

Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk memanggang sayur jauh lebih singkat ketimbang memanggang daging.

Melihat adanya dua proses pemasakan yang membutuhkan suhu tinggi, mereka sepertinya bukan terinfeksi virus corona dari makanan, melainkan dari faktor lain.  Lalu, apa, ya, penyebabnya?

Artikel Lainnya: Tenang, Kiriman Paket dari Tiongkok Tak Akan Menularkan Virus Corona!

2 of 4

Bertukar Alat Makan atau Terkena Droplet Virus Bisa Jadi Penyebabnya

Bertukar Alat Makan atau Terkena Droplet Virus Bisa Jadi Penyebabnya
Alat Makan

Ketimbang memikirkan efek makan BBQ atau hot pot yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan penularan virus corona, dr. Alvin mengatakan ada tiga penyebab yang mungkin jadi faktor penularan virus tersebut, yaitu seperti berikut ini.

  • Anggota keluarga saling bertukar alat makan dan minum.
  • Anggota keluarga menyentuh barang yang sebelumnya sudah dipegang oleh si penderita (tangan si penderita mengandung droplet bervirus sehabis ia batuk atau bersin)
  • Saat mengobrol, penderita bersin dan batuk tapi tidak menutup hidung dan mulutnya, lalu tersebarlah droplet itu ke orang lain.

“Untuk mencicipi makanan, bisa saja anggota keluarga tersebut meminjam sumpit lain dan tidak diketahui bahwa alat makan yang dipakai sudah terkena lendir dari penderita. Apalagi yang dikonsumsi makanan basah, jadi tidak kelihatan,” kata dr. Alvin.

“Belum lagi kalau mengobrol, si penderita tidak menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Ini membuat droplet bervirus itu menyebar ke satu ruangan dan menjangkiti anggota keluarga yang ada di ruangan tersebut,” dr. Alvin menambahkan.

Jika memang benar seperti itu, penyebaran virus corona tak cuma bisa menginfeksi anggota keluarga. Tapi juga, orang-orang yang berada di sekitar restoran. Ini termasuk para pegawai yang masuk ke ruangan tersebut saat melayani penderita coronavirus.

Artikel Lainnya: Dalam 15 Detik Virus Corona Bisa Menular, Kok Bisa?

3 of 4

Apa Harus Mengurangi Kumpul-kumpul Bareng untuk Cegah Coronavirus?

Makan Bersama Teman-Teman
Makan Bersama Teman-Teman

Sementara itu, Kepala Bidang Penyakit Menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan, Dr. Chuang Shuk-kwan mengimbau masyarakat Hongkong untuk mengurangi frekuensi atau menghindari acara kumpul-kumpul untuk mencegah penularan virus corona.

Tindakan tersebut memang dirasa tepat untuk diterapkan di daerah yang dekat dengan Tiongkok atau daerah yang punya angka infeksi cukup tinggi.

Namun, dr. Alvin menuturkan, cara tersebut sampai saat ini belum perlu diterapkan di Indonesia. Ini karena belum ada laporan resmi satu orang pun yang positif terkena corona.

“Hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Itu sangat penting. Misalnya, selalu cuci tangan, tidak meludah sembarangan, batuk dan bersin juga mesti ditutup pakai tisu lalu tisunya dibuang ke tempat sampah,” jelasnya.

“Lalu, tidak perlu juga sharing alat-alat makan dan minum. Kita tidak pernah tahu, kan, sedang sakit atau tidak orang tersebut? Lebih baik mencegah saja. Kalau memang Anda khawatir dengan situasi umum, gunakan masker dengan baik. Jangan lepas-pasang lepas-pasang dan ganti secara rutin,” dr. Alvin menambahkan.

Satu lagi menurut dr. Alvin, sangat penting untuk menjaga jarak dengan orang yang memiliki gejala flu, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam tinggi. Tidak ada anjuran berapa meter harus menjaga jarak, intinya jangan terlalu dekat.

Penularan virus corona yang melibatkan 9 anggota keluarga Hongkong kemungkinan bukan disebabkan oleh makanan, melainkan karena interaksi yang terjadi. Ada perpindahan droplet atau cairan tubuh bervirus. Bila Anda ingin bertanya tentang coronavirus, silakan konsultasikan melalui fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓