Cegah Penularan Virus, Inilah Jenis Masker dan Perbedaannya

Tak semua masker efektif untuk tangkal penularan virus, berikut panduan beberapa jenis masker yang ada di pasaran dan masker mana yang sebaiknya Anda gunakan!
Cegah Penularan Virus, Inilah Jenis Masker dan Perbedaannya

Klikdokter.com, Jakarta Dengan maraknya berita terkait coronavirus, tak sedikit masyarakat yang langsung mengenakan masker dalam kegiatan sehari-hari untuk melindungi diri. Namun, jenis masker seperti apa yang sebenarnya efektif untuk mencegah penularan penyakit terutama yang diakibatkan oleh virus?

Fungsi Masker dalam Pencegahan Penularan Penyakit

Masker dalam konteks pencegahan penularan penyakit atau perlindungan diri adalah jenis yang digunakan untuk menutupi sebagian atau seluruh wajah, terutama bagian yang rentan menjadi “pintu masuk” kuman seperti virus atau bakteri. Pintu masuk yang dimaksud di antaranya ialah mulut, hidung, dan mata.

Kebanyakan masker yang biasa dipakai oleh petugas medis maupun masyarakat adalah masker yang menutupi sebagian wajah, terutama hidung dan mulut.

Masker ini diutamakan untuk mencegah penularan penyakit terutama yang ditularkan melalui droplet (cairan) atau udara, misalnya saat batuk atau bersin.

Masker dapat digunakan baik oleh orang yang sehat maupun yang sakit. Bagi tenaga medis misalnya, diwajibkan memakai masker pada kondisi tertentu untuk mencegah penularan saat mereka menangani orang yang sakit.

Sebaliknya, bila Anda sakit, penggunaan masker ditujukan untuk mencegah penularan penyakit dari Anda ke orang lain.

Tentunya, ada berbagai jenis masker yang sesuai dengan kondisi tujuan pemakaian. Tidak semua masker cocok atau perlu digunakan untuk semua kondisi, misalnya untuk mencegah penularan penyakit akibat virus.

Supaya tak salah pilih, berikut panduan mengenai jenis masker dan perbedaannya.

Artikel lainnya: 9 Orang di Hongkong Terinfeksi Virus Corona setelah Berbagi Makanan!

1 dari 3

5 Jenis Masker dan Perbedaannya

Masker Bedah
loading
  1. Masker Kertas atau Kain

Ini adalah jenis masker yang lazim digunakan sehari-hari dan bukan untuk tujuan medis. Masker kain dapat dicuci dan dipakai berulang, sedangkan masker kertas meski memiliki bentuk yang serupa dengan masker operasi (surgical mask) namun memiliki fungsi dan karakter yang sangat berbeda.

Kedua masker ini tidak tahan air, sehingga tidak dapat melindungi dari penularan penyakit akibat droplet atau cairan tubuh. Jenis ini hanya berfungsi mencegah transfer partikel besar, misalnya untuk mencegah makanan terkena liur saat mempersiapan makanan di restoran.

  1. Masker Bedah (Surgical Mask)

Memiliki bentuk dan tampilan yang serupa dengan masker kertas, tak jarang membuat masyarakat keliru antara pemanfaatan masker bedah dengan masker kertas.

Meski serupa, yang khas dari masker bedah adalah memiliki warna lapisan yang berbeda antara sisi luar dengan sisi dalam.

Salah satu sisi masker bedah biasanya berwarna hijau atau biru (bukan abu-abu, berbeda dengan masker karbon aktif). Masker ini yang paling dianjurkan digunakan saat berada pada kondisi berisiko tinggi penularan penyakit, misalnya ketika ada wabah virus.

Artikel lainnya: Heboh Masker N95 yang Stoknya Langka, Cek Keunggulannya di Sini!

Masker ini biasa digunakan dalam lingkungan penyedia layanan kesehatan, dan memiliki tingkat filtrasi kuman hingga lebih dari 80%. Agar dapat berfungsi dengan baik, penggunaan masker harus benar dan sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

Perhatikan sisi atas-bawah dan luar-dalam dari masker ini. Sisi dengan kawat berada di atas untuk menyesuaikan bentuk masker dengan lekuk hidung, dan sisi berwarna ada di bagian luar karena menjadi bagian yang tahan dari cairan. Ingat, masker ini sekali pakai dan tidak dianjurkan untuk pemakaian berulang.

  1. Respirator N-95, N-99 dan N-100

Berbeda dengan masker biasa, penamaan respirator pada jenis pelindung ini sesuai dengan fungsinya, yaitu menyaring udara dari kontaminan atau partikel udara yang ukurannya sangat kecil. Menurut Health Sciences Authority, kode 95 pada respirator artinya dapat menyaring hingga 95 persen partikel udara berukuran 0.3 mikron.

Terdapat respirator serupa dengan kode angka yang lebih tinggi seperti N-99 dan N-100 yang menunjukkan kemampuannya menyaring partikel sejenis. Jika N-99 mampu menyaring udara hingga 99 persen, masker N-100 bisa memfilter udara sampai 100 persen.

Meski dapat digunakan dalam kondisi pencegahan penularan penyakit akibat virus, namun masker ini sebenarnya ini tidak diperlukan karena fungsinya sudah dipenuhi oleh masker bedah.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3

Bolehkah Masker N-95 Dipakai Berulang Kali?

Wanita Memakai Masker N95
loading

Selain karena harganya lebih mahal dan susah didapat, jenis pelindung ini lebih tidak nyaman bila digunakan dalam waktu lama. Respirator N-95 juga merupakan pelindung sekali pakai, sehingga segera buang setelah satu kali pemakaian.

Namun,  masker respirator N-95 diperbolehkan dipakai berulang kali dengan syarat terbatasnya jumlah alat pelindung diri dalam kondisi wabah atau darurat.

Tentunya, perpanjangan durasi pemakaian berulang respirator N-95 boleh dilakukan dengan berbagai syarat, di antaranya:

  • Respirator belum terkontaminasi, misalnya oleh benda yang terdapat kuman atau cairan tubuh penderita penyakit menular.
  • Tidak ada riwayat kontak antara pemakai dengan suspect
  • Bentuk masih utuh dan layak, serta masih bisa digunakan untuk bernapas.
  • Disimpan sesuai prosedur; digantung di ruangan bersih atau disimpan dalam kotak penyimpanan bersirkulasi, serta tidak bersentuhan dengan respirator lainnya.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun, atau dengan cairan disinfektan sebelum melepas, menyimpan, dan memakai kembali respirator.

Tidak ada standar baku mengenai berapa kali respirator N-95 dapat digunakan kembali. Prosedur ini hanya dianjurkan pada kondisi mendesak, dan masing-masing produsen masker mungkin memiliki panduan yang berbeda.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) lebih menganjurkan pemakaian secara terus menerus maksimal delapan jam, dibandingkan dengan melepas-pasang masker secara berulang-ulang.

Baca Juga

Bagi Anda yang beraktivitas sehari-hari dan bukan tenaga medis, penggunaan masker bedah seharusnya sudah cukup untuk membantu mencegah penularan penyakit, kecuali ada instruksi lain dari tenaga kesehatan yang berwenang.

Tak perlu panik saat menghadapi isu wabah seperti virus corona. Tetaplah tenang dan selalu jaga higienitas diri serta lingkungan untuk tekan risiko penularan. Kalau ingin tahu beragam tips kesehatan lainnya, download aplikasi KlikDokter sekarang!

(FR/RPA)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

9 Orang di Hongkong Terinfeksi Virus Corona setelah Berbagi Makanan!

Info Sehat
11 Feb

Dalam 15 Detik Virus Corona Bisa Menular, Kok Bisa?

Info Sehat
09 Feb

Heboh Masker N95 yang Stoknya Langka, Cek Keunggulannya di Sini!

Info Sehat
07 Feb

Hampir Sepekan Dikarantina Coronavirus, Ini Update Terbaru dari Natuna

Info Sehat
06 Feb

Xenofobia, Sikap Rasis yang Muncul Akibat Virus Corona

Info Sehat
06 Feb

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk