Dulu Akur Sekarang Tidak, Ini Penyebab Saudara Bertengkar saat Dewasa

Banyak yang berpikir kalau pertengkaran terjadi karena kedua belah pihak sudah tak saling menyayangi. Benarkah kakak-adik yang bertengkar disebabkan oleh itu?
Dulu Akur Sekarang Tidak, Ini Penyebab Saudara Bertengkar saat Dewasa

Klikdokter.com, Jakarta Perkara kakak adik bertengkar tentu bukan hal asing lagi. Kita ambil contoh, Pangeran William dan Pangeran Harry. Meski tak dikatakan secara gamblang bahwa mereka tengah menghadapi pertikaian, sepertinya masyarakat dunia terlanjur berasumsi demikian.

Saat masih anak-anak, publik sempat menyaksikan momen kedekatan mereka. Tapi kini, ketika sudah dewasa dan punya keluarga sendiri, justru yang terjadi adalah “pecah kongsi”.

William masih bertahan di kerajaan Inggris, sementara Harry menyatakan “mundur” dan tak lagi mau bergantung pada royal family.

Tentunya, masih banyak kasus saudara kandung bertengkar di luar konteks royal family. Mereka yang bertengkar biasanya berjenis kelamin sama dan cenderung memiliki ego yang sama.

Lantas, bagaimana tanggapan psikolog mengenai penyebab pertengkaran antara kakak- beradik yang dulunya akrab?

  1. Pembuktian Diri karena Waktu Kecil Disepelekan

Banyak faktor yang melatarbelakangi pertengkaran saudara kandung saat dewasa. Menanggapi pertanyaan tadi, begini jawaban dari Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog dari KlikDokter.

“Misalnya, sejak kecil, si kakak beradik sering dibanding-bandingkan. Si kakak selalu dianggap lebih baik dan kepentingannya selalu dinomorsatukan. Karena tak punya power, si adik cuma bisa memendamnya saja,” kata Ikhsan.

“Seiring berjalannya waktu dan sang adik sudah dewasa, rasa kompetitif kian menjadi-jadi. Timbullah rasa dendam. Bisa saja salah satunya ingin memutarbalikkan keadaan. Jika waktu kecil disepelekan, maka sekarang ia ingin menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya,” tambahnya.

Dengan demikian, faktor pertama yang dapat membuat kakak adik bertengkar adalah pembuktian diri. Ini karena sejak kecil disepelekan meski orang lain tidak menyadari hal itu.

Artikel Lainnya: Begini Tipe Kepribadian Anak Menurut Urutan Kelahirannya

  1. Perbedaan Selera yang Dimulai saat Remaja

Ilustrasi Perbedaan Selera Kakak Adik di Taman

Kurangnya waktu bersama juga bisa memicu pertikaian saudara kandung di saat dewasa. Umumnya, faktor ini terjadi di fase-fase remaja.

Ini karena fase tersebut merupakan fase di mana seseorang sedang memiliki banyak teman dengan berbagai latar belakang dan karakter. Ia pun mulai mendapatkan hal-hal baru yang tidak diberikan oleh keluarganya.

“Karena banyak masukan atau faktor eksternal baru, karakter kakak dan adik bisa berubah. Awalnya nyambung, jadi nggak nyambung lagi. Kalau kondisi itu lama dibiarkan, akhirnya muncul jarak di antara keduanya. Semua hal yang lucu menjadi canggung, dan yang asyik jadi tak menarik lagi,” tutur Ikhsan.

  1. Pendidikan dan Pekerjaan yang Sangat Berbeda

Baik pekerjaan maupun pasangan hidup, keduanya bisa memengaruhi hubungan saudara kandung.

Misalnya, sang kakak kini sudah menjadi seorang dokter dan profesor. Semua yang dilakukannya harus bersifat objektif, tepat waktu, dan menyukai hal yang pasti.

Sementara si adik, tumbuh menjadi seorang seniman. Mereka yang bekerja di bidang seni biasanya memiliki jam kerja yang fleksibel dan mengandalkan mood. Baik atau tidaknya suatu hal juga tergantung preferensi masing-masing orang.

Dua hal tersebut bisa memicu pertikaian di kemudian hari, meski waktu kecil mereka sangat akrab. Dulu, mereka belum memiliki karakter yang kuat dan masih fleksibel.

Sekarang, akibat pendidikan dan pekerjaan, sudah ada idealisme yang sulit dibantahkan.

Artikel Lainnya: Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Ini Strategi Mengatasinya

  1. Pengaruh Pasangan Hidup

Ilustrasi Kakak dan Adik Bertengkar

Masuknya orang baru di kehidupan kakak atau adik pasti akan memengaruhi hubungan keduanya. Dulu, semuanya diprioritaskan untuk keluarga. Sedangkan sekarang, pasti yang diprioritaskan adalah pasangan hidup masing-masing.

Adanya pasangan juga bisa mengubah pola pikir dan menambah motivasi tertentu. Bila dulu si adik tak berani membuat keputusan karena tak memiliki bala bantuan, sekarang sudah jadi lebih berani karena ada orang yang mendukungnya.

  1. Harta Berbicara

Tak bisa dimungkiri bahwa ini juga memicu pertengkaran saudara kandung, apalagi kalau orang tua mereka meninggalkan harta yang banyak. Ingat, makin dewasa, ego semakin besar dan kebutuhan makin banyak.

Tak peduli seberapa dekat mereka waktu kecil dulu, harta bisa mengubah kedekatan menjadi permusuhan! Lalu, akan semakin memanas kondisinya bila sejak awal orang tua mereka tidak membaginya secara adil.

Akan lebih susah memang untuk memperbaiki hubungan yang rusak di masa dewasa ketimbang masa kecil. Sebab, sudah ada campur tangan gengsi dalam hal ini.

Baca Juga

Namun, bukan berarti saudara kandung yang bertengkar tak bisa berbaikan sama sekali, ya. Selama masih ada kenangan dan rasa sayang, pasti ikatan dan hubungan akan membaik kembali.

Pertengkaran kakak beradik terkadang memang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, sikapilah dengan bijak. Bila ingin tahu cara membina hubungan keluarga atau pertemanan, Anda bisa bertanya langsung dengan psikolog kami melalui fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kesalahan yang Dilakukan Orang Tua Saat Anak Duduk di Car Seat

Info Sehat
11 Feb

Cara Menunjukkan Rasa Cinta pada Anak Jelang Hari Valentine

Info Sehat
10 Feb

Begini Tipe Kepribadian Anak Menurut Urutan Kelahirannya

Info Sehat
07 Feb

Yuk, Ketahui Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak

Info Sehat
05 Feb

Bahaya Mengasuh Anak dengan Memaksa untuk Dewasa Sebelum Waktunya

Info Sehat
05 Feb

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk