Air Distilasi dan Pengaruhnya pada Kesehatan Ginjal

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 19 Feb 2020, 11:32 WIB
Salah satu hal penting untuk ginjal yang sehat adalah minum air yang cukup. Bagaimana menentukan jenis air dan jumlah cairan yang tepat bagi kesehatan ginjal?
Air Distilasi dan Pengaruhnya pada Kesehatan Ginjal

Klikdokter.com, Jakarta Untuk menjaga kesehatan ginjal dengan optimal, minum air yang cukup merupakan hal yang penting dilakukan. Anjuran ini bukanlah isapan jempol belaka.

Bila tidak mencukupi kebutuhan cairan, maka bisa jadi ginjal yang akan terkena imbasnya. Terlebih bila sudah ada keluhan pada organ tersebut.

Banyaknya jenis air putih yang beredar kadang membuat bingung dalam memilih mana yang paling baik untuk kesehatan ginjal. Selain itu, jumlah air yang perlu diminum juga sering kali menjadi pertanyaan. Yuk, kita kupas tuntas berbagai pertanyaan tersebut dalam artikel ini!

Bahaya Penyakit Ginjal

Secara umum, penyakit ini dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu penyakit ginjal akut dan kronis. Bila bersifat akut, penyakit ini terjadi secara tiba-tiba dan sementara. Namun, bila terus menetap dan tak kunjung membaik, penyakit ginjal akut dapat berubah menjadi penyakit ginjal kronis.

Terdapat sejumlah faktor yang memicu penyakit ginjal. Hal ini lebih berisiko lagi bila seseorang memiliki tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, merokok, memiliki riwayat penyakit ginjal, dan berusia lebih dari 50 tahun.

Beberapa gejala penyakit ginjal yang perlu diketahui yaitu:

  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan jumlah air kemih dan frekuensi berkemih
  • Perubahan pada urine (berbusa atau terdapat darah)
  • Nyeri pada punggung bawah dan kepala
  • Sulit konsentrasi dan tidur
  • Rasa lelah berlebih dan menurunnya nafsu makan
  • Sesak napas, mual, dan muntah

Bila ginjal tidak berfungsi sebagai filter yang baik, maka tubuh dapat menyimpan kelebihan kandungan air dan produk sisa metabolisme. Hal ini tentu berisiko memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pentingnya Kebutuhan Air bagi Ginjal

Air adalah salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Karena, bisa membantu ginjal membuang limbah dari darah dalam bentuk urine. Air juga membantu menjaga komposisi darah yang penting dalam memberikan nutrisi untuk berbagai organ tubuh.

Jika Anda mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, maka keseimbangan cairan tubuh akan terganggu. Bahkan, kekurangan cairan yang berat dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Jadi, minum air putih yang cukup sangat penting untuk kesehatan tubuh khususnya organ ginjal.

Perlu diingat, ginjal memegang peranan penting dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengingat organ ini berfungsi sebagai filter dalam tubuh yang membuang racun dan sisa metabolisme.

Selain membersihkan racun, ginjal juga berguna untuk mengatur tekanan darah, menyeimbangkan jumlah cairan dalam tubuh, dan mengelola produksi vitamin D.

1 of 2

Air Distilasi untuk Kesehatan Ginjal

Saat ini, terdapat banyak jenis air yang beredar, contohnya air keran yang dimasak, air distilasi, atau air dengan berbagai teknik pemrosesan lainnya. Lalu, bagaimana memilih air minum yang tepat?

Salah satu jenis air yang populer akhir-akhir ini adalah air distilasi. Air distilasi adalah air yang sudah melalui proses pemanasan sampai air menguap. Uap inilah yang kemudian dikumpulkan kembali untuk dijadikan air yang dikemas.

Melalui proses tersebut, kandungan bakteri dan mineral non-organik yang tidak dibutuhkan tubuh telah hilang. Mineral non-organik adalah mineral yang berasal dari sumber atau benda tidak hidup, contohnya mineral di dalam tanah yang digunakan tumbuhan.

Karena tidak mengandung kontaminan apa pun, tak heran bila air minum distilasi dianggap sebagai yang paling murni dan bersih dibanding air dari teknik filtrasi lainnya.

Sampai saat ini, memang belum ada rekomendasi khusus terkait pilihan air yang paling baik untuk kesehatan ginjal. Namun, air minum distilasi yang memiliki pH seimbang dan bebas kontaminan apa pun bisa menjadi pilihan. Karena kemurniannya, kinerja ginjal menjadi tidak terlalu berat.

Walaupun begitu, kalau ingin minum air distilasi untuk asupan sehari-hari, pastikan Anda juga menerapkan pola makan bergizi untuk memenuhi kebutuhan mineral harian. Konsultasikan pada dokter terkait konsumsi air distilasi, khususnya bagi yang telah mengidap penyakit ginjal.

Jumlah Air yang Perlu Diminum

Satu aspek yang justru perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan ginjal adalah jumlah air yang harus diminum. Karena, status cairan tubuh yang baik dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal dan infeksi saluran kencing.

Banyak orang beranggapan bahwa setiap orang harus minum delapan gelas air per hari. Tetapi, setiap orang memiliki kebutuhan air yang berbeda, tergantung pada kondisi setiap individu.

Seberapa banyak air yang dibutuhkan didasari pada usia, iklim, intensitas olahraga, dan penyakit yang sedang diderita. Sekitar 60-70 persen dari berat tubuh Anda terdiri dari air, dan setiap bagian dari tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Salah satu parameter kasar yang dapat digunakan untuk memprediksi kecukupan cairan adalah dengan melihat warna urine yang dikeluarkan. Ketika urine berwarna kuning gelap atau pekat, hal ini menunjukkan bahwa Anda mengalami dehidrasi. Jadi, segera tambah asupan air putih harian.

Nah, kini Anda tidak bingung lagi dalam menjaga kecukupan cairan sehari-hari, bukan? Ingat, bila ingin ginjal tetap sehat, jangan lupakan asupan cairan yang cukup. Minum air putih sesuai kebutuhan dan jalani pola hidup sehat. Punya keluhan seputar penyakit ginjal? Segera konsultasi dengan dokter lewat layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓