Tambah 7 Kasus Virus Corona, Total Pasiennya Menjadi 34

Oleh Tamara Anastasia pada 12 Mar 2020, 11:47 WIB
Baru dikabarkan ada dua pasien yang sembuh dari virus corona, kini pasien terinfeksi bertambah lagi tujuh orang! Simak info selengkapnya di sini.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. (Foto: Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Baru dikabarkan dua pasien telah sembuh dari infeksi virus corona di Indonesia, kini angka pasien yang terjangkit bertambah tujuh orang. Total keseluruhannya menjadi 34 orang yang positif coronavirus.

Hal ini pun disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Virus Corona, dr. Achmad Yurianto saat konferensi pers Rabu (11/03) sore kemarin.

7 Kasus Virus Corona Baru di Indonesia Adalah Imported Case

Dokter Achmad Yurianto menjelaskan tujuh pasien terbaru masuk dalam kategori imported case. Imported case sendiri diartikan sebagai kasus yang terjadi dari situasi yang menimbulkan risiko penularan virus di luar negeri.

Misalkan, pasien A baru mengunjungi satu negara yang terkena dampak infeksi virus corona. Ada kemungkinan dia mendapatkan COVID-19 ketika tengah bepergian di negara tersebut

Adapun beberapa rincian tujuh pasien baru yang terinfeksi virus corona. Berikut ini yang perlu Anda ketahui.

  1. Kasus 28

Laki-laki berusia 37 tahun.

Indikasi penyakit:  Tampak sakit ringan-sedang (imported case).

  1. Kasus 29

Laki-laki berusia 51 tahun.

Indikasi penyakit: Tampak sakit sedang dan tidak sesak (imported case),

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

  1. Kasus 30

Laki-laki berusia 84 tahun.

Indikasi penyakit: Tampak sakit sedang (imported case).

  1. Kasus 31

Perempuan berusia 48 tahun.

Indikasi penyakit: Tampak sakit ringan-sedang (imported case).

  1. Kasus 32

Laki-laki berusia 45 tahun.

Indikasi penyakit: Sakit ringan-sedang (imported case).

  1. Kasus 33

Laki-laki berusia 29 tahun.

Indikasi penyakit: Tampak sakit ringan-sedang (imported case).

  1. Kasus 34

Laki-laki berusia 42 tahun.

Indikasi penyakit: Tampak sakit ringan-sedang (imported case).

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 of 4

20 Lebih Pasien dalam Pengawasan, Dipulangkan

Ilustrasi 20 Lebih Pasien dalam Pengawasan, Dipulangkan
Ilustrasi 20 Lebih Pasien dalam Pengawasan, Dipulangkan

Meski jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona bertambah, tapi dr. Achmad Yurianto juga memberitakan kabar baik di mana 20 pasien yang sebelumnya masuk dalam pengawasan coronavirus sudah boleh dipulangkan.

Pasien-pasien tersebut dipulangkan setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia.

Dirinya mengatakan bahwa pasien yang telah dipulangkan itu sudah melakukan beberapa kali pemeriksaan dan diyakini negatif COVID-19. Per tanggal 11 Maret 2020 lalu, total sudah ada 736 spesimen yang diperiksa dan tidak seluruhnya positif.

Yuri mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi ini.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 of 4

Prosedur Pemeriksaan Coronavirus di Indonesia

Prosedur Pemeriksaan Coronavirus di Indonesia: Polymerase Chain Reaction (PCR)
Prosedur Pemeriksaan Coronavirus di Indonesia: Polymerase Chain Reaction (PCR)

Dari KlikDokter, dr. Arina Heidyana menyebutkan ada dua cara yang sampai saat ini dilakukan oleh tim medis Indonesia untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif virus corona. Berikut caranya:

  1. PCR atau Polymerase Chain Reaction

Dr. Arina mengatakan, PCR adalah metode yang paling cepat untuk mengetahui apakah tubuh seseorang yang masuk dalam kategori suspect’ memiliki virus SARS-Cov-2 yang merupakan penyebab dari COVID-19 atau tidak.

Hasilnya pun cepat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif virus corona.

  1. Genome Sequencing

Selain pemeriksaan PCR, genome sequencing juga menjadi metode lainnya untuk mendeteksi apakah suspect dinyatakan positif atau negatif COVID-19.

Beda dari PCR, cara ini membutuhkan waktu lebih lama, yakni tiga hari untuk mendeteksi virus.

Pasalnya, metode ini tidak hanya mendeteksi adanya coronavirus, tapi bisa menemukan virus lainnya juga.

Artikel Lainnya: Perlu Dijaga, Kesehatan Mental Pasien Virus Corona Juga Penting!

3 of 4

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menekan Penyebaran Coronavirus?

Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Melalui Imported Case
Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Melalui Imported Case

Meningkatnya angka pasien positif coronavirus yang diakibatkan oleh imported case membuat pemerintah harus menambah penjagaan yang ketat di bandara.

Juru bicara Achmad Yurianto memang menilai tidak ada yang salah dalam sistem penjagaan bandara.

Namun, untuk menekan angka penyebaran COVID-19, pemerintah membuka sistem pemantauan agar masyarakat yang terindikasi dengan gejala yang ada bisa langsung diberikan early warning system (kalau benar merujuk pada virus corona).

Seiring bertambahnya pasien positif coronavirus di Indonesia, banyak orang jadi resah dan panik. Bila Anda memiliki gejala atau masih ragu dengan gejala yang dimiliki, jangan ragu untuk ke rumah sakit atau bisa cek online dengan cara clik Cek Virus Corona!

(FR/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓