Benarkah Virus Corona Lebih Berisiko bagi Lansia?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 25 Mar 2020, 08:01 WIB
Kasus kematian akibat virus corona dilaporkan paling banyak dialami lansia. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Benarkah Virus Corona Lebih Berisiko bagi Lansia?

Klikdokter.com, Jakarta Virus corona tengah menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak? Dunia digemparkan dengan infeksi virus ini yang telah menelan ratusan korban meninggal dunia. Dapat dikatakan dalam waktu yang singkat sejak terdiagnosis, coronavirus telah menjadi ancaman masyarakat global.

Virus ini telah menyebar ke beberapa negara, di antaranya Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Australia, Nepal, Vietnam, Hong Kong, Makau, Malaysia, dan Kanada. Terdapat jumlah kasus yang menyerang banyak sekali korban.

Telah banyak kabar yang beredar mengenai sumber asli datangnya virus corona, contohnya dari hewan kelelawar. Namun, ada juga dugaan virus ini berasal dari Huanan Seafood Market yang terletak di pusat kota Wuhan, provinsi Hubei, China.

Awal Munculnya Virus Corona

Ditemukannya kasus ini berawal dari beberapa orang yang terinfeksi pneumonia di daerah Wuhan. Tapi, virus penyebab penyakit ini tidak sesuai dengan virus-virus yang telah diketahui selama ini.

Setelah diteliti, barulah diketahui bahwa ada virus baru bernama coronavirus yang berasal dari keluarga Coronaviridae. Biasanya, virus ini menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia. 

Tahukah Anda? Ternyata virus corona juga masih masuk ke dalam keluarga virus penyebab common cold, SARS, dan MERS. Saat ini, virus tersebut dinamakan 2019-nCoV.

Gejala penyakit ini mirip seperti influenza pada umumnya. Mulai dari hidung meler dan tersumbat, demam, sakit kepala, serta lemas.

Namun, pada infeksi coronavirus dapat pula ditemukan napas pendek yang menyebabkan kesulitan bernapas dan infeksi paru-paru (pneumonia). Umumnya gejala muncul 2-14 hari setelah terinfeksi.

1 of 2

Mengapa Lansia Lebih Rentan terhadap Virus Corona?

Terdapat laporan bahwa pasien termuda yang terjangkit virus corona, yaitu berusia 36 tahun. Sisanya dialami oleh pasien berusia 50 tahun ke atas (batas umur 90 tahun).

Menurut pemerintah Cina, beberapa pasien yang terinfeksi sudah memiliki riwayat penyakit lain sebelum terserang virus ini. Itulah alasan mengapa infeksi virus corona lebih mudah menyerang lansia dibanding usia produktif.

Hal ini mungkin dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Dikatakan juga bahwa kondisi medis tertentu yang dimiliki lansia dapat memperburuk infeksi coronavirus.

Namun, hal ini baru dugaan sementara. Selain itu, tidak ada kecenderungan jenis kelamin tertentu yang lebih rentan terkena penyakit berbahaya dari virus tersebut.

Cara Melindungi Tubuh dari Virus Corona

Jangan panik, virus corona bisa kita cegah penularannya ke tubuh. Ikatan Dokter Indonesia mengimbau seluruh masyarakat agar menghindari kontak dengan hewan yang dicurigai terkena virus tersebut.

Selain itu, terapkanlah beragam kebiasaan hidup sehat seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik.
  • Bawa hand sanitizer ketika berada di luar rumah.
  • Gunakan masker bila bepergian ke tempat umum.
  • Hindari tempat-tempat yang diketahui telah terjangkit virus corona.
  • Istirahat yang cukup.
  • Konsumsi makanan bergizi.
  • Perbanyak sayur, buah, dan air putih.
  • Olahraga rutin.
  • Hindari makan daging mentah.
  • Bila mengalami keluhan batuk dan pilek, segera cari pertolongan medis.

Dalam pencegahannya, diperlukan kesadaran dari setiap orang untuk melindungi diri dan menjaga kesehatan. Jika menemukan kecurigaan terhadap virus corona, maka jangan ragu untuk melaporkannya pada pihak yang berwenang.

Gejala flu yang tidak membaik harus segera diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Hal ini untuk memastikan apakah ada infeksi virus corona dan kemudian mendapat pengobatan optimal.

Punya masalah kesehatan dan ingin berkonsultasi dengan dokter? Gunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter, mudah dan bebas antre.

(FR/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓