Positif COVID-19, Influencer Andrea Dian Akui Juga Mengidap Autoimun

Oleh Tamara Anastasia pada 24 Mar 2020, 18:38 WIB
Publik dikejutkan dengan kabar bahwa Andrea Dian positif virus corona. Ia juga mengungkap dirinya punya kondisi autoimun. Apakah ini bisa memperparah kondisi?
Positif COVID-19, Influencer Andrea Dian Akui Juga Mengidap Autoimun (Foto: Adrian Putra Fimela)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa saja bisa tertular strain virus corona baru, SARS-CoV-2, penyebab wabah COVID-19. Baru-baru ini, aktris sekaligus influencer Andrea Dian diketahui positif terinfeksi virus corona tersebut. Ini diungkapkan Andrea lewat akun media sosialnya pada 22 Maret lalu.

Cerita Andrea Dian Terinfeksi COVID-19

Istri dari aktor Ganindra Bimo tersebut menuturkan, awalnya pada 13 Maret ia terdiagnosis demam berdarah dengue akibat demam tinggi.

Dua hari kemudian, kondisinya pulih. Namun, karena kekhawatiran, Andrea diminta untuk melakukan cek toraks dan influenza. Hasilnya pun bagus.

Ketika pemeran Nina dalam film Selamanya (2007) ini melakukan scan paru, hasil menunjukkan ada flek di kedua paru-parunya. Dari situ, ia pun melakukan tes swab untuk cek virus corona pada tanggal 16 Maret dan ditemukan positif.

Andrea mau tak mau harus ikut dirawat dan diisolasi bersama pasien lainnya di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19.

Selain terkena virus SARS-CoV-2, Andrea juga mengungkapkan bahwa dirinya punya kondisi autoimun, yang mana itu membuatnya harus menjaga kesehatan dengan (ekstra) baik agar sistem imunnya tetap bekerja dengan semestinya.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 of 3

Sekilas tentang Penyakit Autoimun

Ilustrasi Penyakit Autoimun yang Menyerang Wanita
Ilustrasi Penyakit Autoimun yang Menyerang Wanita

Penyakit autoimun merupakan kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang—yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri—justru menyerang antibodinya sendiri karena dianggap sebagai benda asing.

Belum diketahui dengan pasti apa penyebab seseorang memiliki penyakit autoimun. Namun, memang ada beberapa orang yang berisiko lebih tinggi.

Dalam dunia medis, terdapat lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Jadi, gejala penyakit autoimun itu sendiri sebetulnya tidak ada spesifikasi.

“Gejalanya beragam dan ini sesuai dengan diagnosis penyakitnya itu sendiri. Jadi, kalau ditanya seperti apa gejalanya, maka jawabannya ada banyak dan sesuai dengan jenis penyakit yang dialami pasien,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Meski tidak ada gejala spesifik, tapi ada beberapa gejala umum yang mungkin bisa menjadi tanda-tanda kondisi autoimun, yaitu seperti berikut ini.

  • Sering merasa lelah.
  • Otot sering terasa pegal.
  • Rambut mengalami kerontokan tidak wajar.
  • Mudah stres.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Tangan bergetar.
  • Mudah pusing.
  • Gangguan berkemih atau saat buang air besar.

Akan tetapi, menurut dr. Astrid, gejala-gejala di atas tidak melulu selalu menjadi tanda kondisi autoimun. Pemeriksaan dokter sangat dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis.

Virus Corona Bisa Memperparah Penyakit Autoimun?

Kembali ke cerita Andrea yang tengah berjuang melawan penyakit COVID-19 dengan kondisi autoimun yang dimilikinya. Sebetulnya, adakah kaitan antara keduanya?

Dari KlikDokter, dr. Chaerunisa Utami menjelaskan, orang yang memiliki kondisi autoimun memang lebih rentan terkena coronavirus ketimbang orang lain yang tidak memiliki kondisi tersebut.

“Orang yang memiliki autoimun, kan, sistem imunnya rendah. Bahkan, sistem imunnya menyerang sel-sel dalam tubuh yang sebenarnya baik. Jadi, bukan tidak mungkin kondisi tersebut akan memburuk ketika ada virus corona dalam tubuh pasien, ” ujar dr. Chaerunisa kepada KlikDokter.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Namun, dr. Chaerunisa juga menegaskan, buruk atau tidaknya kondisi autoimun ini hanya bisa dipastikan lewat sejumlah tes yang dilakukan di rumah sakit.

Jika pasien tetap mengikuti prosedur perawatan yang ditentukan dan tetap mengonsumsi makanan, minuman, dan vitamin secara teratur, maka kondisi autoimun tidak akan makin buruk.

Langkah awal yang paling dianjurkan adalah dengan mengikuti semua pengobatan yang dianjurkan oleh dokter di rumah sakit. Obat yang disediakan pun juga harus diminum hingga tuntas dan pastikan makan makanan bergizi secara teratur.

2 of 3

Khawatir Terinfeksi Virus Corona?

Dokter Memeriksa Pasien Wanita
Dokter Memeriksa Pasien Wanita

Jika Anda mengalami gejala-gejala virus corona, sebaiknya jangan menunda untuk cek ke rumah sakit agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin.

“Tidak hanya untuk penderita penyakit autoimun, ya. Anda yang tidak punya gangguan tersebut juga harus segera cek kondisi dan melakukan rapid test dari pemerintah jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, flu, sakit tenggorokan, dan sesak napas,” kata dr. Chaerunisa lagi.

Terinfeksi virus corona, semoga Andrea Dian bisa lekas pulih dan bisa kembali pulang. KlikDokter bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama untuk menekan angka persebaran virus corona. Anda bisa cek kondisi secara online di sini. Agar tak termakan hoax seputar COVID-19, pastikan untuk update berita lewat website maupun aplikasi.

(RN/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓