Cemas sampai Nangis Karena Pandemi COVID-19, Ini Cerita Zoey Kravitz
searchtext customer service

Zoey Kravitz Alami Masalah Psikologis Saat Hadapi Virus Corona

Aktris Zoey Kravitz mengaku jadi sering menangis karena pandemi virus corona. Wajarkah hal ini? Ini kata psikolog terkait hal itu.
Zoey Kravitz Alami Masalah Psikologis Saat Hadapi Virus Corona (Foto: TIZIANA FABI/AFP)

Klikdokter.com, Jakarta Penyebaran virus corona yang masif, membuat pemerintah di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas warga di luar rumah dengan ketat. Aturan itu bisa memengaruhi kesehatan mental dan psikologis. Tak cuma kalangan biasa, artis Zoey Kravitz pun mengalaminya.

Zoey Kravitz Terus Menangis Saat Tahu soal Virus Corona

Pemain film Mad Max: Fury Road tersebut saat ini memang tengah terjebak lockdown di London, Inggris, sejak Maret lalu. Zoey mengaku belum terbiasa dengan ‘keadaan normal’ baru yang harus dijalani setiap orang, yakni karantina dan isolasi diri di dalam rumah.

Dia mengaku terobsesi melakukan pencegahan-pencegahan virus corona meski di rumah saja. Dikutip dari Kumparan, Zoey berkata pada suaminya, Karl Glusman, untuk selalu mensterilkan semua benda.

“Aku memesan pizza. Tapi aku malah menangis karena aku makan piza dan tidak membersihkan kotaknya dengan benar,” ujar putri Lenny Kravitz itu saat berbincang dengan Dax Shepard di podcast Armchair Expert.

Artikel lainnya: Yuk, Lakukan Aktivitas Fisik untuk Mencegah Depresi dan Ansietas

“Aku berpikir apakah dunia berakhir? Apakah ini sudah waktunya? Dan, aku hanya akan terus menangis dan menangis," katanya.

Selama dua minggu pertama menjalani isolasi, Zoey juga mengaku punya banyak masalah dengan Glusman. Untungnya, sang suami mau mengerti dengan perilaku tersebut.

1 dari 4

Wajarkah Perilaku Tersebut? 

Zoey Kravitz
loading

Psikolog Zarra Dwi Monica, M.Psi, mengatakan, sikap yang ditunjukkan Zoey tersebut sebenarnya adalah reaksi wajar dalam masa pandemi virus corona. 

“Dibilang ‘wajar’ karena situasi yang dihadapi ini tidak wajar. Pandemi virus corona ini kan kasus baru yang berdampak besar pada seluruh dunia,” katanya pada KlikDokter.

“Pandemi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan dunia, tapi juga berbagai hal lain seperti perekonomian dunia. Jadi, saat seseorang bersikap parno dan cemas berlebihan, bisa dibilang hal itu ‘wajar’,” lanjut Zarra menjelaskan. 

Artikel lainnya: 7 Cara Cepat dan Mudah Hilangkan Cemas

“Namun, jika rasa cemas berlebihan ini tidak dikelola dengan baik, akibatnya bisa timbul beberapa dampak negatif,” katanya lebih lanjut.

Menurutnya, kondisi cemas selama masa pandemi akan semakin buruk dirasakan oleh mereka yang sebelumnya sudah memiliki gangguan kecemasan. Jika ini terjadi pada Kamu, pastikan untuk benar-benar mengatur reaksi yang ditimbulkan agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang di sekitar.

Lantas, apakah perilaku yang ditunjukkan Zoey Kravitz tersebut dapat digolongkan sebagai obsesi? Menurut Zarra, tidak. Baginya, tindak pencegahan yang dilakukan tersebut muncul karena adanya reaksi cemas yang timbul selama masa pandemi ini.

Zarra justru membenarkan bahwa setiap orang seharusnya merasa takut dan cemas akan pandemi virus corona. Rasa cemas bisa mendorong Kamu untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, baik di dalam maupun luar rumah. 

Artikel lainnya: Mengapa Banyak Idola Korea Mengalami Kecemasan?

“Kalau enggak ada rasa takut, bisa-bisa seseorang tidak melakukan tindakan pencegahan apa pun. Jangan-jangan malah cuek dan tidak peduli saran pemerintah maupun tim medis,” ujar Zarra.

“Terkadang rasa cemas dibutuhkan untuk bisa bertindak lebih baik. Tapi tentu saja dengan batasan-batasan yang wajar,” katanya.

2 dari 4

Dampak Perilaku Tersebut dalam Kehidupan

Ilustrasi Seseorang sedang Cemas
loading

Seperti yang dikatakan sebelumnya, dampak virus corona yang menimbulkan rasa cemas dan reaksi berlebihan wajar terjadi. Tapi ingat, ada batasan-batasan yang perlu diterapkan.

Sebab, rasa cemas yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menimbulkan dampak merugikan. 

“Rasa cemas yang meningkat setiap harinya dengan frekuensi yang bertambah tinggi dan sering sudah tergolong tidak wajar. Ini harus segera diatasi,” kata Zarra. 

Artikel lainnya: Panik dan Cemas akibat Kabar Virus Corona, Lakukan Relaksasi Jari!

Menurutnya, bereaksi cemas yang sudah kelewat batas justru bisa buat orang di sekitar tidak nyaman. Dalam kasus ini, suami Zoey-lah yang akan terkena imbasnya. 

“Perilaku yang berlebihan bisa membuat orang lain jadi risih. Bila orang tersebut paham dengan kondisi Kamu, tentu tak masalah. Tapi bagaimana kalau tidak? Ini akan membuat hubungan Kamu dengan orang lain jadi tidak baik,” lanjutnya. 

3 dari 4

Tips Mengatasi Rasa Cemas Saat Pandemi

Seorang Wanita Menonton Film untuk Mengatasi Rasa Cemas
loading

Untuk menghindari masalah baru muncul, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa cemas berlebihan muncul saat pandemik, seperti:

  • Membatasi Diri dari Berita-berita Negatif

Mendengar berita negatif tentang virus corona secara terus-menerus bisa membuat pikiran tertekan dan stres. Karena itu, hindari terlalu sering mendengar berita yang membuat pikiran Kamu jadi kacau.

Pilihlah berita yang membuat Kamu senang. Kamu bisa memilih tayangan olahraga, film, fashion, ataupun gosip. 

Artikel lainnya: Mengalami Gejala Virus Corona? Bisa Jadi Alami Psikosomatik

  • Lakukan Hal yang Disuka

Menurut Zarra, melakukan kegiatan yang disukai bisa mengurangi kadar stres akibat karantina. Kamu gemar memasak? Kalau begitu, cobalah memasak menu baru untuk keluarga tercinta.

Tuliskan juga resep-resep ini di dalam sebuah jurnal yang nantinya bisa Kamu simpan untuk waktu yang panjang.

  • Mengubah Fokus Masalah 

Pilihlah fokus yang bisa Kamu kontrol. Seperti dalam kasus Zoey Kravitz, jangan pikirkan virus yang menempel pada kotak pizza. Jika terus dipikirkan, Kamu akan terus-menerus diliputi kecemasan hingga berlebihan.

Sebagai gantinya, cobalah fokus pada bagaimana cara mencegah virus itu masuk ke dalam rumah. Kamu bisa masak makanan sendiri di rumah yang sudah terjamin kebersihannya. 

Artikel lainnya: Kenali Extreme Anxiety yang Dialami Mina TWICE

  • Olahraga, Relaksasi, dan Meditasi

Olahraga, relaksasi, dan meditasi sangat baik untuk dilakukan karena ampuh mengurangi perasaan stres.

“Kamu bisa melakukan olahraga kecil di rumah –seperti yoga, kardio ringan, atau menari. Jika Kamu bingung ingin olahraga apa hari ini, banyak tempat gym yang menawarkan online class untuk mempermudah sesi kelas olahraga Kamu,” tutur Zarra. 

Atau Kamu juga bisa melakukan relaksasi dan meditasi dua kali dalam sehari, yakni di pagi hari sebelum beraktivitas dan di malam hari sebelum pergi tidur. Tidak perlu terlalu lama, meditasi cukup dilakukan selama 20-30 menit. 

Baca Juga

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa cemas berlebihan akibat pandemi virus corona. KlikDokter bersama dengan Kemenkes RI dan BNPB merilis cek risiko virus corona online yang bisa Kamu manfaatkan.

Kamu juga bisa menggunakan fitur Live Chat untuk tanya dokter online di aplikasi KlikDokter.

[HNS/ RH]

ARTIKEL TERKAIT

Tipe COVID-19 di Indonesia Berbeda, Vaksin Bakal Siap Awal Tahun Depan

Info Sehat
06 Mei

Pertama di Indonesia, Ajudan Wagub Sumut Kembali Positif COVID-19!

Info Sehat
06 Mei

Bisa Jadi Contoh, Ini Cara Bali Tekan Penyebaran Virus Corona

Info Sehat
06 Mei

Waspada, Klaster Gowa dan Pabrik Bisa Jadi Episentrum Baru!

Info Sehat
05 Mei

Ada 10.000 Kasus Positif COVID-19 dalam Sehari di Rusia! Kok, Bisa Gitu?

Info Sehat
05 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat