Benarkah COVID-19 Menempel di Rambut dan Haruskah Memotongnya?

Oleh Tamara Anastasia pada 22 May 2020, 08:03 WIB
Banyak petugas medis yang menangani pasien COVID-19 potong rambut dan jenggot. Apakah virus corona bisa menempel pada rambut manusia?
Benarkah COVID-19 Menempel di Rambut dan Haruskah Memotongnya?

Klikdokter.com, Jakarta Wabah virus corona bikin banyak orang wajib melakukan perlindungan diri. Mulai dari menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer, sering cuci tangan, rajin mandi serta keramas, dan bahkan memotong rambut! Lho, memang COVID-19 bisa menempel di rambut?

Mengapa Petugas Medis Potong Rambut dan Jenggot?

Pertanyaan tersebut mengemuka lantaran banyak petugas medis yang memotong rambut dan mencukur habis jenggot saat bertugas merawat pasien COVID-19. Mereka mengira hal tersebut bisa bikin penyakit menempel di rambut.

Tak ayal, timbul banyak persepsi di masyarakat bahwa tindakan ini dilakukan guna mencegah virus corona menempel pada rambut. Namun, faktanya, persepsi tersebut keliru.

Alih-alih mencegah virus corona menempel di rambut, tindakan tersebut dilakukan guna memastikan penggunaan APD (alat pelindung diri) bisa dilakukan dengan baik dan benar. Salah satu APD yang harus dipasang dengan benar itu adalah masker N95.

Pada seseorang yang punya jenggot, misalnya, penggunaan masker N95 belum tentu efektif dan sempurna melindungi. Janggut yang tidak tertutup masker bisa membuat celah kecil. Virus pun bisa saja masuk dan menginfeksi petugas medis.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 of 2

Virus Corona Bisa Menempel di Rambut?

Ilustrasi Virus Corona Menempel di Rambut
Ilustrasi Virus Corona Menempel di Rambut

Badan Kesehatan Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan, virus corona memang bisa menempel di sejumlah permukaan selama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Mulai dari permukaan plastik, besi, pakaian, benda asing lainnya, bahkan permukaan tubuh manusia.

Meski begitu, belum ada penelitian pasti yang menyebutkan bahwa virus corona bisa menempel pada rambut, terutama jika Anda tidak memegang rambut, dan tidak ada benda asing dari luar yang menempel di kepala. 

Hal serupa diungkap dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, selama Anda tidak sering memegang wajah atau rambut, sangat kecil kemungkinan virus corona menempel di rambut.

“Belum tentu menempel karena tidak ada penelitian yang pasti. Tapi bisa saja terjadi jika Anda memegang suatu benda yang sudah terdapat virus corona, lalu langsung menyentuh rambut,” ujar dr. Devia. 

Selain itu, menurut dr. Devia, Anda tidak perlu memotong sebagian rambut atau bahkan memangkas habis rambut yang Anda miliki guna mencegah infeksi COVID-19. Hal ini bisa dicegah dengan mengurangi kebiasaan memegang wajah dan rambut.

“Kalau punya rambut yang panjang, sebaiknya diikat atau dicepol. Kalau pun terpaksa harus pergi keluar rumah, Anda bisa menggunakan topi sebagai pelindungnya,” ujarnya lagi.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

Selain itu, mencuci rambut dengan sampo juga efektif untuk membunuh kuman atau virus yang mungkin menempel pada rambut.

“Sama seperti telapak tangan, rambut juga harus rajin dibersihkan dengan menggunakan air mengalir dan shampo,” kata dia.

Fungsi sampo adalah mengubah molekul kecil untuk menghilangkan kotoran, termasuk bakteri dan virus, yang menempel di kepala.

Dokter Devia merekomendasikan Anda untuk mencuci rambut secara rutin di saat pandemi COVID-19. Terlebih lagi, bagi Anda yang sering bekerja dan berakitivitas keluar rumah.

“Tidak perlu berlebihan sampai harus keramas dua kali dalam sehari. Terlalu sering keramas juga bisa merusak kesehatan kulit kepala, dan buat produksi minyak di kepala jadi menurun. Ini nantinya bisa buat kulit kepala jadi mengelupas,” kata dr. Devia. 

Selain rutin mencuci rambut, lakukan juga langkah-langkah untuk mencegah penularan virus corona, yaitu:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun.
  • Hindari menyentuh bagian wajah. 
  • Terapkan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi, terutama yang mengandung protein dan serat.
  • Cukupi kebutuhan cairan setiap hari. 
  • Istirahat yang cukup.
  • Lakukan social distancing dan physical distancing. 

Belum ada kajian pasti mengenai virus corona menempel di rambut. Namun, tak ada salahnya melakukan pencegahan, bukan? Itu sebabnya, keramaslah secara rutin atau setelah bepergian keluar rumah untuk meminimalkan risiko tertular.

Yuk, sama-sama putus rantai penularan COVID-19! KlikDokter bersama dengan Kemenkes RI dan BNPB merilis cek risiko virus corona online dan rapid test gratis yang bisa Anda manfaatkan.

(HNS/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓