Kenapa 20 Ribu Tenaga Medis di Jerman Bisa Terinfeksi COVID-19?

Oleh Ayu Maharani pada 20 May 2020, 19:14 WIB
Meski kasus positif virus corona di masyarakatnya menurun, tapi kini giliran tenaga medisnya yang justru ambruk.
Kenapa 20 Ribu Tenaga Medis di Jerman Bisa Terinfeksi COVID-19?

Klikdokter.com, Jakarta Jerman jadi salah satu negara yang kini telah melonggarkan lockdown. Pasalnya, pemerintah menganggap, kasus virus corona di negaranya sudah terkendali. Kenyataannya kini, virus corona justru menyerang banyak tenaga medis COVID-19 di Jerman. Kenapa bisa, ya?

Kekurangan APD Jadi Penyebab Tenaga Medis Jerman Terinfeksi COVID-19

Dilansir dari CNN, lebih dari 20.400 tenaga medis COVID-19 di Jerman terjangkit virus berbahaya tersebut sejak kasus pertama diumumkan pada Januari lalu.

Dari angka 20.400 yang terinfeksi, 61 orang meninggal dunia dan 19.100 lainnya dinyatakan sembuh.

Pusat Edukasi Kesehatan Jerman, Robert Koch Institute mencatat, sekitar 11 persen dari jumlah penderita virus corona di Jerman adalah tenaga kesehatan.

Harian Süddeutsche Zeitung melaporkan, sejak pertengahan April lalu, lebih dari 230 dokter dan perawat terinfeksi virus corona setiap harinya. 

Sebuah survei yang dilakukan asosiasi dokter Jerman juga melaporkan, 38 persen responden mengaku tidak memeroleh alat pelindung diri (APD) yang cukup untuk menangani pasien COVID-19. Ya, masalah APD seperti ini memang dialami di banyak negara.

Asosiasi perawat menyuarakan hal senada. "Banyak lembaga melaporkan, masker jenis FFP2 dan FFP3 kekurangan pasokan," kata juru bicara asosiasi tersebut, Johanna Knüppel.

"Bahkan, saya cuma mendapatkan satu masker wajah dalam sehari," kata salah satu tenaga medis COVID-19 di Jerman.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 of 3

Pelonggaran Lockdown Ikut Jadi Faktor Penyebab

Kanselir Angela Merkel (Foto: Liputan6)
Kanselir Angela Merkel (Foto: Liputan6)

Di sisi lain, Kanselir Angela Merkel mengatakan, target Jerman untuk menekan penyebaran virus corona telah tercapai. Sehingga, semua toko dapat dibuka kembali.

Sepak bola Bundesliga pun telah diberikan lampu hijau. Sekolah-sekolah akan secara bertahap dibuka saat musim panas, meski semuanya harus tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama terkait penggunaan masker dan jarak aman (physical distancing).

Sebanyak 16 negara federal Jerman akan mengatur waktu pembukaan lockdown. Namun, mereka tetap akan mengoperasikan "rem darurat" jika ada lonjakan infeksi baru.

"Saya pikir, kita dapat dengan aman menyatakan bahwa fase pandemi COVID-19 pertama ada di belakang kita," kata Kanselir Merkel. "Tapi, kita harus sangat sadar bahwa kita masih dalam fase awal dan kita akan terus berjuang mengendalikan virus ini untuk jangka panjang," tuturnya.

Walau kondisi itu terasa membahagiakan, ternyata pelonggaran lockdown tetap membawa peningkatan kasus positif.

Kemarin (19/05), ada penambahan kasus sebanyak lebih dari 500. Maki banyak kasus baru, makin banyak pula tenaga medis yang positif terinfeksi virus corona.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 of 3

Apa Tanggapan Dokter tentang Banyaknya Tenaga Medis Jerman yang Kena COVID-19?

Ilustrasi COVID-19
Ilustrasi COVID-19

Menanggapi kondisi yang telah dialami Jerman, begini penjelasan dari dr. Karin Wiradarma kepada KlikDokter.

“Di sini, saya sebagai tenaga medis memang turut prihatin dan merasakan. Karena memang pastinya jumlah tenaga medis terbatas, ya. Sedangkan, jumlah pasien banyak sekali, melebihi kapasitas tenaga medis yang bertugas.

Akibatnya, banyak tenaga medis yg bekerja overtime, kelelahan, kurang tidur, stres, nggak bisa bertemu keluarga, dan tertekan. Semua itu berdampak kepada penurunan sistem imun tubuh mereka,” jelasnya.

Alhasil, virus corona lebih mudah menyerang. Ada saran dari dr. Karin untuk meringankan pekerjaan tenaga medis COVID-19 yang bertugas di negara lain maupun di Indonesia.

“Bantulah tenaga medis agar dengan melakukan PSBB dengan tertib. Jaga diri supaya tidak sakit dan tidak menambah jumlah pasien. Selain bisa membahayakan diri sendiri, orang lain juga bisa terdampak, mulai dari keluarga, teman, sampai yang kita sendiri nggak kenal,” sarannya. 

Menjadi superhero tidak sulit di masa sekarang. Dengan melakukan physical distancing dan mematuhi protokol kesehatan secara tertib dan konsisten, pastinya Anda bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, melainkan banyak orang di sekitar Anda, termasuk tenaga medis.

Kita tentu berharap, semoga kasus virus corona di negara lain maupun negara sendiri tidak terus meningkat.

Kalau kita kehilangan banyak tenaga medis yang mengurus COVID-19, kita sendiri yang merasakan dampak buruknya. Jadi, tingkatkan lagi kepedulian Anda.

Sebagai informasi, KlikDokter telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 ataupun penyakit lainnya, gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Buat bantu tentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

Lanjutkan Membaca ↓