Benarkah Virus Corona Mulai Melemah?
searchtext customer service

Benarkah Virus Corona Melemah atau Justru Berubah?

Di negara-negara lain, khususnya Eropa, kasus virus corona mereda. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Apa karena virus corona berhenti bermutasi?
Benarkah Virus Corona Melemah atau Justru Berubah?

Klikdokter.com, Jakarta Hingga siang ini (22/6), kasus virus corona di dunia sudah hampir mencapai 9 juta. Banyak negara yang kasusnya mereda, misalnya negara-negara di Eropa dan Asia Timur. Namun, masih ada juga yang kasusnya sedang naik pelan-pelan, seperti Indonesia. 

Bicara soal kasus virus corona yang sudah mereda di beberapa negara, ada yang mengatakan bahwa itu disebabkan oleh kondisi virus corona yang melemah. Benar atau tidaknya hal tersebut, mari kita ungkap di bawah ini!

Peneliti Italia Menduga Virus Corona Melemah 

Dilansir dari Metro UK, Prof. Matteo Bassetti, seorang spesialis penyakit menular mengklaim bahwa virus corona telah berubah dari yang awalnya seekor “harimau agresif” menjadi “kucing liar”. 

Bahkan, ia juga sempat mengatakan kita mungkin tak perlu vaksin untuk menaklukkan virus corona karena virus corona melemah dengan sendirinya. 

Menurut Bassetti, pasien lansia berusia 80 atau 90 tahun pun sekarang bisa duduk di tempat tidur dan bernapas tanpa bantuan. 

Meski kesannya jadi info yang membahagiakan, pada kenyataannya banyak peneliti yang tak setuju dengan anggapan Bassetti. 

Peneliti-peneliti lain berpendapat, tanpa bukti yang jauh lebih kuat, tidak seorang pun seharusnya meremehkan bahaya yang ditimbulkan oleh virus corona. 

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4

Pemerintah Italia Waspada dengan Klaim Virus Corona Melemah

Ilustrasi Menganalisis Sampel Virus Corona
loading

Beredarnya kabar bahwa virus corona melemah dan bahkan tak ada lagi di Italia justru membuat pemerintah negara tersebut semakin berhati-hati. 

Pasalnya, dengan menelan mentah-mentah informasi tersebut, kasus virus corona yang signifikan bisa terjadi lagi. 

Tak cuma Prof. Matteo Bassetti, Alberto Zangrillo, Kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan pun mengatakan bahwa virus corona secara klinis sudah tidak ada lagi di Italia. 

Dengan adanya ucapan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Italia, Sandra Zampa menilai bahwa informasi ini pasti akan membuat masyarakat bingung. 

Perlu diketahui, pernyataan soal virus corona menghilang atau melemah belum disertai bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Menurut pemerintah Italia, masih terlalu dini untuk merayakan kebebasan diri dari virus corona. 

2 dari 4

Bukan Melemah, Mutasi Virus Corona Melambat

Ilustrasi Mutasi Virus Corona
loading

Kembali pada Alberto Zangrillo, kepala rumah sakit tersebut memang tengah mengguncang komunitas kesehatan masyarakat global pada hari Minggu kemarin (21/6) dengan pernyataannya terkait virus corona yang tidak ada lagi di Italia.

Namun, tak senada dengan Zangrillo, Vaughn Cooper, seorang ahli penyakit menular di Fakultas Kedokteran University of Pittsburgh mengatakan virus corona bukannya melemah atau tidak ada sama sekali di suatu negara.

Ada kemungkinan kemampuan bermutasinya yang telah melambat. Ini juga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Virus tidak akan melemah atau kehilangan fungsinya dalam waktu cepat. Menurutnya, butuh skala waktu yang sangat lama hingga membuat virus corona menjadi virus flu biasa. 

Ya, memang ada waktunya di mana virus corona tidak mematikan lagi bagi manusia (dengan sendirinya), tetapi tidak dalam waktu dekat. 

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

3 dari 4

Mutasi Virus Corona Melambat juga Dipengaruhi Cuaca?

loading

Ada kemungkinan bahwa faktor lingkungan, seperti sinar ultraviolet, cuaca panas, dan tingkat kelembapan, memengaruhi perilaku sebuah virus. 

Misalnya saja virus flu. Saat musim panas, akan lebih sedikit orang yang terkena pilek, meriang, ataupun batuk-batuk karena kedinginan. 

Dokter Devia Irine Putri pun menyetujui hal tersebut. Ia mengatakan, “Melambatnya mutasi virus bisa sebagai bentuk adaptasi dari si virus itu sendiri. Memang, suhu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan virus.”

“Tapi, meski melambat, mutasi virus corona tetap terjadi, jadi masyarakat tetap harus berhati-hati. Jangan langsung terlalu senang dan percaya bahwa Anda akan terbebas dari penularan virus corona,” dr. Devia menegaskan. 

Info terkait virus corona melemah atau mutasi virus corona dan dampak yang ditimbulkannya selalu menyita perhatian publik. 

Pasalnya, makin banyak dan cepat virus tersebut bermutasi, efektivitas vaksin yang nanti ditemukan pun makin berkurang. Kita tentu berharap hal itu tidak akan terjadi. 

Baca Juga

Tetaplah berhati-hati dengan penularan virus corona. Mari lakukan segala protokol kesehatan dengan benar dan bijak, agar kita dan orang lain bisa aman.

Bila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Untuk bantu menentukan gejala, manfaatkan cek risiko virus corona online dan rapid test.

(FR/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Cegah Virus Corona dengan Susu yang Tepat untuk Anak

Info Sehat
22 Jun

Car Free Day Jakarta Dibuka, Awas Masyarakat Bablas Physical Distancing!

Info Sehat
22 Jun

Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan yang di Wuhan?

Info Sehat
21 Jun

Haruskah Penundaan Operasi Kanker Dilakukan pada Masa Pandemi COVID-19?

Info Sehat
21 Jun

Ini Panduan Olahraga di Gym pada Masa New Normal

Info Sehat
21 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat