Indonesia Diramalkan Jadi Hotspot Virus Corona Selanjutnya?
searchtext customer service

Ini Alasan Indonesia Diprediksi Jadi Hotspot Baru Virus Corona!

Media di Australia ramai memprediksi Indonesia sebagai the next hotspot virus corona. Untuk tahu alasan di balik “ramalan” tersebut, simak penjelasannya!
Ini Alasan Indonesia Diprediksi Jadi Hotspot Baru Virus Corona!

Klikdokter.com, Jakarta Bukan tentang keindahan dan keseruan pariwisata, kini media di Australia justru menyoroti dan memprediksi Indonesia sebagai hotspot virus corona selanjutnya. 

Ada yang percaya, ada juga yang tidak. Kalau dipikir-pikir lagi, kenapa media Australia sampai mengatakan hal tersebut?

Alasan Media Australia Prediksi Indonesia Jadi Hotspot Virus Corona 

Sebagian besar masyarakat dunia sebenarnya sedang memusatkan perhatian ke Amerika Serikat, India, Rusia, dan Brasil. Keempat negara itulah yang kini memiliki kasus positif virus corona terbanyak. 

Tapi, kok, Indonesia yang malah dihubung-hubungkan menjadi hotspot virus corona selanjutnya? Ternyata, ini beberapa alasan yang mendasari, misalnya:

  • Dalam dua minggu terakhir, tambahan angka infeksi virus corona di Indonesia sebanyak 1.000 lebih setiap harinya. Ini dianggap sebagai bibit hotspot, suatu saat lonjakan akan terjadi.
  • Jumlah pengujian atau tes virus corona yang dilakukan Indonesia dianggap memprihatinkan. Ini karena jumlah spesimen yang diuji tak sebanding dengan jumlah penduduknya yang lebih dari 270 juta. 

Dari 1 juta orang, yang dites hanya sekitar 2.000-an, itu dianggap sama seperti negara bagian New South Wales dan Victoria yang jumlah penduduknya hanya 6-7,5 juta jiwa. 

  • Meski infeksi terus meningkat, Indonesia justru melonggarkan pembatasan dan turut serta dalam praktik new normal

Bisnis dibuka, pariwisata dibuka, semuanya dilakukan atas dasar memutar roda ekonomi. Mereka menganggap, Indonesia lebih takut dengan kehancuran ekonomi dibandingkan COVID-19. 

  • Respons yang kurang baik sebelum kasus pertama muncul. Indonesia dianggap suka menyepelekan sesuatu, termasuk soal pandemi COVID-19 ini. 

Artikel Lainnya: Bekerja saat Pandemi Virus Corona, Ini Panduan New Normal Kemenkes RI

1 dari 4

Pemerintah Indonesia Tak Mau Ambil Hati soal Prediksi Ini

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB))
loading

Menanggapi apa yang diprediksi oleh Australia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengaku hal tersebut tidak perlu diambil hati.

Menurut Yurianto, hal tersebut tidak jadi masalah karena istilah hotspot tidak dikenal dalam dunia epidemiologi.

Indonesia memang dianggap kewalahan menghadapi pertempuran melawan virus corona. 

Pasalnya, ketika negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam berhasil menekan angka penyebaran virus corona (kurva rata), kasus di Indonesia malah terus bertambah (kurva naik).  

Ahli Katakan Indonesia Mendekati Jadi Hotspot Baru

DIlansir dari Kompas, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr. Pandu Riono., MPH., Ph.D, menyebutkan bahwa kondisi Indonesia saat ini memang sudah mendekati hotspot baru. 

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Australia seharusnya bisa menjadi evaluasi bagi keseriusan pemerintah dan masyarakatnya. 

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa hal tersebut merupakan kekhawatiran negara tetangga, jangan dianggap menjelek-jelekkan Indonesia. Ini justru jadi suatu dorongan untuk Indonesia menangani COVID-19 dengan lebih baik. 

Dokter Pandu menyinggungnya soal skrining di Indonesia. Kebanyakan, tes di Indonesia masih menggunakan tes antibodi (rapid test) yang banyak menghasilkan false negative atau negatif palsu. 

Ia mengatakan tesnya harus serius pakai PCR walaupun tidak mudah. Masyarakat juga harus taat pada protokol pencegahan COVID-19.

Artikel Lainnya: Mau Makan di Restoran saat New Normal? Yuk, Taati Aturan Berikut ini!

2 dari 4

Bila Jadi Hotspot Virus Corona, Apa yang Harus Dikhawatirkan?

Ilustrasi Virus Corona
loading

Dokter Devia Irine Putri mengatakan kepada KlikDokter, sangat wajar bila negara tetangga seperti Australia turut mengkhawatirkan kondisi kita. 

“Australia itu secara geografis dekat dengan kita, jadi sangat wajar bila mereka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kita. Indonesia juga banyak sekali penduduknya. Ditambah dengan pengendalian yang belum menyeluruh, maka wajar bila diramalkan sebagai hotspot virus corona,” jelas dr. Devia. 

Banyak hal yang bisa dikhawatirkan bila Indonesia nantinya terbukti menjadi hotspot virus corona selanjutnya, misalnya:

  • Korban meninggal semakin banyak. Tak cuma lansia, usia muda (terutama anak-anak) juga banyak yang kehilangan nyawa. 
  • Fasilitas kesehatan penuh membludak. Tenaga medis kehabisan tenaga, kemungkinan banyak yang gugur saat bertugas pun semakin banyak. Jika tenaga medis berkurang, pasien tak terurus, angka kematian pasien juga makin tinggi.
  • Pelonggaran pembatasan dilakukan untuk memutar roda ekonomi. Namun, tanpa sadar, kasus yang terus meningkat juga akan menurunkan ekonomi negara. 

Berbagai bidang bisnis akan redup dan mungkin saja investor asing takut untuk membuka peluang di dalam negeri. 

Artikel Lainnya: Wajib Dipatuhi, Jangan Bawa Anak ke Mal saat New Normal!

3 dari 4

Agar Tak Jadi Kenyataan, Apa yang Harus Dilakukan?

Ilustrasi Pria Memakai Masker untuk Mencegah Penularan Virus Corona
loading

Ini mungkin anjuran yang sangat “membosankan”. Kenapa? Sebab, sedari awal, memang ini yang seharusnya dilakukan oleh kita. 

Di satu sisi, kita memang tidak selalu bisa menerapkan cara-cara yang diaplikasikan di luar negeri ke negara sendiri, karena segala situasinya berbeda. Namun, yang bisa dilakukan oleh Indonesia adalah tetap berusaha. 

Adapun langkah yang bisa mencegah Indonesia jadi hotspot virus corona, yaitu:

  • Jangan langsung terbuai dengan kata new normal. Tetap utamakan protokol kesehatan, tingkatkan kesadaran diri tentang pakai masker, bersih-bersih diri, dan jaga jarak. Itu wajib dilakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar. 
  • Jika memang keadaannya harus dibatasi lagi, maka pemerintah harus melakukannya demi mencegah penyebaran tak terkontrol. 

Pendapat dari para peneliti, ahli terkait, dan dokter harus diperhatikan betul dan disesuaikan. 

  • Tes PCR harus dilakukan secara besar-besaran. Ini untuk memperlihatkan kondisi yang sebenar-benarnya dari suatu negara terhadap infeksi virus corona. Hasil tes sebisa mungkin keluar lebih cepat. 
  • Pola hidup sehat harus dilakukan oleh masyarakat. Risiko tertular dan kematian akibat COVID-19 bisa lebih kecil. 

Dengan pola hidup sehat, penyakit penyerta (seperti penyakit jantung dan diabetes) bisa dicegah. Imunitas tubuh pun jauh lebih baik. 

Semoga saja kurva kasus virus corona di Indonesia tak semakin “menyeramkan”, sehingga prediksi dari negara tetangga tersebut meleset. 

Baca Juga

Tetaplah berhati-hati dengan penularan virus corona. Mari lakukan segala protokol kesehatan dengan benar dan bijak, agar kita semua bisa aman. Melalui tes coronavirus online, KlikDokter bekerjasama dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan RI.

Bila mau konsultasi seputar COVID-19 dengan dokter, gunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter

(FR)

ARTIKEL TERKAIT

Kluster Baru, 25 Pegawai Universitas Hasanudddin Positif COVID-19

Info Sehat
25 Jun

Susul DKI Jakarta, Kasus Positif Virus Corona di Jatim Capai 10.000!

Info Sehat
24 Jun

Update WHO: Kriteria Baru Pasien Virus Corona yang Bisa Sudahi Masa Isolasi

Info Sehat
24 Jun

Akibat Disentuh, Bayi Usia 40 Hari Meninggal Tertular Virus Corona!

Info Sehat
24 Jun

Muncul 1.500-an Kasus Virus Corona Baru, Jerman Lockdown 2 Distrik!

Info Sehat
24 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat