Seorang Wanita Tularkan COVID-19 dari AS ke Tiongkok, 71 Tertular!

Sebuah kasus menghebohkan terjadi ketika seorang wanita menularkan COVID-19 setelah dari AS ke Tiongkok. Bahkan, sampai 71 orang tertular!
Seorang Wanita Tularkan COVID-19 dari AS ke Tiongkok, 71 Tertular!

Klikdokter.com, Jakarta Pernah dengar soal superspreader virus corona? Nah, kini ada cerita orang yang terdeteksi menyebarkan COVID-19 hingga ke 71 orang tanpa disadari, lho. Bagaimana itu bisa terjadi, ya?

71 Orang Tertular dari Wanita yang Habis Jalan-Jalan dari AS

Seorang wanita yang melakukan perjalanan ke Tiongkok dari Amerika Serikat membawa virus corona bersamanya. Laporan seorang peneliti, akhirnya hal itu memicu wabah yang akhirnya menginfeksi sedikitnya 71 orang.

Cerita penyebaran virus corona klaster ini dimulai saat wanita itu naik lift di gedung kediamannya. Para peneliti melaporkan dalam jurnal Centers for Disease Control and Prevention yang berjudul Emerging Infectious Diseases.

Dalam laporannya, perempuan tersebut pulang ke ke Provinsi Heilongjiang setelah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat pada 19 Maret lalu.

Kecurigaan baru muncul saat ada pria yang tidak pernah berhubungan dengan wanita tersebut mengalami gejala stroke. 

Perlu diketahui, salah satu gejala virus corona ada yang mirip dengan gejala stroke. Ternyata, orang tersebut  pernah berada di sebuah pesta yang dihadiri oleh kerabat dari wanita itu.

Ketika kasus penularannya dianalisis para peneliti Tiongkok, ditemukan kemungkinan baru. Travelers wanita itu telah menginfeksi lift di gedung kediamannya dengan coronavirus yang diidapnya. 

Kondisi ini membuat tetangga di lantai bawahnya juga terinfeksi. Tentunya tetangga wanita tersebut juga menggunakan lift yang sama untuk beraktivitas sehari-hari.

Si tetangga itu kemudian menginfeksi ibu dan pacar ibunya sendiri. Sayang si tetangga yang tidak menyadari sudah terinfeksi COVID-19, mendatangi sebuah pesta. Di sanalah, si tetangga menginfeksi si pasien stroke dan anak-anakya.

Si pasien stroke dan kedua putranya kemudian memeriksa kesehatan ke dua rumah sakit. Tak disangka, di rumah sakit pertama mereka menularkan 28 orang. 

Karena kondisi kesehatan, si pasien stroke dipindahkan ke rumah sakit kedua. Di sinilah, keluarga tersebut menginfeksi 20 orang lebih.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Anehnya, ketika Chinese Center for Disease Control and Prevention menyelidiki genetika virus corona di klaster baru ini terdapat perbedaan. 

Strain COVID-19 tersebut berbeda dengan yang beredar di Tiongkok selama ini. Hal ini membuat kecurigaan kalau strain tersebut berasal dari luar negara tirai bambu ini.

Setelah melakukan penyelidikan terhadap keluarga si tetangga dan si stroke, diketahui adanya informasi kerabat yang baru melancong ke luar negeri. Orang tersebut adalah wanita yang melakukan perjalanan dari AS tadi.

Wanita itu pun dites virus corona. Hasilnya dia negatif mengidap coronavirus.  Namun, sudah memiliki antibodi terhadap virus tersebut. 

Wanita ini kemudian dianggap sebagai A0-nya. Maksudnya, ia adalah kasus pertama dalam klaster tersebut.

"Oleh karena itu, kami percaya A0 adalah pembawa tanpa gejala dan bahwa B1.1 [tetangganya] terinfeksi oleh kontak dengan permukaan di lift di gedung tempat mereka berdua tinggal. Penghuni lain dinyatakan negatif," tulis Chinese Center for Disease Control and Prevention.

"Total 71 kasus positif SARS-CoV-2 teridentifikasi dalam klaster. Hasil kami menggambarkan bagaimana infeksi SARS-CoV-2 asimptomatik tunggal dapat mengakibatkan penularan komunitas secara luas,” sambung pernyataan itu.

1 dari 4

Curiga Kasus Impor, Wanita Tersebut Diperiksa Negatif Virus Corona

Ilustrasi Negatif Virus Corona
loading

Menariknya, wanita ini ternyata diperiksa negatif. Banyak yang mencurigai ia adalah kasus impor. Satu hal menarik lainnya adalah ia negatif tapi antibodinya reaktif. Apa maksudnya?

Menurut dr. Devia Irine Putri, hal ini memang bisa terjadi.  "Bisa saja pas awal dites pertama kali belum terdeteksi. Jadi, pasien coronavirus tetap harus dicek ulang untuk konfirmasi," kata dr. Devia.

"Kedua, itu yang dicek orang lain dari luar negeri juga, ia tidak sakit tapi punya antibodi. Mungkin daya tahan tubuhnya bagus, jadi cuma terbentuk antibodi saja," sambungnya.

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

2 dari 4

Apa Tanda Bukan Kasus Lokal adalah Adanya Perbedaan Strain?

Ilustrasi Wanita Tiongkok Memakai Masker untuk Mencegah Penularan Virus Corona
loading

Bisa dibilang, kasus pada wanita itu bukan kasus lokal. Terlepas dari hal ini, benarkah terkait adanya perbedaan strain

Menurut dr. Devia, bisa ya, bisa juga tidak. Ini terkait kehebatan virus itu sendiri untuk menyesuaikan diri untuk bertahan hidup.

"Bisa iya, tapi bisa juga tidak, karena strain virus bisa berubah-ubah. Virus, kan, 'pintar', ia bisa belajar dan menyesuaikan diri agar bisa bertahan hidup," kata dr. Devia. 

"Memang awal-awal kalau kasus lokal bisa sama semua strain-nya, tapi lama-kelamaan bisa beda strain karena proses adaptasi. Namun, kalau di kasus ini karena ia baru dari luar negeri, kemungkinan strain-nya beda besar," sambungnya.

3 dari 4

Mengapa Bisa Menyebar Sebanyak dan Secepat Itu Hanya karena 1 Orang?

loading

Kasus penyebaran virus corona ini memang cukup menyita perhatian. Bagaimana tidak, satu orang bisa menyebabkan 71 orang terinfeksi kasus virus yang mematikan ini.

Bisa dibilang, wanita ini menjadi superspreader alias penyebar virus yang super. Banyak peluang mengapa satu orang bisa menyebarkan kepada banyak orang lainnya.

"Mungkin ia masih kontak dengan yang lain, masih keluar rumah, masih pakai fasilitas sekitarnya. Kalau tetangganya kebanyakan lansia atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, ya, risiko tinggi juga," jelas dr. Devia.

Baca Juga

Kasus ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita untuk tetap bersih dan menjaga diri tetap sehat, apalagi kalau sehabis melakukan perjalanan ke luar negeri. Bisa saja kita menjadi pembawa virus tersebut, kan?

Lebih aman kalau sudah cek gejala pribadi. KlikDokter bersama Kemenkes dan BNPB merilis cek risiko virus corona online dan rapid test. Kalau mau konsultasi dokter, pakai LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kasus COVID-19 di Kota Cebu Capai 5.500, Lockdown Diperpanjang

Info Sehat
01 Jul

Gawat, Kelahiran di Luar Rencana Meningkat saat Pandemi COVID-19!

Info Sehat
30 Jun

Tiongkok Terpaksa Lockdown 400.000 Jiwa di Anxin Akibat COVID-19

Info Sehat
30 Jun

Penonton Konser Rhoma Irama di Bogor Bakal Diperiksa Virus Corona!

Info Sehat
30 Jun

Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Capai Ratusan Juta, Yakin Siap?

Info Sehat
29 Jun

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk