21 Pekerjanya Positif COVID-19, Unilever Lakukan Penanganan Maksimal!

Ada 21 pekerja di pabrik Unilever Cikarang positif virus corona. Perusahaan sudah lakukan penanganan maksimal, termasuk menutup pabrik sementara.
Ilustrasi 21 Pekerjanya Positif COVID-19, Unilever Lakukan Penanganan Maksimal!

Klikdokter.com, Jakarta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi menyebut pabrik dan kantor perusahaan Unilever di kawasan Cikarang, Jawa Barat sementara ditutup. Diketahui, ada 21 orang karyawannya yang terpapar virus corona.

Kini, 800 karyawan dirumahkan, dalam artian kantor dan pabrik ditutup dan semua harus menjalani karantina mandiri. Sampai saat ini belum tahu pasti kapan kantor dan pabrik akan kembali dibuka.

Kasus Virus Corona Unilever Ada di Gedung TBB

Kabar karyawan Unilever yang terkena COVID-19 sudah dibenarkan oleh pihak perusahaan. PT Unilever Indonesia Tbk. Dalam rilis resminya menyebutkan, karyawan yang terinfeksi coronavirus ada Gedung TBB.

Gedung TBB tersebut digunakan untuk divisi engineering bekerja. Jadi, bukan di seluruh bagian kantor PT. Unilever Indonesia Tbk.

Pihak Unilever sendiri sudah menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk menerapkan contact tracing. Bahkan, 265 karyawan yang bekerja di Gedung TBB wajib ikuti PCR test virus corona.

Unilever terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi dalam penanganan kasus virus corona tersebut. Sekarang, Unilever sedang menyusun langkah strategis demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan.

Artikel Lainnya: Bekerja saat Pandemi Virus Corona, Ini Panduan New Normal Kemenkes RI

1 dari 4

Pabrik Unilever Ditutup Sementara

Ilustrasi Pabrik Unilever Ditutup Sementara
loading

Dalam rilis resminya, ada keterangan pabrik Unilever di Cikarang untuk sementara ditutup sejak 26 Juni. Hal ini sudah dilaporkan kepada pihak Gugus Tugas.

"Tim Gugus Tugas dan pengelola Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Kami mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga kita dapat dengan sigap melakukan pengecekan," ujar Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, M.Kes.

Dokter Alamsyah menyebut, Unilever memiliki beberapa pabrik di Cikarang. Tiap gedung punya protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat, sehingga hanya satu area yang perlu ditutup sementara.

"Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif, terbuka, dan terus berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.

Penutupan pabrik ini dianggap dr. Devia Irine Putri sebagai langkah yang tepat. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa pabrik yang ditutup juga harus diimbangi dengan proses pembersihan atau sterilisasi ruangan di pabrik, agar droplet tidak ada yang tertinggal.

"Untuk sementara ini, iya, benar harus ditutup. Ini sembari yang pernah kontak dengan penderita melakukan isolasi mandiri di rumah atau kalau sudah punya gejala segera lapor," katanya.

"Pabrik ditutup juga harus diimbangi dengan proses pembersihan atau sterilisasi ruangan di pabrik, agar droplet tidak ada yang tertinggal. Kalau misalnya masih tetap buka dan beroperasi, kemungkinan bisa tambah yang positif," sambungnya.

Artikel Lainnya: Cegah Virus Corona, Jam Kerja Pegawai Ada 2 Shift Selama Masa Transisi

2 dari 4

800 Pekerja Unilever Diminta Karantina Mandiri

Ilustrasi Pekerja Unilever Diminta Karantina Mandiri
loading

Saat ini, 800 pekerja di pabrik Cikarang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.

Kondisi kesehatan karyawan ini juga bisa terpantau dengan baik. Saat menunjukkan gejala COVID-19, diharapkan para karyawan bisa segera lapor.

Sifatnya adalah menunggu kabar selanjutnya terkait pembukaan pabrik. Semua karyawan juga telah dites PCR untuk mengetahui ada yang terpapar lagi atau tidak.

Menurut dr. Devia, karantina mandiri perlu dilakukan supaya tidak semakin banyak yang terkena. Tapi, ia mengingatkan agar semuanya harus melaporkan kondisi masing-masing.

3 dari 4

Mengapa Penularan COVID-19 di Pabrik Bisa Cepat dan Banyak?

Ilustrasi COVID-19
loading

Penularan COVID-19 di pabrik Unilever bukan yang pertama kali. Sebelumnya, juga pernah ada kasus penularan virus corona di pabrik Sampoerna.

Kalau melihat kasus penularan virus corona di pabrik, sifat penularannya cukup cepat. Menurut dr. Devia, ini terjadi karena beberapa faktor.

"Pertama, karena lingkungan kerjanya yang tertutup. Pabrik biasanya sirkulasinya juga kurang," ungkap dr. Devia.

"Belum lagi kalau mereka satu shift masih banyak orang dan tidak ikut protokol, misalnya tidak physical distancing, tidak pakai masker dengan benar. Akibatnya bisa bersin atau batuk sembarangan, droplet bisa menyebar," sambungnya.

Baca Juga

Namun, apa yang terjadi di Unilever patut diapresiasi. Mereka cepat menutup pabrik dan langsung melakukan tracing serta pemeriksaan kepada karyawannya.

Turut berperan dalam menekan angka penularan virus corona, KlikDokter bersama Kemenkes RI dan BNPB merilis cek risiko virus corona online dan rapid test. Gunakan LiveChat 24 jam untuk konsultasi dokter di aplikasi, download di sini.

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Mau Pergi ke Luar Kota Selama New Normal COVID-19? Ikuti Protokolnya

Info Sehat
03 Jul

Muncul Lebih dari 70 Kasus Virus Corona Baru, Kota Melbourne Lockdown

Info Sehat
02 Jul

Kasus COVID-19 Masih Tinggi, PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang!

Info Sehat
02 Jul

Angka Kasus Virus Corona Tertinggi di Asia Tenggara, Ini Prediksinya!

Info Sehat
01 Jul

Seorang Wanita Tularkan COVID-19 dari AS ke Tiongkok, 71 Tertular!

Info Sehat
01 Jul

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk