Vaksin Merah Putih Virus Corona Diproduksi Tahun Depan!

Vaksin untuk virus corona mulai diproduksi oleh Indonesia dan dinamakan vaksin Merah Putih. Tahun depan diperkirakan akan ada 350 juta dosis vaksin.
Vaksin Merah Putih Virus Corona Diproduksi Tahun Depan!

Klikdokter.com, Jakarta Kasus virus corona di Indonesia kian hari bertambah banyak. Bahkan, kini sudah menyentuh angka lebih dari 68.000. Melihat hal ini, Indonesia akan memproduksi vaksin sendiri yang dinamakan vaksin Merah Putih. Pada 2021, vaksin ini diharapkan siap untuk masyarakat Indonesia.

Vaksin COVID-19 di Indonesia disebut Vaksin Merah Putih

Vaksin virus corona di Indonesia diteliti dan tengan dibuat Lembaga Biomolekuler Eijkman (LBME), PT Bio Farma, dan PT Kalbe Farma.

Soal penamaan vaksin ini, sampai saat ini masih menggunakan nama vaksin Merah Putih. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur LBME, Profesor Amin Soebandrio. Mengapa itu jadi pilihan namanya?

Ini karena vaksin Merah Putih menurut Prof. Amin Soebandrio dibuat untuk melawan virus corona yang ada di Indonesia. Selain itu, asli dikembangkan peneliti Indonesia dan digunakan untuk rakyat Indonesia nantinya.

Tentu ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia demi bisa menangani virus corona. Akan tetapi, kekhawatiran tetap muncul karena perbedaan jenis strain COVID-19.

Meski begitu, Prof. Amin mengatakan hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Ia mengatakan perbedaan strain memang ada dan mutasi terjadi. Namun, tidak sampai mengubah struktur protein yang menjadi target pengembangan vaksin coronavirus.

1 dari 4

Vaksin Merah Putih Sudah 20 Persen Tahap Pengujian

Ilustrasi Tahap Pengujian Vaksin Merah Putih
loading

Saat ini, kandidat vaksin sudah melewati 20 persen dari pengembangan. Diharapkan pengujian vaksin virus corona ke manusia bisa dilakukan awal 2021.

Prof. Amin Soebandrio juga memperkirakan, vaksin Merah Putih baru akan tersedia pada akhir 2021. Pastinya setelah melewati fase uji klinis dinyatakan selesai.

Dalam membuat vaksin untuk penyakit tertentu, memang harus melewati perjalanan panjang. Semua harus melewati pengujian ketat supaya benar-benar bisa bermanfaat, bukan merugikan.

Menurut Prof. Amin, pada Maret-April 2021 target mulai lakukan  uji klinis fase 1 dulu. Lalu, dilanjutkan dengan fase 2 dan 3.

Artikel Lainnya: 2 Obat Herbal Virus Corona Kalbe Farma Ikut Uji Klinis

2 dari 4

Rencana Siapkan 350 Juta Vaksin untuk Masyarakat

Ilustrasi Pembuatan Vaksin Merah Putih
loading

Prof. Amin Soebandrio mengatakan, vaksin akan disediakan sekitar 350 juta dosis. Angka ini muncul berdasarkan hitung-hitungan industri.

Secara dosis, memang sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 267 juta. 

Akan tetapi, ternyata jumlah itu baru bisa memenuhi 70 persen dari jumlah penduduk di Indonesia atau sekitar 175 juta orang.

Hitungan Prof. Amin adalah setiap orang akan disuntik dua kali. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa hanya menyediakan vaksin sebanyak 70 persen?

Menurut dr. Devia Irine Putri, 70 persen ini pasti pemerintah sudah punya alasan tersendiri. Angka ini muncul mungkin karena vaksin disediakan hanya untuk orang usia produktif, atau bisa juga penjangkauan vaksinnya.

"Mungkin angka 70 persen itu usia orang-orang produktif, ya, atau bisa juga 70 persen itu jumlah orang yang bisa dijangkau dengan pemberian vaksinnya," ujar dr. Devia.

"Selain itu, mengingat ada beberapa orang yang tidak mau divaksin (anti-vaksin)," sambung dokter muda itu.

Artikel Lainnya: Heboh Kalung Anti Corona, Efektifkah Eucalyptus Cegah COVID-19?

3 dari 4

Lembaga Eijkman Prediksi Vaksin Merah Putih Selesai Diuji Februari 2021

loading

LBM Eijkman mengatakan, vaksin Merah Putih direncanakan selesai diuji pada Februari 2021. Itu berarti sekitar tujuh bulan lagi vaksin baru selesai.

Prof. Amin Soebandrio mengatakan, pada saat itu vaksin akan segera diberikan kepada industri. Ia mengungkapkan, banyak pihak yang meminta mereka mempercepat prosesnya, tapi tetap diprediksi akan selesai Februari 2021.

Ini berarti menuju kenyataan bahwa Indonesia akan memiliki vaksin sendiri, diharapkan semua akan kembali normal. 

Menurut dr. Devia, kalau berhasil, ini berarti kebanyakan orang punya antibodi dan kasus COVID-19 bisa turun.

"Kalau berhasil, berarti banyak orang punya antibodi, jadi angka kesakitan karena COVID-19 bisa menurun. Gejala yang muncul pun bisa lebih ringan. Harapannya, sih, dengan vaksin, COVID-19 ini tereradikasi (hilang)," ungkapnya.

Ia juga berharap, vaksin ini nantinya akan sama seperti vaksin polio. "Seperti polio, kan, karena virus. Diberikan vaksin, penyakit polionya hilang dari bumi. Jadi, inginnya virus corona ini hilang karena kita sudah punya vaksin," tuturnya.

Baca Juga

Kabar pengembangan vaksin ini tentu sangat menggembirakan, apalagi ditemukan sendiri di Indonesia! Semoga setiap tahap ujinya berhasil dilalui, rakyat Indonesia segera mendapat vaksin dan terbebas dari COVID-19.

Periksakan diri dengan tes coronavirus online, rapid test, dan PCR, serta lakukan konsultasi dengan dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Pegawai Kemendikbud RI Jadi Suspect COVID-19, Ini Penjelasannya

Info Sehat
09 Jul

Muncul Kasus COVID-19 Baru, Hong Kong Dibayangi Gelombang Ketiga!

Info Sehat
09 Jul

Jadi Klaster Baru, 200 Siswa Secapa AD Bandung Positif Virus Corona

Info Sehat
09 Jul

WHO Akhirnya Akui Ada Bukti Penularan Virus Corona Lewat Udara

Info Sehat
09 Jul

Melegakan, Kemenkes RI Putuskan Tarif Rapid Test Tertinggi 150 Ribu Saja!

Info Sehat
08 Jul

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk