Jawa Barat Sumbang Ratusan Lebih Kasus Virus Corona, Apa yang Terjadi?

Lonjakan kasus virus corona di Indonesia, tepatnya di Jawa Barat, bikin geleng-geleng kepala! Ingin tahu kenapa kondisinya bisa begitu? Simak di sini.
Jawa Barat Sumbang Ratusan Lebih Kasus Virus Corona, Apa yang Terjadi?

Klikdokter.com, Jakarta Angka kasus virus corona di Indonesia sudah lebih dari 70.000. Kemarin (9/7), penambahan kasusnya memang banyak sekali, yakni 2.657! 

Adapun wilayah yang paling banyak menyumbang angka adalah Jawa Barat. Mengapa tiba-tiba provinsi ini menyumbang kasus harian terbanyak?

Penambahan Kasus Virus Corona Jabar Terbanyak Sepanjang Pandemi

Melansir laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID Jabar (Pikobar) sore kemarin (9/7), kasus harian positif COVID-19 di wilayah tersebut mencapai 962 orang. Jika ditotal, maka kasus yang terkonfirmasi positif di Jawa Barat ada 4.843 orang.

Meski yang terkonfirmasi ada lebih dari 4.000 kasus, kasus aktif virus corona di Jawa Barat hanya tersisa setengahnya, yaitu sekitar 2.800. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun mengeluarkan pendapatnya tentang lonjakan kasus harian di Jabar hari ini.

"Jabar hari ini meng-update 962 kasus yang mayoritas datang dari klaster institusi kenegaraan," tulis Ridwan Kamil dalam akun Instagram-nya. Institusi kenegaraan tersebut adalah klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, Bandung.

Karena datang dari satu area, kasus tersebut lebih mudah diurus. "Karena berada di satu titik, secara teknis ini bisa dilokalisir dan memudahkan karantina. Gugus Tugas sedang lakukan tracing-testing kepada keluarga dan warga di sekitar lokasi," lanjutnya.

1 dari 4

Lebih dari 1.000 Siswa Secapa Jabar Positif COVID-19

Lebih dari 1.000 Siswa Secapa Jabar Positif COVID-19
loading

Sementara itu, Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Achmad Yurianto mengatakan, hingga kemarin klaster sekolah calon perwira TNI AD di Bandung memiliki total kasus positif COVID-19 sebanyak 1.262 orang.

Penambahan ini didapatkan sejak 29 Juni lalu secara berturut-turut. Pasien positif COVID-19 di Secapa AD terdiri atas peserta didik dan pelatih. Tujuh belas di antaranya dirawat di RS Dustira Cimahi.

Saat sekolah dibuka di masa pandemi, penularan massal seperti di Secapa memang bisa terjadi. Pasalnya, mereka berkumpul di satu area secara berdekatan dan pasti melakukan kontak.

Alhasil, ketika satu orang terkena, ini akan mudah sekali menyebar ke teman-temannya.

Namun, seperti yang dikatakan Ridwan Kamil di atas, kondisi tersebut lebih mudah untuk diisolasi, di-tracing, dan di-testing karena berada dalam satu lingkup.

Artikel Lainnya: Wajib Dipatuhi, Jangan Bawa Anak ke Mal saat New Normal!

2 dari 4

Mayoritas OTG, Secapa Bandung Diisolasi

Mayoritas OTG, Secapa Bandung Diisolasi
loading

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo menyatakan, mayoritas pasien positif COVID-19 di Secapa TNI AD Bandung, Jawa Barat, merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Hanya tujuh belas orang yang harus dirawat di rumah sakit, itu pun dengan gejala ringan dan sedang. Sedangkan, siswa lainnya dalam kondisi prima dan dapat beraktivitas.

Saat ini, Secapa AD Bandung telah dikarantina wilayah. Tidak ada lagi yang boleh masuk ke area tersebut untuk sementara. 

Tingginya angka kasus positif di Secapa AD tak lepas dari jumlah tes yang juga meningkat. Namun, secara umum kondisi mereka tergolong baik.

Menanggapi apa yang dilakukan pemerintah terhadap kasus virus corona di Jawa Barat, khususnya prosedur isolasi di Secapa AD Bandung, ini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter.

Menurutnya, tindakan isolasi wilayah tersebut sudah tepat. “Ya, selain isolasi, yang bisa dilakukan saat ini adalah tetap menjaga kesehatan tubuh, hidup bersih, makan makanan bergizi, dan ditambah minum vitamin. Kalau ada siswa yang memang mengalami perburukan gejala, segera ke RS rujukan COVID-19,” kata dr. Devia.

Artikel Lainnya: Panduan Naik Transportasi Umum saat New Normal

3 dari 4

Ditangani TNI Langsung, Keluarga Siswa Juga Diperiksa

Ilustrasi Rapid Test
loading

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat menyerahkan semua urusan Secapa AD Bandung kepada pihak TNI.

Yang jelas, tracing dan rapid test akan dilakukan sampai ke warga sekitar asrama di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap. Tak cuma warga sekitar, keluarga dari siswa Secapa AD pun akan diperiksa.

“Ya, tracing memang harus ditingkatkan, termasuk ke anggota keluarga mereka. Mengingat sudah ada lebih dari seribu orang yang positif COVID-19, jadi pasti sudah ke mana-mana menyebarnya. Kalau ada yang merasa kontak dengan siswa Secapa AD, sebaiknya isolasi mandiri di rumah,” jelas dr. Devia.

Baca Juga

Itu dia kondisi di balik melonjaknya kasus virus corona di Jawa Barat. Semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, dan tracing serta skrining yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil yang baik untuk semuanya.

Bila Anda punya kekhawatiran terkait COVID-19, jangan lupa periksakan diri dengan tes coronavirus online, rapid test, dan PCR, serta lakukan konsultasi dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kandungan Povidone-Iodine Dalam Obat Kumur Bisa Cegah Virus Corona, Maksudnya?

Info Sehat
10 Jul

Presiden Bolivia Jeanine Añez Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona!

Info Sehat
10 Jul

Coba Ikuti, Ini Cara Menggunakan Masker saat Musim Panas Tiba

Info Sehat
09 Jul

Vaksin Merah Putih Virus Corona Diproduksi Tahun Depan!

Info Sehat
09 Jul

Pegawai Kemendikbud RI Jadi Suspect COVID-19, Ini Penjelasannya

Info Sehat
09 Jul

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk