Pemprov Jawa Barat Siapkan Protokol Pembagian Daging saat Iduladha

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan protokol kesehatan terkait pembagian daging kurban saat Iduladha. Seperti apa protokolnya? Yuk, cari tahu!
Pemprov Jawa Barat Siapkan Protokol Pembagian Daging saat Iduladha (Foto: Humas Jabar)

Klikdokter.com, Jakarta Pandemi virus corona di Indonesia menyebabkan banyak perubahan dalam keseharian. Tentu saja, hal ini berdampak pula pada pelaksanaan Iduladha 2020, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membuat protokol resmi pembagian daging kurban Iduladha. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran virus corona di daerah setempat.

Tidak Ada Pembagian Daging Kurban Secara Langsung

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil memberikan instruksi kepada masyarakat yang mau melakukan aktivitas pemotongan hewan kurban di Jabar untuk menghindari kontak fisik.

Selain itu, kerumunan juga harus dihindari saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Kang Kamil menegaskan, pemberian daging kurban saat Iduladha nantinya akan dilakukan secara door to door. Bagaimana terlaksananya sistem ini dikembalikan lagi kepada masing-masing panitia kurban.

Mungkin saja, nantinya pemberian kupon akan disertakan dengan imbauan untuk menunggu di rumah.

Menanggapi hal itu, dr. Devia Irine Putri mengatakan apa yang menjadi gagasan Kang Emil adalah hal yang sangat baik.

Menurutnya, hal ini bisa menurunkan potensi kerumunan warga sehingga risiko penyebaran virus corona bisa ikut diminimalkan.

"Tapi, petugas door to door juga harus memadai.  Kalau yang membagikan daging hanya beberapa orang dan harus selalu berpindah-pindah, takutnya ia malah terkontaminasi dengan virus dan menularkan kepada orang lain," ungkap dr. Devia.’

Artikel Lainnya: Ini Aturan Penyembelihan Kurban saat Pandemi COVID-19

1 dari 4

Daging Kurban Ditempatkan dalam Besek

Daging Kurban Ditempatkan dalam Besek (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
loading

Kang Emil mengharuskan panitia kurban untuk meletakkan daging yang telah disiapkan di dalam besek, tidak menggunakan plastik.

Menurutnya, penggunaan besek lebih ramah lingkungan dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat Jawa Barat.

Pertanyaannya, apakah penggunaan besek lebih aman dibanding plastik dari sisi penyebaran COVID-19?

Menjawab pertanyaan, dr. Devia mengatakan bahwa keputusan menggunakan besek adalah hal yang sangat baik. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa besek juga dapat menjadi tempat menempelnya virus corona.

"Ya, droplet memang bisa bertahan sampai tiga hari kalau di plastik. Hal itu tidak terlalu beda juga dengan besek. Besek juga terbuat dari kayu, bukan? Di kayu, virus corona bisa bertahan sampai dua hari," ujarnya.

Jadi, menurut dr. Devia, penggunaan besek daripada kantong plastik hanya bertujuan untuk lebih ramah lingkungan. Dengan kata lain, potensi penyebaran virus corona masih tetap ada.

"Kalau mau pakai besek, segera setelah menerima daging kurban langsung dipindahkan ke wadah sendiri. Jangan lupa cuci tangan sebelum dan setelah memindahkan daging. Jangan simpan langsung beseknya," saran dr. Devia.

Artikel Lainnya: Yakin Daging Merah Buruk untuk Kesehatan? Ini Faktanya

2 dari 4

Pemprov Jabar Anjurkan Beli Daging Secara Online

Pemprov Jabar Anjurkan Beli Daging Secara Online (Foto: Humas Pemprov Jabar)
loading

Tidak hanya terkait pembagian daging kurban saat Iduladha, Kang Emil juga mengeluarkan peraturan mengenai penjualan daging.

Ia menegaskan, penjualan daging mesti dilakukan secara online guna meminimalkan kontak fisik secara langsung.

Ternyata, peraturan yang dikeluarkan oleh Kang Emil sejalan dengan pendapat dr. Devia.

Menurut dr. Devia, kontak fisik yang minim lantaran transaksi daging secara online dapat membantu menurunkan potensi penyebaran virus corona.

3 dari 4

Daging Mentah Bisa Terkontaminasi Virus Corona atau Tidak?

Daging Mentah
loading

Apakah daging mentah sepenuhnya aman dari paparan virus corona? Terkait hal ini, dr. Devia mengatakan bahwa Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

"Kalau di daging mentah, belum ada penelitian yang membuktikan berapa lama virus corona dapat hidup. Juga, saat ini penularan COVID-19 bukan dari makanan mentah," pungkas dr. Devia.

Baca Juga

Iduladha tahun 2020 ini memang perlu penyesuaian lantaran masih berlangsungnya pandemi virus corona di dunia. Agar Anda dapat merayakan hari besar ini dengan khidmat, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, ya!

Ingin tahu lebih lanjut mengenai protokol Iduladha 2020? Atau, Anda punya pertanyaan mengenai hal-hal seputar kesehatan yang lainnya? Silakan ajukan pertanyaan pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Makan Daging Kambing Bisa Bikin Atlet Lebih Bertenaga?

Info Sehat
28 Agt

Jangan Simpan Daging Kurban Terlalu Lama, Ini Bahayanya!

Info Sehat
23 Agt

Daging Kambing Tingkatkan Gairah Seksual, Mitos atau Fakta?

Info Sehat
23 Agt

Mengolah Daging Kurban dengan Dibakar, Benarkah Lebih Sehat?

Info Sehat
22 Agt

Kiat Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban

Info Sehat
22 Agt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk