Mau Eksfoliasi, Lebih Baik Pakai yang Chemical Atau Physical?

Untuk angkat sel kulit mati, Anda harus rutin lakukan eksfoliasi wajah. Tapi, lebih bagus pakai yang chemical atau physical exfoliator?
Mau Eksfoliasi, Lebih Baik Pakai yang Chemical Atau Physical?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap satu bulan sekali, wajah mengganti sel-sel kulit lama dengan yang baru. Jika sel kulit mati tak diangkat atau dibersihkan, efeknya wajah jadi terlihat kusam. Bahkan, bisa jadi jerawatan karena pori-pori tertutup sel kulit mati.

Untuk itu, kita disarankan melakukan eksfoliasi kulit wajah secara rutin. Ada dua cara eksfoliasi kulit wajah, yakni dengan menggunakan chemical dan physical exfoliator.

Kira-kira, jenis atau cara eksfoliasi mana yang lebih aman untuk kulit wajah?

1 dari 5

Apa itu Physical Exfoliator?

Seorang Wanita Menggunakan Physical Exfoliator
loading

Physical exfoliator adalah produk eksfoliasi kulit wajah, bahkan tubuh, yang sudah lama beredar di pasaran. Seperti namanya, eksfoliasi ini hadir dalam bentuk fisik nyata seperti scrub yang butirannya agak besar dan kasar.

Physical exfoliation itu bagusnya karena gampang didapat, harganya juga cukup terjangkau. Cara eksfoliasinya cukup dengan menggosok manual ke kulit wajah,” jelas dr. Arina Heidyana.

Umumnya facial scrub terbuat dari bahan alami seperti kacang kenari, kulit kacang almond, garam, gula, dan bahkan jenis batuan apung.

Selain face scrub, eksfoliasi jens ini juga tersedia dalam bentuk masker dan alat elektronik yang permukaannya memiliki sikat atau brush kasar.

Saat eksfoliasi kulit wajah menggunakan scrub, lapisan sel kulit mati di wajah bisa terangkat. Scrub juga dipercaya dapat mengatasi komedo dan pori-pori tersumbat penyebab munculnya noda di wajah.

Artikel Lainnya: Scrub Buah Aprikot, Resep Rumahan untuk Kulit Lebih Cerah

2 dari 5

Apa itu Chemical Exfoliator?

Seorang Wanita Menggunakan Chemical Exfoliator
loading

Chemical exfoliator adalah cara mengeksfoliasi kulit wajah dengan menggunakan cairan kimia. Tenang, bukan cairan kimia yang berbahaya. Cairan kimia ini umumnya terbuat dari turunan asam atau acids.

Cairan ini bekerja dengan mengangkat sel kulit mati agar sel-sel baru bisa tumbuh. Efeknya, kulit pun terasa lebih sehat dan halus.

Ada dua zat chemical yang umum digunakan untuk eksfoliasi kulit wajah, yaitu AHA (Alpha hydroxy acids) dan BHA (Beta hydroxy acids).

AHA adalah zat yang larut ke dalam air dan terbuat dari bahan alami seperti buah-buahan. Zat AHA membantu mengelupas permukaan kulit atas,sehingga sel-sel kulit tersebut diganti dengan pigmen atau warna yang lebih merata.

Sayangnya, AHA tidak dapat menembus ke pori-pori bagian dalam. Jadi ia hanya mengangkat sel kulit mati di bagian permukaan saja.

Lalu, BHA adalah zat yang larut dalam minyak. BHA mampu masuk dan menjangkau ke pori-pori kulit bagian dalam. Tak hanya itu, BHA juga memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, sehingga cocok digunakan untuk eksfoliasi kulit lebih mendalam.

Lantas, untuk chemical exfoliator, pilih yang mengandung zat AHA atau BHA?

Menanggapi hal ini, dr. Atika menjelaskan kita boleh eksfoliasi kulit wajah menggunakan kombinasi zat AHA dan BHA.

“Keduanya sama-sama efektif dan bagus kalau dipakai untuk pengelupasan (kulit wajah) harian. Jadi, keduanya boleh digunakan, yang penting sesuai dengan tujuannya dan jenis kulitnya,” jelasnya.

“Kalau AHA terutama lebih cocok untuk antiaging. Jadi untuk kerutan ringan, bisa juga untuk mengecilkan pori, dan warna kulit tidak merata. Kalau BHA utamanya untuk masalah jerawat, karena bisa melakukan penetrasi ke kulit lebih dalam untuk mengeringkan minyak berlebih,” kata dr. Atika.

Artikel Lainnya: Scrub Badan Dilarang Dipakai di Wajah, Kenapa?

3 dari 5

Lalu, Lebih Bagus Pakai yang Mana?

Seorang Wanita Sudah Menggunakan Physical Exfoliator dan Chemical Exfoliator
loading

Untuk masalah jenis exfoliator mana yang lebih bagus, dr. Atika menyarankan untuk mempertimbangkan sesuai kondisi kulit wajah.

Namun, pada beberapa masalah kulit wajah, eksfoliasi secara chemical tampaknya merupakan pilihan yang paling aman.

“Sesuaikan tipe eksfoliasi yang diinginkan dengan jenis kulit wajah. Kalau kulit kering dan sensitif, jangan eksfoliasi pakai scrub! Kulit kering baiknya pakai AHA. Kulit normal, kombinasi hingga berminyak, relatif lebih luas pilihan exfoliator-nya, bisa pilih AHA dan BHA,” saran dr. Atika.

Sama halnya dengan dr. Arina, ia menyarankan Anda agar lebih memilih chemical untuk eksfoliasi kulit wajah. Pasalnya, scrubbing wajah terlalu kasar atau kencang bisa menimbulkan risiko iritasi.“Kalau pakai physical scrub yang digosok ke kulit wajah, ini bisa berisiko menimbulkan iritasi atau luka ketika cara gosoknya terlalu keras. Kalau chemical, karena nggak membutuhkan gosokan, jadi lebih kecil risiko iritasinya,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Mana yang Lebih Baik, Scrub Gula atau Scrub Garam?

4 dari 5

Tips Melakukan Eksfoliasi Wajah yang Tepat

Basahi Wajah dengan Air untuk Melakukan Eksfoliasi Wajah yang Tepat
loading

Berikut adalah cara melakukan eksfoliasi wajah yang tepat secara umum:

1. Physical Exfoliator atau Scrub

  • Basahi wajah dengan air bersih.
  • Oleskan facial scrub secukupnya, ikuti anjuran pakai di kemasan produk.
  • Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk bergerak melingkar kecil di sekitar wajah Anda.
  • Atur gerakan selamban dan seringan mungkin.
  • Bilas wajah dengan air hangat.
  • Tepuk-tepuk wajah dengan handuk bersih hingga kering dan oleskan pelembap.

2. Chemical Exfoliants

  • Basahi wajah dengan air hangat.
  • Tuang cairan eksfoliasi secukupnya dan oleskan dengan lembut ke wajah dalam gerakan melingkar kecil.
  • Ikuti petunjuk pemakaian di produk perawatan. Biasanya, ada anjuran seberapa lama Anda harus menunggu agar zat produk bisa menyerap dan bekerja mengeksfoliasi kulit wajah.
  • Jika itu produk berbentuk sabun cuci muka, segera bilas wajah dengan air hangat.
  • Keringkan wajah dan oleskan pelembap.

“Untuk yang chemical, pakai konsentrasi rendah dulu biar tidak mengalami iritasi berat pada kulit, apalagi jenis kulit sensitif,” saran dr. Atika.

“Tapi kalau yang punya kulit wajah sensitif, harus hati-hati juga pakai eksfoliasi chemical, karena AHA dan BHA juga bisa menimbulkan reaksi alergi dan iritasi,” tambah dr. Arina melengkapi.

Baca Juga

Jika sekali digunakan tak ada efek samping, Anda bisa mulai rutin menggunakannya maksimal satu atau dua kali seminggu. Untuk itu, Anda perlu konsultasi ke dokter kulit terlebih dahulu untuk menentukan exfoliants yang tepat sesuai kondisi kulit wajah.

Mau lebih praktis, ajukan pertanyaan langsung dengan dokter di fitur Live Chat aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Puasa Skin Care atau Skin Fasting Bermanfaat untuk Kulit?

Info Sehat
04 Agt

Wajah Cemerlang dengan Masker Alami dari Teh

Info Sehat
22 Jul

Cara Mengatasi Milia, Bentol yang Mirip Jerawat

Info Sehat
21 Jul

Terlalu Sering Mencuci Muka Bikin Wajah Keriput?

Info Sehat
17 Jul

Jangan Salah, Ini Perawatan Wajah yang Tepat untuk Pria

Info Sehat
17 Jul

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk