Jangan Keliru, Ini Penyakit yang Ditangani Dokter Penyakit Dalam

Sering kali orang berobat tanpa tahu penyakit apa saja yang sebenarnya ditangani dokter penyakit dalam. Agar tak keliru, simak penjelasannya!
Jangan Keliru, Ini Penyakit yang Ditangani Dokter Penyakit Dalam

Klikdokter.com, Jakarta Selain dokter umum dan dokter anak, ada satu lagi dokter yang cukup banyak ditemukan di hampir setiap rumah sakit, yaitu dokter penyakit dalam alias internis. 

Apakah Anda pernah berobat ke dokter penyakit dalam tanpa tahu betul masalah kesehatan yang sedang dialami?

Jika ya, Anda tidak sendiri. Pasalnya, istilah “penyakit dalam” dianggap sangat luas oleh masyarakat sehingga banyak yang langsung berobat ke dokter penyakit dalam tanpa pikir panjang. 

Padahal, tidak setiap penyakit yang melibatkan organ tubuh bagian dalam dapat ditangani oleh dokter penyakit dalam, lho!

1 dari 4

Dokter Penyakit Dalam, Apa Itu?

Dokter Penyakit Dalam
loading

Setiap dokter spesialis tentu memiliki pendidikan dan gelarnya tersendiri. Dalam dal dokter penyakit dalam, mereka sebenarnya adalah seorang dokter yang melanjutkan kembali sekolah medisnya dan menyelesaikan Program Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam. 

Penyakit dalam itu sendiri adalah ilmu kedokteran yang menangani orang dewasa dan lansia dengan cakupan hampir seluruh bagian tubuh manusia. 

Perlu diingat, meski Anda mendapatkan diagnosis suatu penyakit dan rekomendasi tindakan bedah, dokter spesialis penyakit dalam tidak melakukan pembedahan. 

Tindakan operasi diberikan kepada dokter spesialis bedah atas rekomendasi internis yang memeriksa Anda. 

Lantas, apa peran utama dokter spesialis penyakit dalam? Tugas utama mereka adalah mendiagnosis dan merekomendasikan perawatan maupun pengobatan (tindakan klinis) penyakit akut maupun kronis pada orang dewasa dan lansia. 

Tidak hanya itu, dokter spesialis penyakit dalam juga memberikan penjelasan tentang kondisi kesehatan kepada pasien dan bagaimana cara menjaga kondisi tersebut agar tidak semakin parah atau kambuh. 

2 dari 4

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam
loading

Secara umum, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam ketika sudah mendapat rujukan dari dokter umum. Ya, ketika mengalami keluhan kesehatan, akan lebih baik jika Anda terlebih dahulu berobat ke dokter umum. 

Dokter umum biasanya akan memberi pengobatan awal. Bila dibutuhkan, dokter umum juga bisa merekomendasikan Anda untuk mendapat pengobatan yang lebih spesifik dan intensif dari seorang dokter, dalam hal ini spesialis penyakit dalam. 

Kalaupun Anda ingin langsung berobat ke dokter spesialis dalam, hal ini sebenarnya tidak ada salahnya untuk dilakukan. 

Apalagi, jika Anda benar-benar membutuhkan pandangan dan kemungkinan (second opinion) terkait gejala yang dirasakan dan diagnosis yang sebelumnya pernah diberikan oleh dokter lain. 

Artikel Lainnya: Periksa Kesehatan ke Dokter Langganan Bisa Turunkan Risiko Kematian?

3 dari 4

Apa Saja Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam?

Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Penyakit Dalam
loading

Ingin berkonsultasi dan memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis dalam tanpa rujukan? 

Jika ya, Anda harus mengetahui daftar penyakit yang sekiranya bisa ditangani oleh mereka. 

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat ditangani secara intensif oleh dokter penyakit dalam.

  1. Alergi Imunologi

Penyakit ini berhubungan alergi atau gangguan sistem metaboliesme tubuh. Tindakan klinis yang diberikan umumnya berupa vaksinasi dewasa dan tes alergi terhadap zat tertentu. 

  1. Gastroenterohepatologi

Penyakit ini menyerang organ pencernaan dan hati. Tindakan klinis yang diberikan umumnya berupa pemasangan pipa nasogastrik, USG bagian abdomen, serta pengambilan cairan di rongga perut.

  1. Geriatri

Ini adalah gangguan kesehatan yang merupakan efek penuaan. Tindakan klinis yang diberikan oleh dokter yang bergelar Sp.PD-KGer umumnya berupa pengkajian pasien lansia, perawatan luka dekubitus, dan penanganan kesehatan yang berhubungan dengan nutrisi serta psikologis. 

Artikel Lainnya: Hati-Hati, 5 Penyakit Ini Berawal dari Demam

  1. Ginjal Hipertensi

Penyakit ini berkaitan dengan gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi. Tindakan klinis yang diberikan umumnya berupa pemasangan kateter folley dan cuci darah (hemodialisis). 

  1. Hematologi Onkologi Medik

Penyakit ini berkaitan dengan kelainan darah dan kanker. Tindakan klinis yang dapat diberikan oleh dokter bergelar Sp.PD-KHOM berupa biopsi sumsum tulang, aspirasi sumsum tulang, transfusi darah, pemberian kemoterapi standar, mengatasi perdarahan aktif, analisis pencitraan dan radionuklir, terapi biologik, hingga terapi suportif kanker.

  1. Kardiologi

Penyakit ini berkaitan dengan gangguan jantung. Tindakan klinis yang bisa diberikan dokter bergelar Sp.PD-KKV, yaitu elektrokardiogram (EKG), basic cardiac life support, pemasangan kateter vena perifer, hingga pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah.

  1. Metabolik Endokrin

Penyakit ini berkaitan dengan gangguan pada metabolisme tubuh. Tindakan klinis yang diberikan oleh dokter yang bergelar Sp.PD-KEMD umumnya berupa aspirasi kista tiroid, pemeriksaan dan pengawasan gula darah selama diberikan pengobatan diabetes, hingga perawatan luka diabetes.

Artikel Lainnya: 5 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

  1. Psikosomatik

Bukan psikolog atau psikiater, rupanya keluhan yang satu ini dapat diatasi oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan gelar Sp.PD-KP. 

Psikosomatik merupakan keluhan medis yang gejalanya diperparah oleh kondisi mental. Tindakan klinis yang diberikan umumnya berupa psikoterapi dan penelusuran kondisi fisik serta psikologis.

  1. Pulmonologi

Gangguan ini berhubungan dengan paru-paru. Keterampilan klinis yang dapat dilakukan dokter spesialis penyakit dalam pada kondisi ini, yaitu tes fungsi paru, pengambilan cairan dalam rongga paru (dengan/tanpa panduan USG), terapi oksigen, terapi uap, hingga interpretasi rontgen dada. 

  1. Reumatologi

Penyakit ini berhubungan dengan sendi dan penyakit autoimun. Keterampilan klinis yang dapat dilakukan dokter spesialis penyakit dalam, misalnya pengambilan cairan sendi dan penyuntikkan sendi di banyak sendi besar, serta memberikan terapi penyakit reumatologi.

  1. Tropik Infeksi

Penyakit ini berhubungan dengan infeksi daerah tropis. Keterampilan klinis yang dapat dilakukan dokter spesialis penyakit dalam yang bergelar Sp.PD-KPTI, yaitu penggunaan antibiotik dan pengendalian resistensi antibiotik, pengambilan sampel darah, urine, nanah, dan feses, serta pencegahan infeksi nosokomial. 

Baca Juga

Sekarang, Anda sudah tahu mengenai penyakit apa saja yang cocok untuk dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam, bukan? 

Jika Anda masih ada pertanyaan terkait keluhan penyakit dalam, langsung saja konsultasi pada ahlinya lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Kenali Gejala Anda Alergi Kosmetik

Info Sehat
24 Agt

Manfaat Sayur Okra bagi Penderita Diabetes

Info Sehat
24 Agt

Inilah Kerusakan Mata Akibat Diabetes Mellitus

Info Sehat
24 Agt

Sperma Dikerubuti Semut, Apakah Tanda Penyakit Diabetes?

Info Sehat
16 Agt

Waspada, Tidur dengan Kipas Angin Menyala Bisa Bikin Alergi

Info Sehat
03 Agt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk