Gerakan 5M COVID, Kunci Sukses Mengakhiri Pandemi
searchtext customer service

Mau Pandemi Usai? Ketahui Pentingnya Gerakan 5M COVID-19

Gerakan 5M adalah modal awal yang dibutuhkan agar pandemi COVID-19 bisa cepat usai. Yuk, ketahui dan praktikkan 5M pencegahan COVID-19 mulai sekarang!
Mau Pandemi Usai? Ketahui Pentingnya Gerakan 5M COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Klikdokter.com, Jakarta Lebih dari 800 ribu orang di Indonesia sudah terinfeksi virus corona. Jumlah yang meninggal dunia sudah di atas 25 ribu jiwa, dan makin banyak pula bisnis yang kolaps akibat virus mematikan ini.

Di sisi lain, masih banyak orang yang melanggar bahkan belum tahu dengan protokol kesehatan terbaru: gerakan 5M COVID.

Kebijakan tersebut dibuat pemerintah guna memerangi virus corona yang tampak semakin ganas dari hari ke hari.

1 dari 3

Mengenal Protokol Kesehatan Terbaru: Gerakan 5M

Mengenal Protokol Kesehatan Terbaru: Gerakan 5M (Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
loading

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menggalakkan gerakan 3M dan 3T: menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan; dan testing, tracing, treatment, untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Peran pemerintah adalah menggalakkan 3T, sedangkan 3M merupakan peran masyarakat. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020 melaporkan, 74 persen masyarakat sudah mematuhi hal tersebut. 

Artikel Lainnya: Benarkah Kopi Berpotensi Cegah Infeksi Virus Corona?

Namun, kini, kebijakan tersebut telah berubah menjadi 5M dan 3T. Terkait istilah 5M, berikut ini penjabarannya:

1. Memakai Masker

Anda diharapkan untuk memakai masker saat berada di luar rumah, atau ketika berkumpul bersama kerabat di mana pun berada.

2. Mencuci Tangan

Anda mesti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. Jika tak ada air dan sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel.

3. Menjaga Jarak

Jika ada keperluan mendesak yang membuat Anda harus pergi ke luar rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Jarak yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 meter dari orang sekitar Anda.

Artikel Lainnya: Cegah Corona dengan Tingkatkan Imun Tubuh Anda

4. Menjauhi Kerumunan

Anda juga diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering Anda bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona bisa semakin tinggi.

5. Mengurangi Mobilitas

Jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu Anda pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama.

Selalu ingat, virus corona bisa menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.

“Sebenarnya 5M ini ada untuk mendukung 3M. Ini pun (5M) dilakukan untuk membantu mencegah penularan dan penyebaran virus corona di masyarakat,” kata dr. Devia Irine Putri.

“(5M) ini berlaku untuk semua kalangan. Tapi, kalau untuk anak di bawah 2 tahun, tidak disarankan pakai masker; tapi bisa digunakan penutup stroller (jika pakai) atau face shield. Tetap harus jaga jarak, serta di bawah pengawasan orang tuanya,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Cegah Coronavirus dengan Tenang, Sigap, dan Efektif

2 dari 3

Ini yang Terjadi Jika Tidak Patuhi 5M

Ini yang Terjadi Jika Tidak Patuhi 5M (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
loading

Berdasarkan dr. Devia, 3M atau 5M harus dipatuhi. Karena keduanya sama-sama berkesinambungan.

Jika abai akan salah satu dari protokol kesehatan terbaru, Anda atau orang sekitar lebih berisiko terinfeksi virus corona. Alhasil, pandemi akan sulit berakhir.

Jadi, bukan hanya menerapkan 2 atau 4 dari 5M pencegahan COVID-19. Tapi, Anda wajib mematuhi semua poin yang ada dalam protokol kesehatan terbaru tersebut.

Jangan lupa juga untuk waspada akan gejala yang merujuk pada COVID-19, seperti demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, badan lemas, kehilangan fungsi penciuman (anosmia), dan sebagainya.

Apabila Anda baru saja berkontak dengan penderita COVID-19, jangan sungkan untuk melakukan PCR swab test dan isolasi mandiri.

Ingat, positif virus corona bukanlah aib. Jadi, tak perlu menutup diri apabila Anda memang mengalami penyakit tersebut.

Lebih baik bersikap terbuka, dan laporkan kondisi Anda ke pihak yang bertanggung jawab. Hal ini bertujuan untuk menyukseskan gerakan 3T, juga agar Anda bisa mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Baca Juga

Gerakan 5M COVID-19 tetap harus dilaksanakan, sekalipun vaksin virus corona sudah mulai diedarkan. Dengan demikian, pandemi bisa segera usai dan kehidupan bisa kembali normal.

Jika perlu konsultasi kepada dokter tentang virus corona atau protokol 5M COVID-19, Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Marinda Nur Triyanti

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Rezyka Anatasia

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Inez Soraya

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000

ARTIKEL TERKAIT

Menolak Vaksinasi Corona, Ini Alasan Psikologisnya

Info Sehat
15 Jan

Ini Alasan Pasien Autoimun Belum Boleh Menerima Vaksin Corona!

Info Sehat
15 Jan

Jangan Lalai Protokol Kesehatan Walau Sudah Divaksinasi COVID-19!

Info Sehat
14 Jan

Figur Publik Divaksin COVID-19, Ini Dampak Psikis ke Masyarakat

Info Sehat
14 Jan

Keluar Air Mata Saat Melakukan Swab Test, Wajarkah?

Info Sehat
14 Jan

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
bahkan ada
2 Tahun Lalu

adapun di mna

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat