Fakta Seputar Vagina yang Perlu Wanita Ketahui - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Fakta Seputar Vagina yang Perlu Wanita Ketahui

Vagina bukan sekadar alat reproduksi. Organ kewanitaan ini juga menyimpan banyak fakta yang mungkin belum Anda ketahui. Kenali fakta vagina tersebut lewat ulasan berikut.
Fakta Seputar Vagina yang Perlu Wanita Ketahui

Membicarakan vagina kerap dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia, karena identik dengan pembahasan bernuansa seks. Padahal, bagian tubuh ini lebih dari sekadar organ untuk berhubungan seksual, lho.

Faktanya, vagina memiliki berbagai keunikan dan fungsi yang mungkin Anda, khususnya wanita, belum ketahui. Sebagian dari keunikan alat kelamin wanita tersebut bahkan bisa berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Artikel Lainnya: Kesalahan dalam Membersihkan Vagina yang Wajib Diketahui Wanita

Nah, agar Anda tak terus-menerus menganggap organ intim wanita sebagai organ seksual semata, berikut ini beberapa fakta vagina yang mesti diketahui dan dipahami:

 

1 dari 5

1. Kata Vagina Berasal dari Bahasa Latin

Kata Vagina Berasal dari Bahasa Latin
loading

Fakta unik vagina yang pertama, yaitu penamaannya yang berasal dari bahasa Latin.

Dalam bahasa Latin, vagina diartikan sebagai selubung atau selongsong pedang. Menariknya, arti vagina di sini sepertinya berhubungan dengan istilah “gladius”—bahasa Latin untuk pedang—yang merupakan akar dari kata “penis”.

2. Vagina Merupakan Bagian Spesifik dari Kelamin Wanita

Pada kehidupan sehari-hari, tak jarang orang menggunakan kata vagina saat membicarakan kelamin wanita. Padahal, vagina sebenarnya hanya satu bagian spesifik dari organ intim wanita.

Vagina dikenal juga dengan istilah jalan lahir, karena mengacu pada saluran yang menghubungkan rahim dan dunia luar.

3. Vagina Dapat Membersihkan Dirinya Sendiri

Fakta vagina yang kurang umum dipahami adalah bahwa organ kewanitaan ini dapat membersihkan dirinya sendiri.

Mekanisme pembersihan vagina adalah melalui keputihan yang terjadi secara normal setiap bulan. Melalui keputihan, sel-sel mati dan kuman-kuman berbahaya akan dikeluarkan sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Keputihan normal berwarna bening hingga putih keruh, dan menjadi kekuningan jika menempel pada pakaian dalam. Keputihan jenis ini tidak berbau dan tak menyebabkan gatal maupun nyeri saat berhubungan seksual.

2 dari 5

4. Keasaman (pH) Vagina Mirip dengan Wine, Tomat, atau Bir

Keasaman (pH) Vagina Mirip dengan Wine, Tomat, atau Bir
loading

Vagina memiliki tingkat keasaman (pH) rata-rata 4 (3,8–4,5). Jika pH ini berubah, keseimbangan flora normal (jamur dan bakteri) di dalamnya akan terganggu, sehingga memicu keputihan tidak normal.

Untuk mencegahnya, cukup cuci bibir kemaluan Anda dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Hindari membersihkan vagina dengan produk-produk yang mengandung pewangi, gel, atau antiseptik.

Artikel Lainnya: Tips Membersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks

5. Vagina Menghasilkan Lendir

Fakta miss v berikutnya, sebagian besar wanita usia subur akan menghasilkan lendir dari organ intimnya sebanyak 1,5 gram setiap 8 jam (1 gram setara 1/4 sendok teh).

Jumlah tersebut memuncak ketika masa ovulasi, yaitu mencapai 2 gram. Produksi lendir ini pun akan meningkat saat wanita mengalami stimulasi seksual.

6. Masa Subur Bisa Diketahui dari Ciri Lendir Vagina yang Keluar

Keunikan alat kelamin wanita adalah adanya perbedaan lendir yang keluar saat masa subur dan ketika diberikan stimulasi seksual.

Ketika masa subur, lendir vagina berasal dari serviks sehingga disebut juga lendir serviks. Lendir ini berwarna bening serta lengket, dan berfungsi untuk melancarkan jalan sel sperma menuju sel telur.

Sementara itu, lendir vagina yang keluar saat diberikan stimulasi seksual berasal dari kelenjar dan dinding organ tersebut. Lendir yang juga berwarna bening ini kerap membasahi celana dalam, karena posisinya di bawah serviks.

Untuk membedakannya, Anda dapat melarutkan lendir ke dalam segelas air. Lendir serviks akan menggumpal dan membentuk bola, serta tenggelam ke dasar gelas (tidak larut). Di sisi lain, lendir vagina akan larut dalam air.

3 dari 5

7. Aroma Vagina Tiap Wanita Berbeda-beda

Aroma Vagina Tiap Wanita Berbeda-beda
loading

Aroma vagina sangat bersifat individual. Artinya, setiap wanita memiliki aroma vagina yang mungkin berbeda dengan orang lainnya.

Aroma vagina dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti bakteri dan jamur yang normalnya ada di organ tersebut, makanan yang dikonsumsi, serta jenis bahan pakaian dalam yang dikenakan.

Selain itu, aroma vagina juga berhubungan erat dengan kebersihan pribadi, jumlah keringat, dan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar organ intim tersebut.

Artikel Lainnya: Ada Benjolan di Vagina, Haruskah Panik?

8. Banyak Area di Vagina yang Bisa Memberikan Kenikmatan Seksual

Pusat kenikmatan seksual pada wanita tak hanya terletak di zona G-spot atau yang terletak 5–7 sentimeter dari mulut vagina.

Faktanya, para pakar menemukan area lain yang disebut dengan A-spot. Titik ini berada di forniks anterior vagina atau beberapa sentimeter di atas G-spot.

Sebagian wanita juga bisa merasakan kenikmatan seksual berbeda melalui rangsangan yang diberikan pada bibir dan mulut vagina, serta serviks.

9. Tak Hanya Penis, Vagina pun Dapat Memanjang

Vagina dikelilingi oleh otot-otot yang berbentuk cincin dan berlekuk. Karenanya, organ intim ini dapat memanjang dan melebar jika diperlukan.

Saat istirahat, vagina wanita dewasa memiliki diameter sekitar 6,4-7,6 sentimeter dan panjang 8-9 sentimeter. Ukuran ini dapat membesar hingga dua kali lipat saat seorang wanita berhubungan intim atau melahirkan.

4 dari 5

10. Vagina Juga Bisa Kentut

Vagina Juga Bisa Kentut
loading

Pernah kentut dari vagina? Jika ya, hal tersebut tergolong normal dan tak perlu dikhawatirkan. Proses yang disebut dengan queefing ini terjadi jika banyak udara masuk ke dalam vagina, seperti saat berhubungan intim.

Berbeda dengan angin yang keluar dari anus, kentut vagina tidak berbau karena tak mengandung sisa metabolisme makanan maupun bakteri usus.

11. Vagina Bisa Kendur Seiring Usia

Usia, perubahan hormonal, kehamilan, melahirkan, faktor genetik, bahkan gravitasi dapat mengendurkan otot-otot vagina.

Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan senam kegel, menjaga berat badan agar tetap stabil, menghindari sembelit, serta menjauhi rokok.

Baca Juga

Baru sadar kalau vagina Anda menyimpan segudang rahasia? Vagina memiliki banyak kemampuan yang luar biasa dan tak kasatmata. Lebih dari itu, organ intim ini juga dapat memberikan informasi seputar kesehatan organ reproduksi dan seksual Anda.

Karenanya, lindungi vagina dengan menjaga kebersihannya, serta menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Apabila Anda butuh saran dan tips menjaga kesehatan vagina, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Irwan Junawanto,SpKK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Febrina T Kurniasih, M. Ked(DV), Sp. DV

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Julieta Diana Pricillia Dotulong, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Ratus Vagina Menyebabkan Keputihan, Mitos atau Fakta?

Info Sehat
14 Okt

Berbagai Penyakit dan Kelainan Vagina yang Perlu Diwaspadai

Info Sehat
14 Okt

Amankah Membersihkan Vagina dengan Tisu Basah?

Info Sehat
05 Okt

Gejala Polip Rahim Paling Umum yang Perlu Anda Ketahui

Info Sehat
14 Sep

Kiat agar Vagina Tak Lembap Usai Pipis Saat Tisu Toilet Habis

Info Sehat
01 Sep

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat