Ingat, Jangan Jauhi Penderita HIV/AIDS
searchtext customer service

Ini Alasan Tak Perlu Jauhi Teman yang Terkena HIV/AIDS!

Jamak ditemui penderita HIV/AIDS kerap dijauhi dari pergaulan sosial. Padahal, tindakan tersebut adalah keliru. Ini alasan penting mendampingi ODHA.
Ini Alasan Tak Perlu Jauhi Teman yang Terkena HIV/AIDS!

Klikdokter.com, Jakarta Jumlah kasus HIV di Indonesia dilaporkan cenderung meningkat setiap tahunnya. Sementara jumlah kasus AIDS diketahui relatif stabil.

Berdasarkan data Kemenkes RI, mengacu pada jumlah kenaikan kasus, Indonesia menjadi negara urutan ke-5 yang paling berisiko HIV/AIDS.

Tak cuma soal jumlah, stigma sebagian masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS juga masih cenderung negatif.

HIV/AIDS dianggap sebagai penyakit berbahaya dan menular. Terlebih, saat ini penyakit tersebut belum ada obatnya.

Alhasil, jika terdapat teman atau orang terdekat terkena HIV/AIDS, sebagian orang akan lebih waswas. Bahkan, kemungkinan juga akan menjauhi mereka.

1 dari 3

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengidap HIV/AIDS

Ilustasi HIV/AIDS
loading

Tidak semua orang mengetahui fakta soal penyakit HIV/AIDS dengan tepat. Alhasil, itu akan memengaruhi mereka dalam memandang penderita HIV/AIDS, seperti pemberian stigma negatif yang berlebihan.

Dokter Devia Irine Putri menjabarkan beberapa kesalahpahaman soal penyakit HIV/AIDS yang perlu diluruskan.

  • Penularan HIV/AIDS lewat Jabat Tangan atau Ngobrol

Penyakit HIV/AIDS tidak menular hanya dengan berjabat tangan, berpelukan, ataupun mengobrol dengan penderitanya.

Penyakit tersebut ditularkan lewat hubungan seksual, transfusi darah, jarum yang bergantian, proses persalinan, atau dari ASI ibu.

  • Penderita HIV/AIDS Tidak bisa Sembuh

Memang sampai saat ini obat pasti HIV/AIDS belum ada. Tapi ada obat-obatan lain yang sifatnya mengurangi gejala dan membantu mencegah pertumbuhan virus lebih cepat.

“Jadi dengan mengonsumsi obat tersebut secara rutin membantu memperpanjang harapan hidup dan mengurangi komplikasi. Obat ini harus dikonsumsi seumur hidup, tidak boleh setop atau tidak rutin,” kata dr. Devia.

Artikel Lainnya: Ada Anggota Keluarga Mengalami Gejala HIV? Lakukan Ini!

  • Gejala Penyakit HIV/AIDS Bisa Langsung Diketahui Usai Melakukan Aktivitas Berisiko Tinggi

Tidak demikian, bisa saja penderitanya positif HIV tapi gejala akan muncul 10-15 tahun kemudian.

“Jadi jika memang sering melakukan aktivitas yang risiko tinggi sebaiknya dihentikan dan skrining HIV,” saran dr. Devia.

  • HIV/AIDS Hanya Menyerang Pengguna Narkoba

Bukan hanya pengguna narkoba, semua orang bisa terkena kondisi HIV/AIDS. Termasuk mereka yang sering gonta-ganti pasangan tanpa pengaman, serta pasangan sejenis yang sering melakukan seks anal.

  • Menderita HIV Sama dengan AIDS

HIV adalah nama virusnya, yaitu human immunodeficiency virus (HIV) yang menyerang sistem daya tahan tubuh.

Sementara, AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV yang ditandai dengan sekumpulan gejala yang membuat penderitanya sudah tidak mampu lagi melawan infeksi.

“Jadi orang yang terinfeksi HIV belum tentu AIDS. Tapi kalau orang tersebut tidak minum obat antiretroviral yang gunanya mencegah pertumbuhan virus maka bisa berakhir AIDS,” jelas dr. Devia.

Di samping itu, banyak juga menjadi pertanyaan di masyarakat apakah boleh pinjam meminjam barang dengan pengidap HIV/AIDS?

Menurut dr. Devia, itu boleh dilakukan dan tidak menyebabkan penularan HIV. “(Boleh) meminjam alat makan, pakaian atau tas, handuk, dan toilet,” sebut. Dr. Devia. 

Artikel Lainnya: Pasangan Terkena HIV Bagaimana Caranya agar Tak Ikut Tertular?

 

2 dari 3

Teman Terkena HIV/AIDS? Jangan Jauhi dan Beri Support 

Teman Terkena HIV/AIDS? Jangan Jauhi dan Beri Support 
loading

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Anda sebaiknya tetap memberikan support pada teman yang terkena HIV/AIDS. Selain itu, sebisa mungkin Anda menjadi teman bercerita para orang dengan HIV aktif (ODHA). 

Anda juga bisa mengajak dan mendampingi ODHA untuk ikut dalam komunitas ODHA agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisinya. 

“Dilarang juga untuk mengucilkan dan menghakimi atas tindakan yang pernah dia lakukan dulu. Sangat penting bagi kita memiliki wawasan tentang HIV/AIDS agar kita juga tidak sembarangan memberikan stigma kalau ODHA itu mudah menularkan virusnya ke kita,” tutur Ikhsan. 

Baca Juga

Support dari keluarga, sahabat, dan teman akan menyemangati penderita HIV/AIDS untuk menjalani pengobatan jangka panjang.

Jika masih punya pertanyaan seputar topik ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Beratnya Jadi Penderita AIDS di Masa Pandemi Virus Corona

Info Sehat
30 Nov

Panduan Pola Makan untuk Penderita HIV/AIDS

Info Sehat
27 Jul

Kaum Gay dan Transgender Paling Berisiko HIV/AIDS?

Info Sehat
09 Jul

Kenali Berbagai Cara Penularan Infeksi HIV/AIDS dan Pencegahannya

Info Sehat
04 Jun

Siapa Saja yang Harus Melakukan Tes HIV?

Info Sehat
24 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat